Kementerian Agama (Kemenag) RI kini menetapkan awal bulan Dzulhijjah 1447 Hijriah jatuh pada pertengahan Mei 2026. Oleh karena itu, umat Islam sebaiknya memanfaatkan sepuluh hari pertama di bulan ini untuk mendulang pahala melalui amalan puasa sunnah.
Keutamaan waktu mulia ini muncul dalam Al-Qur’an melalui Surat Al-Fajr ayat 1–2:
وَالْفَجْرِ وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Artinya: “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”
Sebagian besar mufasir menjelaskan bahwa istilah “malam yang sepuluh” tersebut merujuk pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Selain itu, Rasulullah SAW juga bersabda mengenai istimewanya waktu tersebut:
مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهَا أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الْأَيَّامِ الْعَشْرِ
Artinya: “Tidak ada hari-hari di mana amal saleh lebih dicintai Allah melebihi hari-hari ini, yaitu sepuluh hari pertama Dzulhijjah.” (HR. Bukhari)
Supaya ibadah Anda berjalan maksimal dan sah secara fikih, silakan pelajari jadwal lengkap, syarat, hingga bacaan niat puasa Dzulhijjah pada Mei 2026 berikut ini.
Jadwal Puasa Dzulhijjah Mei 2026
Umat Muslim dapat menunaikan ibadah puasa sunnah ini mulai tanggal 1 hingga 9 Dzulhijjah. Selanjutnya, umat Islam mengenal hari ke-8 sebagai Puasa Tarwiyah, sedangkan hari ke-9 merupakan Puasa Arafah.
Berikut ini adalah tabel kalender lengkap puasa Dzulhijjah 2026:
| Hari/Tanggal | Tanggal Dzulhijjah | Jenis Puasa Sunnah |
| Senin, 18 Mei 2026 | 1 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-1 |
| Selasa, 19 Mei 2026 | 2 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-2 |
| Rabu, 20 Mei 2026 | 3 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-3 |
| Kamis, 21 Mei 2026 | 4 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-4 |
| Jumat, 22 Mei 2026 | 5 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-5 |
| Sabtu, 23 Mei 2026 | 6 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-6 |
| Minggu, 24 Mei 2026 | 7 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Dzulhijjah Hari ke-7 |
| Senin, 25 Mei 2026 | 8 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Tarwiyah |
| Selasa, 26 Mei 2026 | 9 Dzulhijjah 1447 H | Puasa Arafah |
Syarat Sah dan Adab Puasa Dzulhijjah
Agar Allah SWT menerima ibadah kita, kita harus membedakan antara syarat sah puasa menurut hukum fikih serta adab penunjang pahala.
1. Syarat Sah Puasa
Memeluk Agama Islam: Hanya seorang Muslim yang sah menjalankan ibadah ini.
Memiliki Akal Sehat: Orang tersebut harus sudah tamyiz atau bisa membedakan hal baik dan buruk.
Suci dari Haid dan Nifas: Kaum wanita wajib berada dalam kondisi suci dari darah haid maupun nifas.
Mempunyai Niat: Mengucapkan niat puasa dengan tulus hanya karena Allah SWT.
Mengendalikan Diri: Mampu menahan diri dari segala hal membatalkan sejak fajar terbit hingga matahari terbenam.
2. Adab dan Persiapan Fisik
Menunaikan Sahur: Menyantap makanan sahur sangat membantu menjaga stamina tubuh selama berpuasa.
Mengontrol Lisan: Hindari perilaku ghibah atau berkata buruk demi menjaga keutuhan pahala puasa.
Memperbanyak Dzikir: Isilah hari-hari istimewa ini dengan kalimat takbir, tahmid, dan tahlil.
Menjaga Stamina: Aturlah waktu tidur dengan baik, kurangi begadang, dan minumlah air putih yang cukup saat berbuka.
Bacaan Niat Puasa Dzulhijjah, Tarwiyah, dan Arafah
Anda bisa melafalkan niat ini di dalam hati atau mengucapkannya secara lisan pada malam hari sebelum berpuasa.
Niat Puasa Dzulhijjah (Hari ke 1–7)
نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِي الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma syahri dzil hijjah sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah / Senin, 25 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah Ta’ala.”
Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah / Selasa, 26 Mei 2026)
نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ‘arafata sunnatan lillahi ta’ala.
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah Ta’ala.”
Momentum Refleksi Spiritual dan Sosial
Pada hakikatnya, puasa Dzulhijjah bukan sekadar ritual menahan lapar dan dahaga. Melalui ibadah ini, kita justru belajar menumbuhkan rasa empati sekaligus kepedulian sosial terhadap sesama yang kekurangan. Bahkan, kisah para ulama terdahulu memperlihatkan bagaimana mereka menyambut sepuluh hari pertama Dzulhijjah layaknya “Ramadan kecil” dengan memperbanyak sedekah.
Oleh karena itu, di tengah kesibukan dunia modern yang menyita waktu, momentum Dzulhijjah Mei 2026 menjadi jeda spiritual yang sangat berharga. Kesempatan ini menuntun kita untuk memperbaiki kualitas hati dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jadi, jangan biarkan hari-hari mulia ini berlalu begitu saja tanpa amalan terbaik.
Editor: Alafasy
The post Peluang Hapus Dosa Dua Tahun, Ini Jadwal Puasa Tarwiyah dan Arafah Mei 2026 Beserta Syaratnya appeared first on Muhammadiyah Jateng.




