Rekomendasi Tempat Bersejarah di Madinah yang Bisa Dikunjungi Jemaah Haji
INFOMU.CO | Jakarta – Tempat bersejarah di Madinah menjadi destinasi penting yang sering dikunjungi jemaah haji maupun umrah. Kota ini menyimpan banyak jejak perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabat dalam menyebarkan Islam.
Selain menjadi kota suci kedua setelah Makkah, Madinah juga memiliki nilai spiritual yang kuat. Banyak lokasi bersejarah yang tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga memberikan pelajaran tentang sejarah Islam.
8 Tempat Bersejarah di Madinah yang Bisa Dikunjungi Saat Haji
Dikutip dari buku Panduan Pintar Manasik Haji dan Umrah oleh H. Ahmad Zacky, buku Blusukan di Makkah dan Madinah oleh Hasanudin Abdurakhman, dan buku Histori 72 Masjid di Tanah Suci dalam Khazanah Sunnah Nabi oleh H. Brilly El-Rasheed, berikut beberapa tempat bersejarah di Madinah yang dapat dikunjungi jemaah saat haji.
1. Masjid Nabawi
Masjid Nabawi merupakan salah satu masjid paling utama dalam Islam yang terletak di Madinah. Di dalamnya terdapat makam Rasulullah SAW, serta Abu Bakar dan Umar. Selain itu, ada Raudhah yang diyakini sebagai tempat mustajab untuk berdoa, berada di antara makam Rasulullah dan mihrab.
Masjid ini dikenal dengan keindahan dan kemegahannya, termasuk kubah hijau (Green Dome) yang berada di atas makam Rasulullah. Bangunannya juga dilengkapi teknologi modern seperti kubah dan payung raksasa yang dapat membuka dan menutup secara otomatis. Dengan area yang sangat luas dan fasilitas lengkap, Masjid Nabawi menjadi salah satu tujuan utama jemaah haji dan umrah.
2. Makam Rasulullah SAW
Makam Nabi Muhammad terletak di dalam Masjid Nabawi, tepat di bawah kubah hijau (Green Dome). Di sampingnya juga dimakamkan Abu Bakar dan Umar bin Khattab.
Makam ini tidak dapat dilihat langsung karena tertutup dan dijaga. Biasanya jemaah berziarah dengan melewati area tersebut setelah dari Raudhah atau selesai salat.
Bangunan makam memiliki beberapa pintu utama, yaitu Pintu At-Taubah (barat), Pintu Fatimah (timur), Pintu Tahajjud (utara), serta pintu yang mengarah ke Raudhah.
Doa ketika di Makam Rasulullah SAW
َالسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ ورحمةُ اللهِ وبركاته، اللهم صل على محمد وعلى آل محمد كما صَلَّيْت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد، اللهم بارك على محمد وعلى آل محمد كما َباركت على إبراهيم وعلى آل إبراهيم إنك حميد مجيد. أشهدُ أَنَّكَ رَسُوْلُ الله حَقاً، وأَنَّكَ قَدْ بَلَغْت َالرسالةَ، وأَدَّيْتَ الْأَمَانَةَ، ونَصَحْتَ الْأُمَّةَ، وجَاهَدْتَ في اللهِ حَقَّ جِهَادِهِ، فجزاك اللهُ عنْ أُمَّتِك أَفضلُ ما جزى نَبِيُّنَا عن أمته
Latin: Assalaamu’alaika ayyuhan nabiyyu wa rahmatullahi wa barakaatuhu. Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa shalayta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Allahumma baarik ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad kamaa baarakta ‘ala aali Ibrahim, innaka hamiidum majiid. Asyhadu annaka Rasulullahi haqgan, wa annaka qad ballaghtar risaalata, wa addaital amaanata, wa nashahtal ummata, wa jaahadta fil laahi haqqa jihaadihi, fajazaakallahu ‘ala ummatika afdhalu ma jaza nabiyyuna ‘an ummatihi.
Artinya: Ya Allah semoga shalawat terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana shalawat terlimpah kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim, Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Ya Allah semoga keberkahan terlimpah kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau berkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji lagi Maha Mulia. Aku bersaksi bahwa Engkau (Muhammad) adalah Rasulullah yang haq. [Aku bersaksi bahwa Engkau] (Muhammad) telah menyampaikan risalah kenabian, telah menunaikan amanah, telah menasihati umat ini, dan berjihad di jalan Allah dengan sungguh-sungguh. Semoga Allah membalasmu atas apa yang telah Engkau perbuat untuk umatmu, lebih dari balasan para Nabi atas apa yang telah mereka perbuat untuk umatnya.
3. Raudhah Asy-Syarifah
Raudhah adalah area khusus di dalam Masjid Nabawi yang terletak di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar. Tempat ini dikenal sebagai salah satu lokasi mustajab untuk berdoa.
Raudhah sering disebut sebagai “taman surga”, sebagaimana hadis Nabi yang menyebutkan bahwa area antara rumah dan mimbar beliau merupakan bagian dari taman surga. Luasnya sekitar 22 × 15 meter, ditandai dengan pilar-pilar putih dan lantai berkarpet khas, sehingga mudah dikenali oleh jemaah.
