PWMJATENG.COM, Surakarta – Pemanfaatan Interactive Flat Panel (IFP) di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Surakarta mendorong terciptanya pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) yang lebih interaktif, kolaboratif, dan menyenangkan. Salah satu praktik tersebut terlihat dalam kegiatan belajar mengajar di kelas III yang dipandu guru PAI, Dwi Jatmiko.
Dalam pembelajaran itu, Jatmiko memadukan alat peraga manual dengan layar sentuh IFP saat menyampaikan materi QS At-Tin tentang penciptaan manusia serta pentingnya iman dan amal saleh.
Menurutnya, penggunaan IFP membuat siswa lebih antusias mengikuti pelajaran PAI maupun Bahasa Arab karena materi disajikan secara visual dan interaktif.
“Anak-anak mengaku lebih antusias belajar PAI dan Bahasa Arab karena materi disajikan secara visual dan interaktif,” ujarnya.
Pemanfaatan IFP memudahkan guru, baik guru kelas maupun guru mata pelajaran, dalam mengakses berbagai sumber belajar melalui satu perangkat. Materi pembelajaran dapat disajikan dalam bentuk video, simulasi, hingga presentasi yang terintegrasi.
Jatmiko menambahkan, penggunaan IFP juga mendukung penanaman nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari. Materi yang disajikan secara menarik dinilai lebih mudah diingat dan dipraktikkan oleh siswa.
Nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab, lanjutnya, dapat ditanamkan melalui media visual dan aktivitas langsung di kelas.
“Dengan demikian, pembelajaran PAI dengan media IFP mampu meningkatkan pemahaman, keterlibatan, dan pembentukan karakter peserta didik,” imbuhnya.
Siswa di sekolah yang berlokasi di Jalan Kartini itu juga dapat menyentuh, menulis, dan menggeser objek langsung di layar IFP. Keterlibatan tersebut membuat suasana belajar menjadi lebih aktif.
“Jadi ada keterlibatan langsung dari anak-anak. Terkadang anak-anak sudah tahu lebih dulu terkait fitur atau tren permainan edukasi di IFP dan mengajukan ke guru untuk dicoba di kelas,” bebernya.
Salah satu siswa kelas 3D, Arsakha Zakir Alghifari, mengaku pembelajaran dengan IFP membuat proses belajar menjadi lebih menyenangkan.
“Belajar dengan IFP lebih menyenangkan dan membantu untuk menjawab soal PAI dan Bahasa Arab,” ungkapnya.
Pemanfaatan teknologi pembelajaran seperti IFP menunjukkan upaya sekolah dalam menghadirkan proses belajar yang berkemajuan. Melalui media interaktif, siswa tidak hanya lebih mudah memahami materi, tetapi juga terdorong untuk lebih aktif dan mandiri dalam belajar.
Kontributor: Dwi Jatmiko
Editor: Al-Afasy
The post Pembelajaran PAI dengan IFP di SD Muhammadiyah 1 Ketelan Semakin Interaktif appeared first on Muhammadiyah Jateng.



