Kader Muhammadiyah Sumatera Utara Tulis Buku “15 Khutbah Kemuhammadiyahan”
INFOMU.CO | Panyabungan – Upaya memperkuat dakwah pencerahan di lingkungan Persyarikatan terus dilakukan oleh para kader Muhammadiyah di berbagai daerah. Salah satunya datang dari Sumatera Utara, melalui karya terbaru seorang kader muda, Nurfauzy Lubis, M.Sos, yang menulis buku berjudul “15 Khutbah Kemuhammadiyahan”.
Nurfauzy Lubis bukanlah sosok yang asing dalam aktivitas dakwah dan pemikiran Muhammadiyah Mandailing Natal. Ia merupakan salah satu unsur pembantu pimpinan di Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mandailing Natal. Selain itu, ia juga terlibat sebagai bagian dari tim penulis Tafsir At-Tanwir yang disusun oleh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebuah karya monumental yang menjadi rujukan penting dalam pengembangan pemikiran Islam berkemajuan.
Lahir dari kegelisahan intelektual dan realitas dakwah di lapangan, buku ini hadir sebagai respons terhadap fenomena khutbah yang sering kali hanya menjadi rutinitas formal tanpa memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan militansi dan kesadaran ideologis warga Muhammadiyah. Menurut Nurfauzy, khutbah seharusnya tidak sekadar menjadi kewajiban mingguan, melainkan momentum strategis untuk menanamkan nilai-nilai Islam berkemajuan yang menjadi ciri khas Muhammadiyah.
“Khutbah memiliki potensi besar sebagai media transformasi nilai. Namun dalam praktiknya, sering kali belum dimaksimalkan untuk membangun kesadaran ideologis warga persyarikatan,” ungkapnya.
Melalui buku “15 Khutbah Kemuhammadiyahan”, Nurfauzy berupaya menghadirkan materi khutbah yang tidak hanya normatif, tetapi juga aplikatif dan kontekstual. Setiap khutbah disusun dengan merujuk pada nilai-nilai yang terkandung dalam Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), sehingga diharapkan mampu menjadi panduan praktis bagi para khatib dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang mencerahkan dan berkemajuan.
Buku ini memuat 15 tema khutbah yang berfokus pada penguatan akidah, ibadah, akhlak, serta komitmen terhadap gerakan Muhammadiyah. Bahasa yang digunakan disusun secara sistematis dan mudah dipahami, sehingga dapat digunakan oleh berbagai kalangan, baik dai, khatib, maupun kader Muhammadiyah di tingkat ranting hingga wilayah.
Lebih dari sekadar kumpulan teks khutbah, karya ini juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menghidupkan kembali semangat dakwah yang berorientasi pada perubahan sosial. Nurfauzy berharap, buku ini dapat menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat militansi kader serta meneguhkan identitas Muhammadiyah sebagai gerakan Islam yang berkemajuan.
“Ini adalah bagian dari ikhtiar kecil untuk menghadirkan khutbah yang tidak hanya didengar, tetapi juga dihayati dan diamalkan,” tambahnya.
Kehadiran buku ini mendapat respons positif dari berbagai kalangan, khususnya di lingkungan Muhammadiyah Mandailing Natal. Banyak yang menilai bahwa karya ini relevan dengan kebutuhan dakwah saat ini, terutama dalam menghadapi tantangan modernitas yang menuntut pendekatan dakwah yang lebih substansial dan berorientasi pada solusi.
Bagi para khatib, mubaligh, dan umat Islam yang ingin memiliki buku “15 Khutbah Kemuhammadiyahan”, dapat memperolehnya melalui Toko Suara Muhammadiyah (SM) secara online maupun di gerai resmi Toko SM. Selain itu, peminat juga dapat langsung menghubungi penulis melalui nomor penulis di 081364118791 untuk informasi lebih lanjut.
Dengan hadirnya karya ini, diharapkan semakin banyak kader Muhammadiyah yang tergerak untuk berkontribusi dalam pengembangan literasi dakwah, serta menjadikan khutbah sebagai media strategis dalam membangun peradaban Islam yang berkemajuan. (***)



