PWMJATENG.COM, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mempertegas komitmennya dalam membangun ekosistem penelitian tingkat global melalui agenda Sosialisasi Program Riset Strategis BRIN 2026-2030. Kegiatan ini menghadirkan langsung Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) RI, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., di Gedung Induk Siti Walidah, Minggu (1/3).
Forum ini menjadi momentum penting bagi konsolidasi riset antar-Perguruan Tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA). Hadir dalam kesempatan tersebut jajaran Rektor dari UMPKU, UMMAT, UMUKA, UNISA Solo, hingga UMKLA bersama tim kolaborasi riset masing-masing.
Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., mengistilahkan pertemuan ilmiah ini sebagai “Tadarus Riset”. Istilah tersebut menggambarkan semangat kolektif untuk terus membaca dan membedah peluang inovasi demi kemajuan umat dan bangsa.
Prof. Harun mengungkapkan bahwa UMS saat ini menjadi motor program RISPRO-LPDP Berkemajuan dengan total pendanaan mencapai Rp20 Miliar. “Meritokrasi riset di UMS sudah berjalan mapan. Kami memenangi enam judul RISPRO dan lima judul dari BRIN. Target kami tahun depan perolehan ini meningkat dua kali lipat, terutama pada fokus pengurangan impor pangan, energi, dan farmasi,” tegas Rektor UMS.
Wakil Rektor V Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Ir. Supriyono, Ph.D., menjelaskan bahwa UMS telah mengklasifikasi riset secara profesional berdasarkan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT).
Saat ini, UMS memiliki 30 riset di level pengembangan (TKT 4–6) dan 10 di antaranya tengah mendekati tahap hilirisasi. Beberapa produk kesehatan dan aplikasi komunikasi digital milik UMS bahkan telah mencapai TKT 7–9 dan berhasil menghasilkan pendapatan bagi universitas (income generating).
Dalam paparannya, Kepala BRIN Arif Satria memberikan apresiasi tinggi atas progresivitas UMS. Ia menekankan bahwa riset tidak boleh berhenti di perpustakaan atau jurnal semata, tetapi harus menjadi solusi industri dan masyarakat.
“Riset harus berdampak. Saya bangga dengan komitmen UMS dalam membangun ekosistem riset yang sistematis. Kemajuan bangsa ditentukan oleh jumlah peneliti yang terlibat aktif dalam inovasi yang menjawab persoalan real di lapangan,” ungkap Prof. Arif Satria.
Kegiatan sosialisasi ini diharapkan mampu mendorong para dosen dan peneliti di lingkungan PTMA untuk menyinergikan roadmap penelitian mereka dengan agenda strategis nasional demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Kontributor: Fika | Humas
Editor: Al-Afasy
The post Kepala BRIN di UMS: Riset Harus Menjadi Jawaban Atas Persoalan Bangsa appeared first on Muhammadiyah Jateng.




