Anak-anak TK Abas Two mengikuti kegiatan membuat bedug dari barang bekas pada Selasa (10/3/2026). Kegiatan ini bertujuan mengenalkan tradisi masyarakat dalam menyambut Idulfitri sekaligus melatih kreativitas anak.
Keceriaan tampak di kelas Ali TK Abas Two saat para siswa membuat bedug dari berbagai barang bekas. Kegiatan ini menjadi salah satu cara guru mengenalkan tradisi Ramadan dan Idulfitri kepada anak-anak sejak dini.
Berbekal kaleng bekas biskuit, toples plastik, serta bahan sederhana lainnya, anak-anak diajak memahami bahwa barang bekas dapat diolah menjadi karya yang menarik dan bermanfaat.
Membuat Bedug dari Barang Bekas
Dalam kegiatan tersebut, kaleng-kaleng bekas dihias menggunakan kertas krep berwarna-warni yang ditempel dengan double tape. Anak-anak terlihat antusias saat menggunting kertas dan menempelkan hiasan pada kaleng.
Mereka juga belajar memutar kaleng sambil menempelkan kertas serta mengoleskan lem. Perlahan, kaleng bekas itu berubah menjadi bedug kecil yang cantik dengan hiasan warna-warni.
Setelah selesai menghias, anak-anak mencoba memukul bedug hasil karya mereka. Suasana kelas pun semakin meriah saat mereka memukul bedug mengikuti ritme takbiran.
Wali kelas Ali, Ayun Indah Andini, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan melatih kreativitas, kerja sama, serta kesabaran anak.
“Selain melatih kreativitas, kegiatan menghias kaleng juga membantu mengembangkan motorik halus anak,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan tersebut sekaligus mengenalkan tradisi masyarakat menjelang Idulfitri, seperti memukul bedug dan takbir keliling yang kerap dilakukan untuk menyambut hari kemenangan.
Kontributor: Armiyati
Editor: Al-Afasy
The post Kreatif Sambut Idulfitri, Anak-anak TK Abas Two Membuat Bedug dari Barang Bekas appeared first on Muhammadiyah Jateng.





