• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, Juli 20, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

    Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

    Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

    Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

    Gandeng Polisi, MPLS 2026 di SMK Muhammadiyah 01 Keling Gaungkan Deklarasi Anti-Bullying

    Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

    Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

      Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

      Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

      Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

      Gandeng Polisi, MPLS 2026 di SMK Muhammadiyah 01 Keling Gaungkan Deklarasi Anti-Bullying

      Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

      Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Casinos online populares en México

        Casino PT – ranking dos melhores casinos online disponíveis em Portugal

        Magyar Online Casino azonnali regisztrációval és gyors játékkezdéssel

        Casino non AAMS in Italia – differenze con i casinò AAMS

        Magyar Online Casino azonnali regisztrációval és gyors játékkezdéssel

        Yonibet Casino pour la France – Service client et assistance aux joueurs

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

          Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

          Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

          Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

          Gandeng Polisi, MPLS 2026 di SMK Muhammadiyah 01 Keling Gaungkan Deklarasi Anti-Bullying

          Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

          Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

            Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

            Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

            Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

            Gandeng Polisi, MPLS 2026 di SMK Muhammadiyah 01 Keling Gaungkan Deklarasi Anti-Bullying

            Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

            Semarak Milad ke-48, FEB UMSU Resmi Luncurkan Dua Program Studi Baru

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Casinos online populares en México

              Casino PT – ranking dos melhores casinos online disponíveis em Portugal

              Magyar Online Casino azonnali regisztrációval és gyors játékkezdéssel

              Casino non AAMS in Italia – differenze con i casinò AAMS

              Magyar Online Casino azonnali regisztrációval és gyors játékkezdéssel

              Yonibet Casino pour la France – Service client et assistance aux joueurs

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Negara Ini Pernah Kaya Negarawan, Kini Mengalami Defisit Kenegarawanan

