Kepala OIF UMSU Menjadi Pemateri Manuskrip Falak di Negeri Sembilan Malaysia
INFOMU.CO | Medan – Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rahmadi Butar-butar MA menjadi pemateri manuskrip falak di Negeri Sembilan Malaysia. Kehadiran Arwin di Negeri Sembilan merupakan undangan resmi dari Mufti Kerajaan Negeri, Negeri Sembilan Darul Khusus, Dato’ Dr. Faudzinaim bin Haji Badaruddin. Seminar berlangsung 22 Juli di Ballroom, Klana Resort Seremban.
Kepala Observatorium Ilmu Falak Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (OIF UMSU) hadir dalam “Seminar Legasi Falak Nusantara 2026” yang mengusung tema “Mewarisi Khazanah Ilmu, Memperkasa Ketepatan Waktu”
Adapun tema yang dibawakan kepala OIF berjudul “Manuskrip Ilmu Falak di Alam Melayu (Situs, Urgensi Riset, dan Langkah-Langkah Tahqiq)”.
Pada Seminar Legasi Falak Nusantara 2026 di Negeri Sembilan, Kepala OIF UMSU Dr. Arwin Juli Rakhmadi Butar-Butar, M.A. tampil pada Slot 1 dengan membawakan materi presentasi berjudul “Manuskrip Falak Alam Melayu“. Materi yang disampaikan dalam makalah tersebut berfokus pada beberapa poin seperti:
- Perawatan Khazanah Klasik: Penekanan pada pentingnya merawat, mendokumentasikan, dan melestarikan manuskrip astronomi kuno di kawasan Nusantara.
- Kajian Khazanah Falak: Mengupas esensi teks-teks astronomi peninggalan para ulama falak terdahulu di Alam Melayu.
- Relevansi Kontemporer: Menyoroti perlunya mentransliterasi naskah kuno agar nilai dan rumusan sainsnya tetap dapat diaplikasikan untuk memperkuat ketepatan waktu serta metode falak modern.

Hasil utama Seminar Legasi Falak Alam Melayu 2026 berfokus pada peluncuran buku baru, penguatan riset filologi, serta komitmen pelestarian warisan intelektual Islam dan standardisasi waktu salat di Malaysia. Berikut adalah poin-poin hasil dan capaian utama dari seminar yang diselenggarakan oleh Jabatan Mufti Kerajaan Negeri Sembilan tersebut:
Berikut Hasil dan Capaian Utama Seminar
- Peluncuran Buku Falak Terbaru: Peresmian buku baru terbitan Jabatan Mufti Negeri Sembilan untuk mengenalkan khazanah ilmu falak kepada publik luas.
- Standardisasi Waktu Salat: Integrasi data metode penentuan waktu salat berdasarkan naskah kuno Nusantara dengan sistem zonasi waktu salat modern di Malaysia.
- Ekspansi Jaringan Internasional: Penguatan kolaborasi riset observasi dan pemeliharaan manuskrip antarlembaga falak di Asia Tenggara, salah satunya dengan OIF UMSU dari Indonesia.
- Penutupan Bulan Falak: Suksesnya rangkaian agenda edukasi astronomi Islam nasional dalam penutupan Bulan Falak Malaysia 1448H. (shd)






