PWMJATENG.COM, SRAGEN – SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon resmi menerapkan sistem supervisi akademik berbasis aplikasi seluler yang memungkinkan pemantauan kinerja guru secara akurat, sistematis, dan adaptif terhadap perkembangan era digital. Langkah ini menjadi tonggak baru dalam transformasi pendidikan dasar yang sebelumnya masih mengandalkan cara-cara manual.
Solusi Digital di Ujung Jari
Transformasi ini bermula dari keresahan Joko Dwi Prayitno, S.Pd., selaku Kepala Sekolah SD Birrul Walidain Muhammadiyah Tanon. Ia merancang aplikasi khusus bernama “Kinerja Guru” untuk memodernisasi supervisi akademik di sekolahnya. Inovasi kepala sekolah ini mengubah sistem pelaporan manual yang lambat menjadi digital yang cepat.
“Aplikasi ini bukan sekadar alat pelaporan, tetapi strategi kami membangun budaya pembinaan yang konsisten dan berkesinambungan,” ujar Joko Dwi Prayitno. Melalui aplikasi tersebut, guru dapat mengunggah perangkat ajar kapan saja. Data kinerja pun tersimpan rapi secara real-time di cloud.
Sistem ini memudahkan kepala sekolah memantau perkembangan guru setiap hari. Guru melaporkan berbagai indikator, mulai dari administrasi kelas hingga aktivitas ibadah harian. Digitalisasi sekolah dasar ini menciptakan efisiensi kerja yang signifikan bagi tenaga pendidik.
Menjaga Sisi Humanis Pendidikan
Meski teknologi menjadi fondasi utama, SD Birrul Walidain tetap mempertahankan supervisi tatap muka rutin. Pertemuan setiap tiga bulan sekali menjadi ruang refleksi mendalam antara kepala sekolah dan guru. Interaksi ini menjaga hubungan emosional yang tidak bisa digantikan oleh mesin.
“Supervisi akademik digital tetap harus dibarengi dengan pendekatan humanis agar pembinaan bersifat personal,” tambah Joko Dwi Prayitno. Pendekatan hibrida ini memastikan aspek teknologi pendidikan tidak mengabaikan sisi psikologis guru. Akuntabilitas pun meningkat seiring dengan kemudahan pemetaan kompetensi staf.
Menjawab Tantangan Adaptasi
Transisi dari cara manual ke digital tentu tidak berjalan mulus bagi semua guru. Sebagian tenaga pengajar masih memerlukan waktu untuk beradaptasi dengan sistem baru. Sekolah merespons tantangan ini dengan rutin memberikan pendampingan teknis dan pelatihan sederhana.
“Kami terus membimbing guru agar mampu memanfaatkan teknologi digital secara optimal dalam kegiatan supervisi maupun pembelajaran sehari-hari,” tegas Joko. Upaya ini memastikan seluruh staf sekolah siap bersaing di era pendidikan modern. Inovasi ini pun diharapkan menjadi model bagi sekolah dasar lainnya di Indonesia.
Kontributor: Nia Oktafia
Editor: Alafasy
The post Gebrakan Baru, Inovasi Kepala Sekolah SD Birrul Walidain Buat Guru Lebih Profesional appeared first on Muhammadiyah Jateng.