Benarkah Salman Al Farisi Disebut Bagian dari Ahlul Bait?
4. Masjid Quba
Masjid Quba merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW saat hijrah ke Madinah (dulu Yatsrib). Lokasinya sekitar beberapa kilometer dari Masjid Nabawi dan dapat ditempuh sekitar 15 menit.
Masjid ini dikenal dengan bangunan putihnya yang megah, memiliki beberapa kubah dan menara. Keutamaannya sangat besar, yaitu siapa yang berkunjung lalu melaksanakan salat dua rakaat di dalamnya akan mendapatkan pahala seperti umrah.
5. Kebun Kurma
Di sekitar Masjid Quba terdapat banyak kebun kurma karena wilayahnya subur. Namun, yang biasanya dikunjungi jemaah adalah toko kurma yang berada di area kebun tersebut.
Salah satu yang paling terkenal adalah kurma ajwa, yang dikenal sebagai kurma kesukaan Nabi. Dalam hadis disebutkan bahwa mengonsumsi tujuh butir kurma ajwa dapat memberikan perlindungan dari racun dan sihir.
Selain itu, terdapat berbagai jenis kurma lain yang juga sering dikaitkan dengan manfaat kesehatan, meskipun sebagian informasi yang beredar berasal dari cerita atau penjelasan pemandu setempat.
6. Makam Baqi’
Dikutip dari buku Dua Hati di Tanah Suci oleh Jondri Akmal, Jannatul Baqi adalah kompleks pemakaman umat Islam di Madinah yang memiliki nilai sejarah penting. Sejak masa Nabi Muhammad SAW setelah hijrah, tempat ini dijadikan pemakaman kaum Muslim, dan tercatat ribuan sahabat serta keluarga Nabi dimakamkan di sini.
Baqi’ juga dikenal sebagai Jannatul Baqi’ atau Baqi’ Al-Gharqad, yang berarti kawasan yang dahulu ditumbuhi pepohonan berduri. Letaknya berada di tenggara Masjid Nabawi dengan area yang sangat luas.
Ziarah ke makam Baqi’ dianjurkan karena selain mengenang sejarah para sahabat dan keluarga Nabi, juga memiliki nilai spiritual bagi umat Islam.
Seperti yang tertera dalam Hadis Rasulullah SAW Dari Ibnu Umar RA. Rasulullah SAW bersabda,
“Aku adalah orang pertama yang akan dikeluarkan dari bumi, kemudian Abu Bakar dan Umar. Kemudian kami dibangkitkan dan kami pergi menuju Baqi, lalu mereka semua dibangkitkan bersamaku. Setelah itu, aku menunggu penduduk Makkah, dan mereka semua dibangkitkan bersamaku. Mereka semua berkumpul memenuhi antara dua Tanah Haram (Makkah dan Madinah). (HR. Ahmad dan Tirmidzi.)
7. Jabal Uhud
Jabal Uhud adalah gunung yang terletak di utara Madinah dengan ketinggian sekitar 1.050 meter di atas permukaan laut. Tempat ini memiliki nilai sejarah penting karena menjadi lokasi terjadinya Perang Uhud pada bulan Syawal tahun ke-3 Hijriah.
Dalam peristiwa tersebut, sekitar 700 pasukan Muslim menghadapi 3.000 kaum Quraisy. Awalnya umat Islam unggul berkat strategi dan posisi pertahanan di sekitar Jabal Uhud yang sangat strategis. Nabi Muhammad SAW bahkan telah berpesan agar pasukan tidak meninggalkan posisi tersebut, karena gunung ini menjadi titik penting dalam menahan serangan musuh.
Namun, para pemanah di atas Gunung Uhud melihat harta milik kaum kafir Makkah yang berserakan. Mereka tergiur lalu turun untuk mengambilnya. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Khalid bin Walid, yang saat itu masih berada di pihak Quraisy. Melihat posisi pemanah kosong, ia memutar pasukan, naik ke Gunung Uhud, lalu menyerang dari arah belakang. Di situlah kaum muslimin mengalami kekalahan.
8. Masjid Qiblatain
Masjid Qiblatain adalah salah satu masjid bersejarah di Madinah yang terkenal karena kaitannya dengan peristiwa perubahan arah kiblat. Letaknya sekitar 3,5 km di barat laut Masjid Nabawi, tepatnya di wilayah Bani Salamah.
Masjid ini dibangun sebelum peristiwa perpindahan kiblat. Nama “Qiblatain” berarti dua kiblat, karena di tempat inilah terjadi peralihan arah salat dari Baitul Maqdis ke Ka’bah saat Nabi Muhammad SAW sedang memimpin salat berjamaah.
Peristiwa perubahan kiblat tersebut diabadikan dalam Surah Al-Baqarah ayat 144:
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَا ۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ ۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗ
Latin: Qad narā taqallubaka wajhika fis-samā'(i), fa lanuwalliyannaka qiblatan tarḍāhā, fawalli wajhaka syaṭral-masjidil-ḥarām(i), wa ḥaiṡumā kuntum fawallū wujūhakum syaṭrah(ū)
Artinya: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, Palingkanlah mukamu ke arahnya. (dtk)




