Ratusan Jamaah Muhammadiyah Medan Hadiri Silaturrahim dan Pelepasan Jamaah Calon Haji
- KBIHU Muhammadiyah Medan Berangkatkan 92 JCH 2026
- Sekretaris PP Muhammdiyah Resmikan Penggunaan Ruang Belajar SMKM-09 Medan
INFOMU.CO | Medan – Lebih 500 jamaah Muhammadiyah menghadiri kegiatan silaturrahim Syawal 1447 H dan Pelepasan Jamaah Calon Haji (JCH) Muhammadiyah Kota Medan. Kegiatan berlangsung, Ahad (12/4) di halaman SMKM-09 Medan dihadiri Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin.
Rangkaian Silaturrahim Syawal 1447 selain melepas 92 JCH KBIHU Kota Medan juga ditandai dengan peresmian pengoperasian ruang belajar baru SMKM-09.
Hadir pada acara silaturrahim Syawal 1447, selain Sekretaris PP Muhammadiyah Izzul Muslimin, Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution, juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Medan Maulana Siregar MA
Sekretaris Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Izzul Muslimin, menghadiri Silaturahmi Idulfitri 1447 H Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan pada Ahad (12/4). Dalam tausiyahnya, ia menyampaikan pesan-pesan penting dari Surah Ali Imran ayat 133 tentang jalan menuju surga.
Ia menjelaskan bahwa Allah menjanjikan ampunan dan surga yang luas bagi orang-orang yang bertakwa. “Allah akan memberikan maghfirah dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi bagi orang-orang bertakwa,” ujarnya.
Menurutnya, luas bumi masih dapat diukur oleh ilmu pengetahuan, tetapi langit hingga kini belum dapat diukur secara pasti. Hal itu menunjukkan bahwa luas surga Allah tidak terhingga dan melampaui batas kemampuan manusia.
“Artinya luas surga Allah itu tidak terkira dan tidak ada batasnya,” jelasnya.

Namun demikian, Izzul menegaskan bahwa surga tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang memenuhi syarat-syarat tertentu sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya adalah mereka yang gemar berinfak baik dalam kondisi lapang maupun sempit.
Ia mengapresiasi semangat PDM Kota Medan yang aktif dalam menggerakkan infak untuk pembangunan Mushola SMK 9 Muhammadiyah. “Ini bagian dari implementasi nilai Al-Qur’an yang luar biasa,” katanya.
Selain infak, ia juga menekankan pentingnya kemampuan menahan amarah sebagai syarat meraih surga. Menurutnya, marah adalah hal yang manusiawi, tetapi tidak boleh menjadi sifat yang dominan dalam diri seseorang.
Ia menambahkan bahwa ada situasi tertentu di mana kemarahan diperlukan sebagai bentuk ketegasan terhadap kesalahan. Namun, jika tidak dikendalikan, kemarahan justru dapat merusak hubungan dan memicu kesalahan yang berulang.
Syarat lainnya adalah kemampuan untuk memberi maaf kepada sesama, yang menjadi inti dari tradisi halal bihalal. Ia mengingatkan bahwa memaafkan tidak berarti menghapus kewajiban, seperti utang yang tetap harus diselesaikan.
“Maaf bukan berarti menghapus semua kewajiban, hutang tetap harus dibayar dan akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Izzul mengaitkan pesan Surah Ali Imran ayat 133 dengan cita-cita Muhammadiyah sebagaimana tertuang dalam Muqaddimah AD/ART. Ia menegaskan bahwa tujuan gerakan Muhammadiyah adalah mengantarkan umat menuju pintu gerbang surga Allah.
“Namun baru sampai pintu, belum tentu masuk, sehingga perlu usaha personal untuk benar-benar meraihnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan agar warga Muhammadiyah menjaga keikhlasan dalam berorganisasi. Menurutnya, ada potensi seseorang terjebak dalam orientasi duniawi sehingga amal yang dilakukan menjadi sia-sia.
“Ada orang yang seolah menjadi ‘calo pintu surga’, aktif di Muhammadiyah tetapi niatnya bukan karena Allah,” ungkapnya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh warga persyarikatan untuk terus memperbaiki niat dalam setiap aktivitas. Ia menekankan pentingnya menjaga ketakwaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menghidupkan amar ma’ruf nahi munkar.
Ia juga mencontohkan keteladanan Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah dengan penuh keikhlasan tanpa kepentingan pribadi. “Inilah ciri khas Muhammadiyah, bekerja dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah,” pungkasnya.


Konflik Keamanan di Timur Tengah
Ketua PW Muhammadiyah Sumatera Utara Prof. Dr. Hasyimsyah Nasution MA pada sambutannya menyampaikan selama hari raya Idul Fitri 1447, juga mengucapkan selama jalan kepada jamaah calon haji KBIHU Kota Medan yang akan berangkat. Kata Hasyimsyah, walau pun konflik di Timur Tengah belum reda, ia berharap tidak sampai mengganggu prosesi ibadah haji. ” Semoga konflik itu bisa cepat selesai,” kata Hasyimsyah.
Terkait dengan eskalasi keamanan di Timur Tengah menjadikan kebutuhan diberbagai negara naik, termasuk kebutuhan haji, tapi pemerintah tidak membebani kenaikan harga-harga itu kepada jamaah. “Terima kasih kepada pemerintah yang tidak membebani kenaikan biaya haji kepada jamaah,” kata Hasyimsyah.
Tahun ini, KBIHU Medan memberangkatkan 92 Jamaah Calon Haji yang akan berangkat pada kloter pertama dan akan masuk asrama haji pada Selasa (21/4) dan terbang menuju Madinah pada Rabu dini hari (22/4). Rombongan JCH Medan itu dipimpin langsung oleh Ketua PDM Medan Maulana Siregar yang kali menjadi petugas haji Kota Medan. (Syaifulh/AH)






