• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

    SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

    Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

    Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

    Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

    Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

    Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

      SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

      Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

      Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

      Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

      Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

      Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

        Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

        Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

        FafaBet9 – Quick‑Play Slots, Table Games and More

        SpinsUp Casino: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Fire Fun for the Modern Player

        Zoccer-casino Welcome Bonus Terms: The Small Print Decoded

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

          SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

          Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

          Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

          Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

          Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

          Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

            SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

            Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

            Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

            Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

            Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

            Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

              Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

              Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

              FafaBet9 – Quick‑Play Slots, Table Games and More

              SpinsUp Casino: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Fire Fun for the Modern Player

              Zoccer-casino Welcome Bonus Terms: The Small Print Decoded

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

              admin by admin
              08/08/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Bagi Muhammadiyah, Jihad di Era Modern Diwujudkan dengan Membangun Bangsa

               

              Anggota Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah Mohammad Muhajir menegaskan bahwa jihad dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia pada masa kini harus dimaknai secara luas.

              WartaTerkait

              LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

              SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

              Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

              Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

              Jihad tidak semestinya dipahami sebatas perjuangan bersenjata atau tindakan yang merusak, tetapi diwujudkan melalui berbagai bentuk pengabdian untuk membangun bangsa dan menghadirkan kemaslahatan bagi masyarakat.

              Hal itu disampaikan Mohammad Muhajir dalam Pengajian Tarjih pada Rabu (6/8). Menurutnya, Muhammadiyah memandang Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai hasil konsensus nasional yang harus dijaga bersama. Pandangan tersebut sejalan dengan konsep negara Pancasila sebagai darul ahdi wasyahadah.

              “Darul ahdi itu adalah negara hasil perjanjian dan konsensus bersama,” ujarnya.

              Menurut Muhajir, lahirnya Pancasila merupakan bagian dari kesepakatan bersama, termasuk kontribusi para ulama dan tokoh Muslim. Sementara itu, konsep darus syahadah menunjukkan bahwa Indonesia menjadi ruang bagi umat Islam untuk memberikan karya terbaik bagi kemajuan bangsa.

              Karena itu, jihad pada masa sekarang dapat diwujudkan dengan membangun peradaban. Pembangunan tersebut mencakup peradaban keilmuan, sosial, ekonomi, kesehatan, dan berbagai bidang kehidupan lainnya.

              “Berjihad pada masa sekarang itu bukan hanya dengan merusak negara, tetapi dengan membangun pendidikannya,” tegas Muhajir.

              Ia menilai pendidikan masih menjadi salah satu bidang yang membutuhkan perhatian besar. Kesenjangan pembangunan pendidikan, terutama di wilayah pelosok dan daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), perlu diatasi agar masyarakat memperoleh kesempatan yang lebih setara.

              Selain pendidikan, pembangunan ekonomi juga menjadi bagian penting dari jihad kebangsaan. Muhajir menyoroti persoalan ketimpangan ekonomi ketika penguasaan aset dan sumber daya ekonomi hanya terkonsentrasi pada kelompok tertentu. Karena itu, pengembangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan harus menjadi perhatian dalam memaknai jihad pada masa kini.

              Bidang kesehatan juga menjadi bagian dari pengabdian tersebut. Muhajir mengingatkan kembali sejarah awal Muhammadiyah ketika Kiai Sujak mendorong pendirian pelayanan kesehatan agar masyarakat Muslim memperoleh akses kesehatan yang layak. Gagasan tersebut kemudian menjadi salah satu bagian dari gerakan Penolong Kesengsaraan Oemoem (PKO) Muhammadiyah.

              Bagi Muhajir, upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat merupakan bentuk nyata jihad dalam pengertian yang luas. Demikian pula dengan pemberantasan korupsi. Ia menyebut upaya Muhammadiyah dalam mengajukan judicial review terhadap sejumlah persoalan kenegaraan sebagai bagian dari kontribusi untuk memperbaiki kehidupan berbangsa.

              “Makna jihad ini atas nama bangsa dan negara dalam perspektif Islam itu harus kita maknai secara luas sekali,” katanya.

              Jihad juga dapat diwujudkan dengan memperkuat dakwah hingga ke akar rumput. Menurut Muhajir, masih terdapat kelompok masyarakat di berbagai daerah, termasuk wilayah terpencil dan lereng pegunungan, yang belum tersentuh secara optimal oleh dakwah. Karena itu, memperluas dakwah dan menghadirkan nilai-nilai Islam di tengah masyarakat juga menjadi bagian dari jihad pada masa sekarang.

              Pemaknaan jihad yang luas tersebut, lanjutnya, pada akhirnya diarahkan untuk mewujudkan masyarakat berkemajuan dan Islam berkemajuan.

              Jihad Tidak Identik dengan Terorisme

              Muhajir juga menjelaskan mengapa aksi terorisme tidak dapat disebut sebagai jihad. Menurutnya, tindakan teror yang menyasar dan membunuh orang-orang yang tidak berdosa bertentangan dengan prinsip dasar Islam.

              Ia mengutip QS Al-Ma’idah ayat 32 yang menggambarkan besarnya dosa membunuh jiwa tanpa alasan yang benar. Dalam tradisi Nabi Muhammad, bahkan dalam situasi perang terdapat larangan membunuh perempuan, anak-anak, orang tua, dan kelompok lain yang tidak terlibat dalam peperangan. Rasulullah juga melarang tindakan merusak tanaman dan menghancurkan tempat ibadah.

              Karena itu, Muhajir menilai aksi terorisme bertentangan dengan Al-Qur’an dan sunah, tujuan syariat, serta prinsip Islam sebagai agama yang membawa rahmat bagi seluruh alam.

