PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Kurikulum masa depan berbasis literasi digital resmi digodok melalui kemitraan strategis FAI UMS dan FPIPS UPI Bandung pada Selasa (14/7/2026) demi memperkuat inovasi kurikulum pendidikan tinggi yang berfokus pada daya saing global mahasiswa.
Sinergi strategis ini menjadi jawaban nyata atas kebutuhan mendesak akan penyesuaian kurikulum di era digital. Kedua institusi sepakat bahwa kolaborasi ini tidak sekadar di atas kertas, melainkan sebuah langkah taktis untuk merancang model pembelajaran baru. Model ini nantinya akan menggabungkan penguatan nilai keagamaan, literasi digital, dan pembentukan karakter mahasiswa.
Wakil Dekan II FAI UMS, Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd, menegaskan bahwa langkah ini merupakan komitmen jangka panjang untuk memperluas jejaring akademik. Melalui integrasi ini, pihaknya optimistis dapat mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga adaptif di tingkat global.
“Melalui kerja sama ini kami berharap lahir berbagai program kolaboratif yang tidak hanya memperkuat kualitas pendidikan dan penelitian, tetapi juga meningkatkan daya saing institusi pada tingkat nasional maupun internasional,” ujar Dr. Istanto, S.Pd.I., M.Pd.
Menjawab Tantangan Pendidikan Era Digital
Langkah taktis ini memicu lahirnya kajian lintas disiplin yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat modern. Kurikulum baru ini nantinya akan menyatukan pendidikan Islam dengan ilmu sosial, teknologi pendidikan, hingga literasi digital. Penyatuan ini bertujuan agar mahasiswa memiliki kompetensi utuh dalam menghadapi disrupsi teknologi yang masif.
Wakil Dekan II FPIPS UPI, Prof. Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum., mengamini pandangan tersebut. Menurutnya, kerja sama lintas disiplin ilmu seperti ini menjadi kunci utama bagi perguruan tinggi untuk tetap relevan.
“Kolaborasi ini membuka peluang pengembangan keilmuan lintas disiplin serta memperkuat pertukaran gagasan dan pengalaman akademik. Kami berharap kerja sama ini dapat menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi maupun masyarakat luas,” tutur Prof. Dr. Wawan Darmawan, S.Pd., M.Hum.
Implementasi Program Terukur dan Berkelanjutan
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, kedua pihak akan segera menyusun panduan teknis yang lebih terperinci. Kerja sama tingkat fakultas ini memberikan keleluasaan bagi kedua lembaga untuk saling berbagi sumber daya secara optimal. Hal tersebut meliputi pertukaran dosen, mahasiswa, hingga riset kolaboratif berskala internasional.
Langkah konkret ini menjadi bukti nyata komitmen FAI UMS dan FPIPS UPI dalam menghadirkan sistem pendidikan yang dinamis. Melalui perencanaan yang matang, kedua fakultas optimis inovasi kurikulum pendidikan tinggi ini dapat segera diterapkan dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Kontributor: Fika
Editor: Al-Afasy
The post Inovasi Kurikulum Pendidikan Tinggi, UMS dan UPI Integrasikan Agama dan Ilmu Sosial appeared first on Muhammadiyah Jateng.



