• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Agustus 18, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

    Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

    Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

    Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

    Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

    Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (II): Bayang-Bayang Kertas dan Darah: Sebuah Elegi Atas Delapan Dekade Republik

    Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (III): Kemerdekaan Ekonomi dalam Perspektif Rakyat Indonesia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

      Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

      Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

      Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

      Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

      Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (II): Bayang-Bayang Kertas dan Darah: Sebuah Elegi Atas Delapan Dekade Republik

      Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (III): Kemerdekaan Ekonomi dalam Perspektif Rakyat Indonesia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

        Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

        Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

        FafaBet9 – Quick‑Play Slots, Table Games and More

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

          Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

          Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

          Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

          Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

          Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (II): Bayang-Bayang Kertas dan Darah: Sebuah Elegi Atas Delapan Dekade Republik

          Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (III): Kemerdekaan Ekonomi dalam Perspektif Rakyat Indonesia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

            Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

            Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

            Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

            Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

            Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (II): Bayang-Bayang Kertas dan Darah: Sebuah Elegi Atas Delapan Dekade Republik

            Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (III): Kemerdekaan Ekonomi dalam Perspektif Rakyat Indonesia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

              Peut-on changer la devise sur VipLuck avis après l’inscription ?

              Pistolo Casino Review: Quick‑Hit Slots and Rapid‑Play Action

              FafaBet9 – Quick‑Play Slots, Table Games and More

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Puasa Menahan Lapar, Tapi Siapa Menahan Diri dari Penyimpangan MBG?

              admin by admin
              25/02/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Puasa Menahan Lapar, Tapi Siapa Menahan Diri dari Penyimpangan MBG?

               Oleh: Partaonan Harahap, ST,.MT

              WartaTerkait

              Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

              Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

              Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

              Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

              Bulan suci Ramadhan selalu hadir sebagai ruang jeda bagi kehidupan manusia. Ia bukan sekadar pergantian kalender hijriah atau momentum ritual tahunan, tetapi ruang refleksi yang memaksa kita berhenti sejenak dari hiruk-pikuk dunia dan bertanya kepada diri sendiri: sudahkah kita jujur? Sudahkah kita amanah? Sudahkah kita menjaga tanggung jawab yang dipercayakan kepada kita?

              Puasa mengajarkan lebih dari sekadar menahan lapar dan dahaga. Ia melatih kesabaran, kedisiplinan, empati, dan yang paling penting: integritas. Integritas adalah kemampuan untuk tetap benar meski tidak ada yang melihat. Dalam konteks pribadi, puasa menguji kejujuran batin. Dalam konteks sosial dan pemerintahan, ia menguji kualitas amanah publik.

              Di tengah suasana Ramadhan, pelaksanaan program sosial seperti MBG (Makan Bergizi Gratis) menjadi relevan untuk direfleksikan. Program ini dirancang untuk menjawab persoalan gizi dan ketimpangan akses pangan, terutama bagi anak-anak dan kelompok rentan. Secara konseptual, MBG adalah kebijakan yang sarat nilai kemanusiaan. Ia bertujuan memperkuat kualitas generasi bangsa melalui intervensi gizi yang sistematis.

              Namun sebagaimana kebijakan publik lainnya, MBG bukan hanya soal konsep, melainkan soal implementasi. Ketika muncul indikasi distribusi yang tidak sesuai prosedur, kualitas yang dipertanyakan, atau transparansi yang kurang terbuka, maka yang sedang diuji bukan hanya teknis pelaksanaan, tetapi nilai amanah itu sendiri

              Pertanyaannya menjadi sederhana namun mendalam, jika puasa mengajarkan kita menahan diri dari yang halal demi ketaatan kepada Allah SWT, mengapa dalam urusan kebijakan publik masih ada yang sulit menahan diri dari praktik yang merugikan masyarakat?

              Ramadhan dan Ujian Amanah dalam Kebijakan Publik

              Ramadhan selalu dipahami sebagai bulan penuh keberkahan. Namun keberkahan tidak turun begitu saja tanpa kesadaran moral. Ia lahir dari komitmen menjaga nilai. Amanah adalah salah satu nilai fundamental yang selalu ditekankan dalam ajaran Islam. Amanah berarti menjaga kepercayaan, menjalankan tanggung jawab sesuai aturan, dan tidak menyalahgunakan posisi untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

              Dalam konteks pemerintahan, amanah berwujud dalam tata kelola yang transparan, penggunaan anggaran yang tepat sasaran, serta pelaksanaan program sesuai prosedur. Ketika pemerintah meluncurkan MBG, masyarakat memberikan kepercayaan. Kepercayaan itu bukan sesuatu yang ringan. Ia adalah kontrak moral antara pengelola kebijakan dan rakyat.

