PWMJATENG.COM, Surakarta (5/4/2026) — PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta bersama DPD IMM Jawa Tengah menggelar bedah standar operasional prosedur (SOP) penanganan kekerasan seksual sebagai upaya memperkuat perlindungan kader dan menjaga integritas organisasi.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad itu menghadirkan Ketua Bidang Immawati DPD IMM Jawa Tengah, Khosiyatika, sebagai pemateri utama. Kehadirannya menegaskan pentingnya sinergi antara struktur wilayah dan cabang untuk menyamakan persepsi mengenai perlindungan kader, khususnya di lingkungan PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta.
Dalam forum tersebut, peserta melakukan evaluasi terhadap aturan penanganan kekerasan seksual yang selama ini berlaku di organisasi. Mereka menilai penyempurnaan SOP menjadi langkah penting agar regulasi internal lebih responsif terhadap perkembangan zaman dan mampu menjamin keadilan gender bagi seluruh kader.
Bedah SOP PPKS Jawab Tantangan Era Digital
Salah satu isu yang mengemuka dalam diskusi adalah kekerasan berbasis gender online (KBGO). Perkembangan teknologi informasi dinilai menuntut organisasi mahasiswa untuk lebih peka terhadap potensi kekerasan di ruang digital yang digunakan kader.
Ketua Umum PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta, Siti Rahma Lailatul Qodriya, menegaskan pentingnya kewaspadaan bersama terhadap ancaman di dunia maya. Menurutnya, perkembangan teknologi dapat membuka celah baru bagi pelaku kekerasan.
“Sangat menarik memang bedah SOP yang menjadi agenda tahunan, masing-masing periode dengan dinamika dan pembaruan dalam hal kekerasan berbasis gender. Pada pagi hari tadi banyak hal yang ternyata kembali menjadi sorotan dalam perkembangan zaman dan teknologi ini, salah satunya adalah kekerasan berbasis online,” ujarnya.
Ia menambahkan, perkembangan teknologi informasi turut memperbesar kemungkinan bertambahnya korban bila tidak diantisipasi dengan baik.
“Karena dari dunia maya siapa pun dapat menjadi pelaku, terkadang sebagian orang bersembunyi di balik kata ‘tidak tahu, tidak sengaja’. Sehingga hal ini menjadi perhatian bagi kita semua, utamanya kader IMM, untuk menjadi pelopor dan garda terdepan mencegah terjadinya kekerasan seksual, baik dalam lingkungan sosial, organisasi, ataupun lingkungan akademik,” tegasnya.
Penguatan Nilai dan Marwah Organisasi
Selain menyoroti aspek digital, kegiatan ini juga menekankan pentingnya penguatan karakter dan kesadaran personal kader perempuan. Pemahaman terhadap SOP PPKS dipandang bukan sekadar urusan administratif, melainkan bagian dari upaya menanamkan nilai perlindungan dan tanggung jawab moral dalam organisasi.
Kabid Immawati PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta, Muthmainnah Nur Wahidah, mengatakan pemahaman aturan menjadi kunci untuk menjaga marwah organisasi sekaligus melindungi sesama kader dari berbagai bentuk pelecehan.
“Dengan memahami SOP secara mendalam, Immawati harus mampu menjadi agen perubahan dalam menjaga marwah organisasi dan melindungi sesama kader, serta lebih menjaga dan menghormati diri sendiri dari pelecehan seksual dalam bentuk apa pun dan di mana pun,” ungkapnya.
Sebagai tindak lanjut, rumusan SOP hasil bedah tersebut akan segera diimplementasikan di tingkat cabang hingga komisariat. Langkah ini menjadi bentuk komitmen PC IMM Ahmad Dahlan Kota Surakarta dalam menciptakan ruang belajar dan ruang organisasi yang aman, adil, dan beradab bagi seluruh mahasiswa.
Editor: Al-Afasy
The post Sinergi dengan DPD, PC IMM Ahmad Dahlan Surakarta Perkuat SOP Perlindungan Kader appeared first on Muhammadiyah Jateng.