              admin by admin
              08/07/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA
              Negara Ini Pernah Kaya Negarawan, Kini Mengalami Defisit Kenegarawanan
              Oleh : Jufri 
              Delapan puluh tahun yang lalu, Indonesia bahkan belum memiliki gedung-gedung pencakar langit, jalan tol yang membentang, atau jutaan sarjana seperti sekarang. Namun, republik yang baru lahir itu memiliki sesuatu yang jauh lebih berharga: stok pemimpin yang kualitas intelektual, moral, dan kenegarawanannya melampaui zamannya.
              Hari ini keadaan seolah berbalik. Kita memiliki jutaan lulusan perguruan tinggi, ribuan doktor dan profesor, akses pendidikan yang jauh lebih baik, tetapi justru sering merasakan kelangkaan pemimpin yang mampu menjadi negarawan. Indonesia seperti sedang mengalami defisit negarawan dan inflasi politisi.
              Salah satu contoh terbaik adalah Haji Agus Salim. Ia menguasai sedikitnya enam bahasa asing. Jauh sebelum Republik Indonesia diproklamasikan, Agus Salim pernah bekerja sebagai penerjemah di Konsulat Belanda di Jeddah. Kemampuan bahasa dan keluasan wawasannya kemudian menjadi modal besar dalam perjuangan diplomasi Indonesia.
              Pada tahun 1947, ketika agresi Belanda berusaha mengembalikan Indonesia ke dalam penjajahan, Agus Salim memimpin misi diplomatik ke negara-negara Arab. Dalam waktu yang relatif singkat, Mesir, Lebanon, Suriah, Irak hingga Arab Saudi memberikan pengakuan terhadap kemerdekaan Indonesia. Dukungan itu menjadi modal penting bagi perjuangan Indonesia di forum internasional.
              Soekarno menjulukinya “The Grand Old Man”, bukan semata karena usia, tetapi karena kebijaksanaan dan keluasan ilmunya. Namun gelar kehormatan itu tidak pernah berubah menjadi jabatan yang terus-menerus dinikmatinya. Ia tetap hidup sederhana hingga akhir hayat.
              Kemudian ada Sutan Syahrir. Pada usia 36 tahun, ia menjadi Perdana Menteri pertama Republik Indonesia sekaligus salah satu perdana menteri termuda di dunia pada masanya. Syahrir memahami bahwa mempertahankan kemerdekaan tidak cukup hanya dengan bambu runcing dan senapan, tetapi juga membutuhkan diplomasi yang cerdas.
              Melalui Perjanjian Linggarjati, Indonesia mulai memperoleh perhatian dan pengakuan dunia internasional. Namun ironisnya, di dalam negeri ia justru dicap sebagai “terlalu lunak” terhadap Belanda. Bahkan ia pernah dicaci dengan berbagai tuduhan. Bertahun-tahun kemudian, Syahrir ditangkap oleh pemerintahnya sendiri tanpa proses pengadilan yang tuntas, hingga akhirnya wafat dalam pengasingan medis di Swiss.
              Sosok ketiga adalah Mohammad Natsir. Masa jabatannya sebagai Perdana Menteri memang hanya sekitar enam bulan. Namun kontribusinya jauh melampaui lamanya kekuasaan. Melalui Mosi Integral tahun 1950, Natsir melakukan lobi-lobi politik yang tenang selama berbulan-bulan kepada berbagai negara bagian dalam Republik Indonesia Serikat.
              Hasilnya luar biasa. Indonesia kembali menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanpa perang saudara dan tanpa pertumpahan darah. Sejarah mencatat, Mosi Integral menjadi salah satu fondasi terpenting dalam menjaga keutuhan republik.
              Ketiga tokoh ini memiliki satu kesamaan yang jarang diceritakan secara utuh. Mereka bukan pemimpin yang membangun popularitas dengan retorika berapi-api atau pencitraan yang gemerlap. Mereka adalah pemikir-pemikir besar yang bekerja dalam ruang-ruang perundingan yang sunyi. Mereka memahami bahwa satu kalimat yang salah dalam diplomasi dapat menghilangkan sebuah negara dari peta dunia.
              Mereka membangun republik ini dengan kecerdasan, kesabaran, argumentasi, dan integritas.
              Ironisnya, setelah pengabdian sebesar itu, akhir perjalanan mereka hampir serupa. Agus Salim wafat dalam kesederhanaan. Syahrir meninggal dalam pengasingan. Mohammad Natsir mengalami karantina politik selama bertahun-tahun. Republik yang mereka selamatkan ternyata tidak selalu pandai menghargai orang-orang terbaiknya.
              Ironi itu masih terasa hingga hari ini. Indonesia seperti belum menjadi rumah yang benar-benar ramah bagi kejujuran dan kecerdasan. Muncul ungkapan yang pahit, “orang jujur terbujur, orang pintar tersingkir.” Tentu ungkapan itu tidak selalu benar untuk semua keadaan, tetapi ia lahir dari kegelisahan masyarakat ketika melihat integritas sering kali kalah oleh kepentingan.
              Tidak sedikit anak-anak bangsa yang memiliki kemampuan luar biasa memilih berkarya di luar negeri karena merasa ilmu, profesionalisme, dan idealismenya memperoleh ruang yang lebih luas di sana. Mereka mengharumkan nama Indonesia di berbagai negara, sementara negerinya sendiri justru kehilangan banyak potensi terbaik.
              Yang lebih ironis lagi, Indonesia bukan kekurangan orang pintar. Jutaan orang berpendidikan tinggi lahir setiap tahun. Namun dalam praktik politik, tidak selalu mereka yang memiliki kapasitas, integritas, dan rekam jejak terbaik yang memperoleh kesempatan memimpin. Yang lebih menentukan sering kali adalah kekuatan modal, popularitas, jaringan politik, dan kemampuan memenangkan kontestasi.
              Dalam situasi seperti itu, muncul pula kekhawatiran publik ketika lembaga-lembaga negara yang dibentuk untuk menjaga konstitusi, menegakkan hukum, dan mengawal demokrasi dipersepsikan dipengaruhi atau diperalat demi memperoleh maupun mempertahankan kekuasaan. Jika itu terjadi, yang melemah bukan hanya institusinya, tetapi juga kepercayaan rakyat kepada negara.
              Padahal republik ini dibangun bukan untuk melayani elite politik, melainkan untuk melindungi seluruh rakyat Indonesia.
              Indonesia tidak hanya membutuhkan pembangunan fisik. Yang jauh lebih mendesak adalah membangun budaya politik yang menghargai kejujuran, meritokrasi, integritas, ilmu pengetahuan, dan kenegarawanan. Sebab bangsa yang besar bukan hanya mampu melahirkan orang-orang hebat, tetapi juga mampu menghormati mereka, memberi ruang kepada mereka untuk mengabdi, dan menjadikan mereka teladan.
              Delapan puluh tahun lalu, republik ini diselamatkan oleh para negarawan yang bekerja dalam kesunyian. Hari ini, Indonesia membutuhkan lebih banyak pemimpin yang mau bekerja untuk sejarah, bukan sekadar untuk tepuk tangan sesaat.
              Negarawan berpikir tentang generasi yang akan datang. Politisi sering kali berpikir tentang pemilu yang akan datang. Republik ini lahir karena kenegarawanan, dan hanya akan tetap kokoh jika kembali dipimpin oleh mereka yang menempatkan bangsa di atas segala kepentingan.
              Silaturahmi Kolaborasi Sinergi Harmoni

              WartaTerkait

              Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

              Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

              Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

              Asah Jiwa Wirausaha Sejak Dini, Ratusan Santri Belajar Bisnis Kuliner di Pesantren Muhammadiyah Boyolali

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Taufiq Abdul Rahim : Batalkan Jika Pusat Terus Permainkan Aceh

              Next Post

              Milad ke-24 LazisMu: Usung Tema “Integrasi Menguatkan Dampak” Guna Wujudkan Ekosistem ZISKA yang Berkelanjutan

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

              20/07/2026
              BeritaMu

              Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

              20/07/2026
              BeritaMu

              Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

              20/07/2026
              Next Post

              Milad ke-24 LazisMu: Usung Tema “Integrasi Menguatkan Dampak” Guna Wujudkan Ekosistem ZISKA yang Berkelanjutan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

                20/07/2026

                Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

                20/07/2026

                Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

                20/07/2026

                Gandeng Polisi, MPLS 2026 di SMK Muhammadiyah 01 Keling Gaungkan Deklarasi Anti-Bullying

                20/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,784)
                • Hukum Islam (1,510)
                • Kabar PTMA (3,962)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Inovasi Pertanian Modern Muhammadiyah Pekalongan: Sukses Panen Raya Jagung Pakai Drone Canggih

                20/07/2026

                Bisa Picu Tuli, Dr. Cosmas Ingatkan Bahaya Penggunaan Cotton Bud Saat MPLS SMP Muhammadiyah Keling

                20/07/2026

                Viral di MPLS SMK Muhammadiyah, Aksi Kreatif Guru BK Ini Sukses Bikin Heboh Siswa Baru

                20/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In