              “Terorisme bertentangan dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan juga bertentangan dengan sunah, tujuan syariat, serta nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” jelasnya.

              Dalam konteks kehidupan masyarakat Indonesia saat ini, jihad justru dapat diwujudkan melalui profesi dan tanggung jawab masing-masing. Seorang guru, misalnya, berjihad dengan mendidik secara ikhlas dan sungguh-sungguh. Seorang dosen berjihad dengan menghasilkan dan mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi kecerdasan generasi.

              Tenaga kesehatan dapat berjihad dengan memberikan pelayanan kepada masyarakat secara tulus. Aparatur negara dapat berjihad dengan menjalankan tugas secara jujur dan amanah. Menurut Muhajir, kejujuran aparatur sangat dibutuhkan agar penyelenggaraan negara berjalan dengan baik.

              Demikian pula seorang pengusaha dapat berjihad dengan menjalankan usaha secara amanah dan tidak menghalalkan segala cara demi memperoleh keuntungan. Sementara seorang pemimpin dapat berjihad dengan berlaku adil dan tidak melakukan diskriminasi terhadap masyarakat yang dipimpinnya.

              “Kalau pemimpinnya adil memperlakukan rakyatnya, negaranya juga akan baik,” ujarnya.

              Muhajir juga memasukkan kewajiban membayar zakat dan pajak sesuai ketentuan bagi mereka yang mampu sebagai bagian dari tanggung jawab warga negara. Menjaga persatuan bangsa, melawan hoaks, serta menjaga kerukunan umat beragama juga menjadi bentuk jihad yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

              Dalam konteks melawan informasi palsu, ia mengingatkan bahwa Muhammadiyah telah mengembangkan fikih informasi. Menurutnya, kemampuan masyarakat menggunakan informasi secara bertanggung jawab merupakan bagian dari upaya mewujudkan jihad yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

              Jihad sebagai Tanggung Jawab dan Pengabdian

              Muhajir menjelaskan bahwa pemahaman jihad yang benar akan membawa sejumlah hikmah dalam kehidupan. Pertama, seseorang akan terdorong untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah dan menghindari pemaknaan jihad yang sempit.

              Pemahaman jihad yang luas dan komprehensif, menurutnya, akan menghadirkan kemaslahatan bagi orang-orang di sekitar sekaligus lingkungan tempat seseorang hidup. Jihad juga akan membentuk pribadi yang bertanggung jawab karena setiap orang memiliki amanah sesuai dengan posisi dan perannya masing-masing.

              Ia mengingatkan hadis Nabi, “Kullukum ra‘in wa kullukum mas’ulun ‘an ra‘iyyatihi”, bahwa setiap orang adalah pemimpin dan setiap orang akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya.

              Seorang Muslim memiliki tanggung jawab terhadap dirinya. Kepala keluarga memiliki amanah terhadap keluarganya. Seorang pemimpin memiliki tanggung jawab terhadap masyarakat yang dipimpinnya. Dengan demikian, jihad tidak berhenti pada konsep perjuangan, tetapi berhubungan erat dengan kesediaan seseorang menjalankan amanah secara sungguh-sungguh.

              Jihad yang benar juga, kata Muhajir, akan menumbuhkan semangat pengabdian kepada Allah. Ia menjelaskan bahwa ibadah mengandung sejumlah unsur, antara lain al-khudu‘ atau ketundukan, ketaatan, adz-dzillah atau sikap merendahkan diri di hadapan Allah, serta pengabdian.

              Karena itu, semangat berjihad semestinya hadir dalam setiap aktivitas kehidupan. Apa pun profesi dan posisi seseorang, aktivitas tersebut dapat menjadi bentuk pengabdian ketika dijalankan dengan ketundukan kepada Allah, ketaatan, kerendahan hati, dan orientasi kemaslahatan.

              Selain itu, pemahaman jihad yang benar juga akan memperkuat ukhuwah. Sebaliknya, pemahaman yang sempit dapat menyeret seseorang kepada sikap eksklusif dan paham yang mudah mengafirkan atau melakukan kekerasan terhadap pihak lain.

              Menurut Muhajir, pemahaman jihad secara komprehensif akan membantu seseorang keluar dari cara pandang yang sempit. Dengan demikian, jihad dapat menjadi kekuatan yang mempererat persaudaraan, menjaga persatuan, dan mendorong umat Islam untuk memberikan kontribusi terbaik bagi masyarakat dan bangsa. (ilham/muhammadiyah.or.id)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              AS Siap Cabut Blokade Pelabuhan Iran Usai Kesepakatan Selat Hormuz

              Next Post

              Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

              08/08/2026
              BeritaMu

              SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

              08/08/2026
              BeritaMu

              Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

              08/08/2026
              Next Post

              Muktamar ke-15 Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 13 Formatur Periode 2026–2030

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

                08/08/2026

                SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

                08/08/2026

                Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

                08/08/2026
                Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

                Membaca Jejak Pemikiran Muhammadiyah: Dari Berdikari Menuju Ekonomi Berkemajuan

                08/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,006)
                • Hukum Islam (1,628)
                • Kabar PTMA (4,051)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                LPCR-PM PWM Sumut Laporkan Program, PWM Nyatakan Dukungan Penuh

                08/08/2026

                SMP UMP Resmi Buka Penerimaan Tamu Hizbul Wathan, Tema ‘Satu Qobilah, Sejuta Cerita’ Curi Perhatian

                08/08/2026

                Program MBG Menjadikan Posisi Pemerintah Serba Salah

                08/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In