Bupati Karo Dorong Pertanian Berbasis Digital dan Teknologi
INFOMU.CO | Karo – Bupati Karo Antonius Ginting menegaskan komitmennya memperkuat sektor pertanian sebagai tulang punggung perekonomian daerah melalui modernisasi dan digitalisasi. Langkah ini ditempuh untuk memperluas pangsa pasar produk pertanian Karo, sekaligus meningkatkan daya saing petani hingga ke pasar nasional dan ekspor. Hal tersebut disampaikan Antonius Ginting usai membuka dan menghadiri peringatan Hari Krida Pertanian 2026 di Kabupaten Karo, Kamis (25/6/2026).
Menurut Antonius, sektor pertanian memiliki peran sangat strategis bagi Kabupaten Karo karena sekitar 80 persen masyarakat menggantungkan hidup dari sektor tersebut. Bahkan, Kabupaten Karo selama ini menjadi salah satu sentra utama hortikultura yang menyuplai sebagian besar kebutuhan sayur dan buah di Sumatera Utara.
“Sebanyak 80 persen masyarakat Karo hidup dari pertanian dan sekitar 70 persen kebutuhan hortikultura Sumatera Utara disuplai dari Kabupaten Karo. Karena itu sektor ini harus terus diperkuat agar mampu menjawab tantangan zaman,” ujarnya yang turut didampingi Wakil Bupati Komando Tarigan dan Kadis Pertanian Karo Michael Purba.
Untuk mewujudkan pertanian yang lebih maju dan berkelanjutan, Pemkab Karo menerapkan tiga strategi utama. Pertama, mendorong petani agar tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga memahami dan menguasai pasar sehingga harga komoditas dapat lebih stabil.
Strategi kedua adalah penerapan teknologi pertanian secara menyeluruh, mulai dari proses budidaya hingga pascapanen dan hilirisasi. Dengan dukungan teknologi, hasil panen dapat disimpan dalam jangka waktu lebih lama tanpa mengurangi kualitas produk, sehingga petani tidak terpaksa menjual hasil panen saat harga sedang rendah.
“Teknologi pascapanen sangat penting. Saat panen raya, hasil pertanian bisa disimpan tiga hingga empat bulan dengan kualitas yang tetap baik. Ini menjadi salah satu solusi untuk menjaga nilai jual produk petani,” katanya.
Sementara strategi ketiga berkaitan dengan penguatan akses permodalan. Dalam hal ini, Pemkab Karo terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara maupun pemerintah pusat guna membuka akses pembiayaan yang lebih luas bagi petani.
Selain itu, Antonius juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) petani. Menurutnya, kualitas produk pertanian sangat ditentukan oleh kualitas pelaku pertaniannya.
“Kalau kualitas SDM biasa-biasa saja, maka produk yang dihasilkan juga akan biasa-biasa saja. Kita tidak bisa menembus pasar yang lebih luas, apalagi pasar ekspor, jika kualitas produk tidak terus ditingkatkan,” tegasnya.
Ia optimistis penerapan strategi modernisasi, digitalisasi, penguatan permodalan, serta peningkatan kualitas SDM akan membawa pertanian Karo semakin maju dan mampu membuka peluang pasar baru yang lebih besar bagi para petani.
“Langkah-langkah ini sudah mulai kita jalankan. Harapannya dapat membuka market-market baru yang dikuasai petani Karo, sehingga kesejahteraan mereka juga semakin meningkat,” pungkasnya. (ant)






