PWMJATENG.COM, BANYUMAS – Majelis Pemberdayaan Masyarakat atau MPM Daerah Cilacap mengirimkan 11 peserta dalam Sekolah Kader Pemberdayaan Masyarakat atau SEKAM Jawa Tengah Angkatan Pertama Regional Banyumas Raya.
Kegiatan tersebut resmi dibuka oleh Ketua PDM Banyumas, H.M. Djohar, pada Jumat (24/4/2026), di Aula Gedung Eduwisata BBPTUHPT Baturraden, Banyumas.
SEKAM Jawa Tengah Angkatan Pertama Regional Banyumas Raya diikuti 59 peserta dari Kabupaten Cilacap, Purbalingga, Banjarnegara, dan Banyumas sebagai tuan rumah.
SEKAM Jawa Tengah Jadi Ruang Kaderisasi Pemberdayaan
Salah satu peserta dari Cilacap, Budhi Burhan Zain, berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang transfer ilmu. Menurutnya, SEKAM juga perlu menjadi wadah kolaborasi antarkader pemberdayaan.
“Melalui forum ini, peserta dapat saling berbagi pengalaman pemberdayaan dari berbagai daerah, membangun jejaring, serta menumbuhkan solidaritas untuk menciptakan langkah-langkah baru dalam pendampingan masyarakat,” ungkapnya.
Ia berharap kegiatan ini mampu melahirkan kader pemberdayaan yang kompeten, adaptif, dan berdaya saing.
“Kader pemberdayaan perlu hadir untuk menjawab tantangan pembangunan masyarakat, khususnya di sektor ketahanan pangan dan ekonomi berbasis komunitas,” tambahnya.
Dorong Ketahanan Pangan dan Regenerasi Petani
Dalam sambutannya, H.M. Djohar menyampaikan pentingnya gerakan ketahanan pangan. Ia menjelaskan bahwa ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya kebutuhan pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau.
Menurutnya, ketahanan pangan harus ditopang oleh tiga pilar utama, yaitu ketersediaan, distribusi, dan konsumsi.
“Upaya ini menjadi bagian penting dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals atau SDGs ke-2, termasuk regenerasi petani milenial dan optimalisasi pemanfaatan lahan,” ujarnya.
Djohar juga menyampaikan bahwa dirinya mendapat amanah sebagai “Duta Pangan” untuk turut mendorong kemandirian pangan nasional.
MPM sebagai Bagian dari Trisula Muhammadiyah
Sementara itu, Ketua MPM PWM Jawa Tengah, Fatchurrachman, menegaskan bahwa MPM memiliki peran strategis dalam gerakan pemberdayaan masyarakat.
Ia menyebut MPM sebagai salah satu dari tiga elemen penting yang kerap disebut Trisula Muhammadiyah, bersama MDMC dan Lazismu.
Menurutnya, ketiga elemen tersebut memiliki peran penting dalam menggerakkan filantropi, respons kemanusiaan, dan pemberdayaan masyarakat modern pada abad kedua Muhammadiyah.
Peserta Ikuti Materi dan Praktik Lapangan
Kegiatan SEKAM Jawa Tengah Regional Banyumas Raya berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 24–26 April 2026.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya mendapatkan materi di dalam kelas. Mereka juga mengikuti pembelajaran praktik lapangan.
Materi yang disampaikan meliputi falsafah pemberdayaan masyarakat, manajemen pemeliharaan kambing perah, kesehatan hewan, praktik budidaya, model bisnis ekosistem terpadu, hingga pengolahan susu pasteurisasi.
Peserta juga dijadwalkan melakukan praktik langsung di unit peternakan Baturraden Farm Manggala. Lokasi tersebut merupakan salah satu pusat rearing utama di bawah Kementerian Pertanian Republik Indonesia yang berada di lereng Gunung Slamet.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal penguatan kader pemberdayaan masyarakat Muhammadiyah di wilayah Banyumas Raya, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan dan ekonomi berbasis komunitas.
Kontributor: Wasis
Editor: Al-Afasy
The post MPM Daerah Cilacap Kirim 11 Peserta pada SEKAM Jawa Tengah Regional Banyumas Raya appeared first on Muhammadiyah Jateng.