              Program sosial seperti MBG memiliki dua dimensi sekaligus yaitu dimensi administratif dan dimensi etis. Secara administratif, ia tunduk pada regulasi, standar operasional, dan mekanisme pengawasan. Secara etis, ia berkaitan dengan kejujuran, tanggung jawab, dan keberpihakan kepada penerima manfaat.

              Masalah muncul ketika dimensi administratif dijalankan secara formalitas, sementara dimensi etis terabaikan. Prosedur mungkin ada di atas kertas, tetapi pelaksanaannya tidak diawasi dengan serius. Standar mungkin tertulis jelas, tetapi praktik di lapangan menyisakan celah.

              Ramadhan seharusnya menjadi momentum penguatan dimensi etis ini. Jika dalam kehidupan pribadi kita mampu menahan diri dari makan dan minum demi ketaatan, maka dalam kehidupan publik semestinya kita lebih mampu menahan diri dari godaan penyimpangan.

              Penyimpangan tidak selalu berbentuk besar dan mencolok. Ia bisa muncul dalam bentuk pengurangan kualitas bahan makanan, distribusi yang tidak tepat sasaran, atau kurangnya transparansi dalam pelaporan. Setiap celah kecil yang dibiarkan akan membesar jika tidak segera dikoreksi.

              Lebih jauh lagi, penyimpangan dalam program gizi memiliki dampak jangka panjang. Anak-anak yang seharusnya mendapatkan asupan berkualitas akan kehilangan haknya. Kepercayaan masyarakat akan terkikis. Dan yang paling berbahaya, budaya permisif terhadap ketidaksesuaian prosedur akan dianggap sebagai hal biasa.

              Ramadhan adalah bulan pengendalian diri. Ia mengajarkan bahwa pengawasan tertinggi bukanlah kamera atau auditor, melainkan kesadaran bahwa Allah Maha Melihat. Jika kesadaran ini benar-benar hidup dalam diri setiap pelaksana kebijakan, maka integritas tidak perlu dipaksakan dari luar.

              Namun realitas sosial sering kali menunjukkan bahwa kesadaran moral saja tidak cukup. Dibutuhkan sistem pengawasan yang kuat, transparansi yang terbuka, dan partisipasi masyarakat yang aktif. Amanah tidak boleh bergantung pada kebaikan individu semata, tetapi harus dijaga oleh struktur yang akuntabel.

              Menahan Lapar, Menahan Kekuasaan, Antara Diam dan Tanggung Jawab Sosial

              Puasa adalah latihan menahan diri. Ia mengajarkan bahwa tidak semua yang bisa dilakukan harus dilakukan. Dalam konteks kekuasaan, pelajaran ini menjadi sangat relevan. Kekuasaan memberikan akses, otoritas, dan sumber daya. Namun tanpa pengendalian diri, ia mudah berubah menjadi ruang penyalahgunaan.

              MBG sebagai program publik melibatkan anggaran, jaringan distribusi, dan struktur pelaksana. Di sinilah potensi penyimpangan bisa muncul. Bukan karena programnya salah, tetapi karena manusia yang menjalankannya memiliki kelemahan.

              Pertanyaan kritis yang perlu diajukan Adalah, siapa yang menahan diri ketika tidak ada yang mengawasi? Siapa yang memastikan bahwa standar dijalankan bukan karena takut sanksi, tetapi karena kesadaran moral?

              Dalam dinamika sosial, sering kali muncul dua sikap ekstrem. Di satu sisi, ada yang memilih diam dengan alasan sedang mengkaji dan tidak ingin terprovokasi. Di sisi lain, ada yang terlalu cepat menyimpulkan tanpa data yang cukup. Keduanya memiliki risiko.

              Diam terlalu lama dapat menimbulkan persepsi pembiaran. Sementara kritik tanpa dasar dapat menimbulkan kegaduhan. Jalan tengahnya adalah kontrol sosial yang konstruktif: berbasis data, terbuka terhadap klarifikasi, dan berorientasi pada perbaikan.

