PWMJATENG.COM, KEBUMEN — Pembangunan karakter manusia yang berintegritas dan memiliki kepedulian sosial kini menjadi syarat mutlak untuk menyelamatkan generasi muda dari jebakan mental instan. Esensi mendalam mengenai Makna Iduladha 1447 H tersebut ditegaskan oleh Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, di hadapan ribuan jamaah saat menggelar Sholat Iduladha di halaman kampus Universitas Muhammadiyah Gombong, Rabu (27/5/2026).
Pelaksanaan ibadah tahun ini menjadi momentum penting dalam meneguhkan peran perguruan tinggi. Kampus tidak hanya fokus mencetak lulusan yang unggul dalam bidang akademik. Lebih dari itu, institusi pendidikan memegang tanggung jawab besar dalam pembentukan nilai spiritual mahasiswa.
Rektor UNIMUGO, Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si, menyampaikan pesan mendalam tersebut saat memberikan khutbah di hadapan ribuan jamaah. Dalam khutbah bertema “Membangun Karakter Bangsa yang Unggul Melalui Iduladha 1447 H,” ia mengingatkan bahwa ibadah kurban memiliki esensi yang sangat luas.
Makna Iduladha 1447 H dan Krisis Karakter
Menurut Sofyan, masyarakat tidak boleh melihat momentum ini sebagai ritual tahunan semata. Keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail harus menjadi cermin bagi generasi muda saat ini. Nilai-nilai inilah yang akan membentengi mereka dari mentalitas instan.
“Semangat Idul Adha mengajarkan kepada kita tentang pengorbanan dan keikhlasan dalam menjalankan amanah. Karakter inilah yang menjadi pondasi lahirnya generasi unggul yang mampu membawa perubahan bagi masyarakat dan bangsa,” ujar Prof. Dr. Sofyan Anif, M.Si.
Beliau juga menegaskan bahwa pembangunan bangsa yang unggul harus berakar dari kualitas manusianya. Tanpa integritas yang kuat, sebuah bangsa akan rapuh di tengah persaingan global. Oleh karena itu, kepedulian sosial harus terus tumbuh di lingkungan kampus dan masyarakat.
Komitmen UNIMUGO Cetak Generasi Unggul
Pihak kampus menyadari tantangan moral yang dihadapi generasi muda saat ini sangat kompleks. Menjawab persoalan tersebut, institusi terus mengintegrasikan nilai akademik dengan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan. Langkah ini menjadi strategi utama untuk melahirkan pemimpin masa depan yang berakhlak mulia.
Penyelenggaraan sholat jamaah bersama warga sekitar ini juga membuktikan komitmen tersebut secara nyata. Melalui interaksi langsung, para mahasiswa dapat mengasah kepekaan sosial mereka sejak dini. Aktivitas keagamaan seperti ini sekaligus mempererat hubungan ukhuwah antar-sesama umat.
Suasana religius yang menyejukkan menyelimuti seluruh area kampus sepanjang pelaksanaan ibadah. Antusiasme jamaah yang hadir menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat akan ruang spiritual yang inklusif. Pihak panitia juga memastikan seluruh rangkaian acara berjalan tertib dan khidmat hingga akhir.
Melalui momentum religius ini, institusi berharap dapat terus menebarkan nilai-nilai kebaikan secara konsisten. Semangat pengorbanan Iduladha diharapkan tidak lenyap seiring berlakunya waktu. Nilai tersebut harus menjelma menjadi inspirasi nyata demi mewujudkan generasi unggul yang berkontribusi bagi kemajuan umat, bangsa, dan negara.
Kontributor : Humas UNIMUGO
Editor: Al-Afasy
The post Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda appeared first on Muhammadiyah Jateng.



