UMSU Gelar Pemberian Kompetensi Tambahan dan Uji Kompetensi Konstruksi
INFOMU.CO | Medan – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) berkolaborasi dengan Balai Jasa Konstruksi (BJKW) Wilayah 1 Banda Aceh gelar Pemberian Kompetensi Tambahan (PKT) dan Uji Kompetensi SDM Vokasional klasifikasi ahli jenjang 7 dan terampil jenjang 6 digelar di Auditorium Kampus, pada Selasa-Sabtu (24–28/2).
Kegiatan diikuti sebanyak 285 peserta terdiri dari 111 peserta jenjang 6 (terampil) dan 174 peserta jenjang 7 (ahli muda). Selain dari UMSU, peserta berasal dari berbagai perguruan tinggi, antara lain Universitas Sumatera Utara, Universitas Negeri Medan, Politeknik Negeri Medan, Universitas Prima Indonesia, serta 86 peserta dari Universitas Teuku Umar Meulaboh yang mengikuti secara daring.
Acara dibuka langsung oleh Rektor UMSU Prof. Dr. Agussani, MAP diwakili Wakil Rektor I UMSU, Prof. Dr. H. Muhammad Arifin Gult, S.H., M.Hum yang dalam sambutannya menekankan pentingnya integritas selain kompetensi.
“Pemberian kompetensi ini harus diimbangi dengan integritas. Kompetensi adalah sesuatu yang sangat sekarang ini diperlukan,” ujarnya .
Dia mengingatkan bahwa tanpa integritas, kompetensi tidak akan bermakna dalam praktik pembangunan.
Sebelumnya, Ketua Panitia sekaligus Kepala BJKW 1 Banda Aceh, Ir. Indra Suhada, ST., MT., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi.
“Penyelenggaraan kita pada hari ini adalah amanat dari Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi,” ujarnya .
Dia menjelaskan, kegiatan ini bertujuan mendukung peningkatan kualitas dan daya saing SDM vokasional di bidang jasa konstruksi, khususnya pada klasifikasi ahli jenjang 7 dan terampil jenjang 6.
“Maksud diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk mendukung peningkatan kualitas dan daya saing SDM vokasional di bidang jasa konstruksi,” katanya .
Kemudian, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Pelaksana Konstruksi Nasional (Apeknas) Sumut, H. Yusfik, menegaskan bahwa sertifikasi kompetensi bukan sekadar formalitas administratif.
“Sertifikasi bukan hanya formalitas administratif saja, melainkan juga sebagai bukti profesionalitas dan tanggung jawab,” tegasnya.
Dia juga menekankan bahwa sertifikasi harus menjadi standar minimum dalam dunia konstruksi.
“Sertifikasi harus menjadi standar minimum, bukan hanya pilihan,” katanya .
Selanjutnya, Direktur Kompetensi dan Produktivitas Tenaga Kerja Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum, Ir. Kimron Manik, M.Sc menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh kualitas SDM konstruksi.
“Keberhasilan pembangunan infrastruktur sangat ditentukan oleh kompetensi, profesionalisme, serta integritas tenaga kerja konstruksi,” katanya .
Dalam arahannya, Kimron turut menyoroti pentingnya membangun infrastruktur yang selaras dengan prinsip keberlanjutan dan harmonisasi dengan alam.
“Kita harus membangun selaras dengan alam, karena pembangunan ke depan tidak hanya berbicara teknis dan fisik, tetapi juga harmoni dengan lingkungan,” ujarnya .
Acara ditutup dengan penyematan rompi dan helm secara simbolis kepada perwakilan peserta, dilanjutkan sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan .
Turut hadir Ketua Pelaksana Sekaligus Kepala Balai Jasa Konstruksi Wilayah I Aceh Bapak Ir. Indra Suhada, S.T., M.T, Kepala Seksi Kompetensi dan Produktifitas Bina Teknik Dinas PUPR Sumut Suhardi, Dekan Fakultas TeknikU MSU, Assoc. Prof. Ir. Ade Faisal ST.,M.Sc.,Ph.D, Ketua Jurusan Teknik Sipil Polmed Ir. Efri Debby Ekinola Ritonga, S.T., M.T, para Pimpinan Progran Studi Dilingkungan Fakultas Teknik, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, para peserta kegiatan. (syaifulh)