              Ramadhan seharusnya memperkuat keberanian moral untuk mengambil posisi yang adil. Bukan menjadi oposisi permanen, tetapi juga bukan menjadi penonton pasif. Kritik yang disampaikan dengan niat memperbaiki adalah bentuk cinta terhadap bangsa.

              Menahan lapar adalah simbol solidaritas terhadap yang kekurangan. Namun solidaritas itu menjadi paradoks jika pada saat yang sama hak-hak masyarakat tidak dijaga dengan sungguh-sungguh. Puasa mengajarkan empati. Empati menuntut keberpihakan.

              Jika ada indikasi ketidaksesuaian prosedur dalam pelaksanaan MBG, maka klarifikasi harus dilakukan secara terbuka. Jika ditemukan kekurangan, maka perbaikan harus segera dilakukan. Tidak ada program yang sempurna. Namun yang membedakan adalah kesediaan untuk transparan dan memperbaiki diri.

              Kepercayaan publik adalah modal sosial yang sangat berharga. Sekali hilang, ia sulit dipulihkan. Dalam konteks ini, Ramadhan adalah pengingat bahwa reputasi tidak hanya dibangun oleh retorika religius, tetapi oleh konsistensi tindakan. Akhirnya, kita kembali pada pertanyaan utama: puasa menahan lapar, tetapi siapa yang menahan diri dari penyimpangan?

              Jawabannya tidak bisa ditimpakan pada satu pihak saja. Ia adalah tanggung jawab kolektif. Penyelenggara program harus menjaga integritas. Pengawas harus bekerja profesional. Masyarakat harus berani menyuarakan aspirasi secara santun dan berbasis data.

              Ramadhan bukan sekadar ritual tahunan. Ia adalah laboratorium karakter. Jika setelah Ramadhan integritas kita dalam mengelola amanah publik tidak meningkat, maka kita perlu mengoreksi pemahaman kita tentang makna puasa.

              MBG adalah program yang baik jika dijalankan dengan baik. Ia bisa menjadi simbol kepedulian negara terhadap generasi masa depan. Namun ia juga bisa menjadi simbol kekecewaan jika dikelola tanpa integritas. Di bulan suci ini, marilah kita menjadikan puasa bukan hanya latihan fisik, tetapi latihan moral dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dalam kebijakan publik. Menahan diri bukan hanya dari makanan, tetapi dari penyimpangan. Menahan diri bukan hanya dari amarah, tetapi dari penyalahgunaan kekuasaan.

              Karena pada akhirnya, Ramadhan akan berlalu. Yang tersisa adalah catatan sejarah: apakah kita menjaga amanah, atau membiarkannya tergelincir. Puasa menahan lapar memang berat. Tetapi menahan diri dari penyimpangan jauh lebih berat. Dan justru di situlah kualitas keimanan dan integritas diuji. Semoga Ramadhan tidak hanya menghadirkan kesalehan pribadi, tetapi juga melahirkan tata kelola publik yang lebih jujur, transparan, dan berpihak pada rakyat. Sebab amanah, sekali dikhianati, meninggalkan luka yang panjang.

               

              ***Penulis, adalah Sekretaris LPCR-PM Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara , Dosen Fakultas Teknik UMSU dan Ketua Asosiasi Alumni Teknologi Teladan Medan (AATT)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Mahasiswi UNIMOF Raih Medali Emas Kejuaraan Nasional Alberta 4.0

              Next Post

              Bulan Bergerak Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

              17/08/2026
              BeritaMu

              Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

              17/08/2026
              Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis
              BeritaMu

              Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

              17/08/2026
              Next Post

              Bulan Bergerak Menjauhi Bumi, Manusia Mulai Rasakan Dampaknya

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

                17/08/2026

                Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

                17/08/2026
                Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

                Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

                17/08/2026

                Refleksi 81 Tahun Kemerdekaan RI (I): Kemerdekaan yang Belum Selesai, Teknologi dan Perjuangan Membangun Desa Mandiri

                17/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (29,118)
                • Hukum Islam (1,630)
                • Kabar PTMA (4,093)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dukung Perlindungan Anak, Majelis Dikdasmen & PNF Muhammadiyah Raih Penghargaan

                17/08/2026

                Mengapa Hari Damai Aceh Membuat Kita Kembali Cemas

                17/08/2026
                Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

                Gempa M 7,7 di NTT, Muhammadiyah Buka Posko dan Kerahkan Tim Medis

                17/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In