PWMJATENG.COM, KANDANGAN – Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kandangan kembali membuktikan bahwa pemuda adalah mesin penggerak perubahan. Pada Ahad pagi (22/2), puluhan kader muda melaksanakan aksi “Bersih Masjid” di Masjid Nurul Iman, Punduhan, tepat sesaat setelah Kajian Ahad Pagi PCM Kandangan berakhir.
Langkah ini diambil sebagai bentuk konkret dari filosofi Dakwah Bil Hal—berdakwah melalui perbuatan nyata yang menyentuh langsung kepentingan umat.
Pemandangan di Masjid Nurul Iman tampak kontras. Saat ratusan jamaah mulai meninggalkan area masjid usai menyerap “nutrisi hati” dari ceramah ustaz, sekelompok pemuda berseragam khas justru mulai membagi tugas. Tanpa banyak komando, mereka bergerak menyisir area tempat wudu, kaca lantai atas, hingga halaman masjid.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Pemuda Muhammadiyah hadir untuk menjaga kenyamanan rumah ibadah secara istikamah,” ujar Ketua PCPM Kandangan di sela-sela aksi.
Aksi dilakukan secara menyeluruh. Fokus utama para kader adalah area yang sering luput dari pembersihan harian. Di area wudu, lantai digosok hingga bersih dari lumut untuk memastikan keamanan jamaah. Di ruang utama, debu karpet divakum, sementara mimbar dan lemari kitab ditata kembali dengan rapi.
Koordinator lapangan menjelaskan bahwa Masjid Nurul Iman dipilih karena intensitas penggunaannya yang sangat tinggi. “Sudah menjadi kewajiban kami sebagai angkatan muda untuk memastikan rumah Allah kembali harum dan bersih setelah digunakan ribuan jamaah,” ungkapnya.
Inisiatif ini mendapat pujian dari jajaran Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kandangan. “Kajian adalah nutrisi hati, dan aksi bersih masjid ini adalah buah dari iman tersebut. Ini bukti kaderisasi berjalan dengan baik,” tutur salah satu sesepuh Muhammadiyah setempat dengan haru.
Selain dimensi ibadah, momen ini juga menjadi ajang konsolidasi internal. Di tengah peluh dan canda tawa, semangat fastabiqul khairat terpancar jelas. Kerja sama tim saat bahu-membahu menggeser lemari atau membersihkan langit-langit menjadi sarana perekat ukhuwah antar-anggota yang berasal dari berbagai profesi.
Kegiatan ditutup dengan makan siang sederhana penuh keakraban. PCPM Kandangan berharap aksi ini bisa menginspirasi organisasi lain. “Target kami ke depan adalah menjangkau lebih banyak masjid umum yang membutuhkan bantuan tenaga untuk pembersihan skala besar,” tutup perwakilan PCPM.
Melalui aksi ini, PCPM Kandangan kembali menegaskan identitasnya: bukan hanya pengisi saf terdepan saat salat, tetapi juga yang pertama memegang sapu demi kenyamanan orang banyak.
Editor: Al-Afasy
The post Dakwah Bil Hal: Usai Ngaji, Puluhan Pemuda Muhammadiyah Kandangan Langsung Pegang Sapu appeared first on Muhammadiyah Jateng.



