PWMJATENG.COM, KUDUS – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Kudus menggelar Safari Ramadan yang sarat akan autokritik di Aula Muhammadiyah Kudus, Ahad (8/3). Kajian ini menyoroti fenomena “ketimpangan rukun Islam” di Indonesia, khususnya di wilayah Kota Kretek, di mana antusiasme menunaikan ibadah haji melonjak namun kesadaran berzakat sering kali terabaikan.
Narasumber kajian, Ikhwanushoffa, secara lugas menyentil pola keberagamaan masyarakat yang dinilai sering melompati prioritas. Ia melihat banyak umat Islam yang begitu gigih mengantre haji, namun belum tertib dalam menunaikan zakat mal yang secara urutan rukun Islam berada di posisi sebelumnya.
“Padahal setelah salat, ada zakat dan puasa baru kemudian haji. Mengapa zakat dan puasa tidak dilatih sejak kecil? Seharusnya anak-anak kita dididik bersedekah agar kelak menjadi pribadi yang ringan tangan, bukan sekadar manasik haji,” tegasnya di hadapan jamaah.
Ikhwanushoffa juga memberikan kritik tajam terhadap gaya hidup masyarakat yang rela merogoh kocek hingga puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk urusan seremonial. Ia mencontohkan biaya resepsi pernikahan yang mewah atau acara pamitan haji yang memakan biaya besar namun minim dampak sosial.
“Uang yang digunakan untuk pamitan haji atau resepsi itu, jika disedekahkan, berapa banyak orang miskin yang terbantu? Masalah kemiskinan pasti berkurang drastis jika kita benar-benar mengamalkan Surah Al-Ma’un,” ujarnya penuh penekanan.
Mengutip QS. Ali Imran ayat 133-134, ia mengingatkan bahwa ciri utama orang bertakwa (muttaqin) adalah mereka yang gemar berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit. Shalat yang dilakukan seseorang seharusnya mampu menghapus sifat kikir dan menumbuhkan kepedulian nyata terhadap sesama.
Melalui Safari Ramadan ini, Lazismu Kudus mengajak seluruh jamaah untuk melakukan transformasi mental. Fokus yang semula hanya pada kemewahan pribadi dan seremonial ritual, diharapkan bergeser menjadi penguatan kepedulian sosial melalui Zakat, Infak, dan Sedekah (ZIS) demi kemaslahatan umat yang lebih luas.
Kontributor: Rizky Maradona | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Kritik Lazismu Kudus: Antusiasme Haji Tinggi, Mengapa Kesadaran Zakat Masih Rendah? appeared first on Muhammadiyah Jateng.






