Perkuat Branding, Sekolah Muhammadiyah Didorong Tampil sebagai Pilihan Utama
INFOMU.CO | Yogyakarta – Pusat Pendidikan dan Pelatihan Muhammadiyah (PusdiklatMu) sukses menyelenggarakan Webinar Series #1 bertema “School Branding: Why Do Parents Choose Your School?” pada 20 Februari 2026. Kegiatan ini diikuti 783 peserta dari berbagai sekolah Muhammadiyah di seluruh Indonesia.
Tingginya partisipasi tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya strategi branding yang kuat di tengah dinamika dan persaingan dunia pendidikan yang kian kompetitif.
Direktur PusdiklatMu, Sarjilah, menegaskan bahwa branding bukan sekadar promosi, melainkan cerminan mutu layanan dan budaya kerja sekolah.
“Branding sekolah adalah representasi kualitas layanan, budaya kerja, dan komitmen menghadirkan pendidikan berkarakter. Apa yang dilihat masyarakat harus selaras dengan mutu yang benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Dalam keynote speech, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah, Didik Suhardi, mengajak sekolah Muhammadiyah memperkuat kepemimpinan visioner dan tata kelola profesional.
“Sekolah Muhammadiyah harus tampil sebagai pilihan utama masyarakat melalui kepemimpinan visioner dan manajemen yang profesional,” tegasnya.
Paparan narasumber turut memperkaya perspektif peserta. Staf Khusus Kemendikdasmen, Arif Jamali, menyoroti pentingnya adaptasi terhadap perubahan zaman.
“Sekolah perlu adaptif terhadap kompetensi abad ke-21 dan pemanfaatan teknologi agar tetap relevan dengan kebutuhan masa depan,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Majelis Dikdasmen dan PNF PWM DI Yogyakarta, Achmad Muhammad, menekankan bahwa branding sekolah Muhammadiyah harus berakar pada nilai ideologis.
“Branding yang autentik harus bertumpu pada nilai tauhid, tajdid, dan semangat berkemajuan, sehingga identitas sekolah tidak kehilangan ruhnya,” ungkapnya.
Kepala SD Muhammadiyah Sapen, Agung Rahmanto, membagikan praktik baik dalam membangun reputasi sekolah.
“Reputasi tidak dibangun dalam semalam. Konsistensi mutu layanan dan pelayanan prima menjadi kunci kepercayaan masyarakat,” tuturnya.
Sesi diskusi berlangsung interaktif dan reflektif. Peserta membahas strategi menghadapi persaingan PPDB, membangun kepercayaan orang tua, hingga optimalisasi media sosial sebagai instrumen komunikasi publik. Para narasumber sepakat bahwa kekuatan branding terletak pada kejelasan identitas, konsistensi kualitas layanan, serta kemampuan menjawab kebutuhan masyarakat secara nyata.
Melalui kegiatan ini, PusdiklatMu menegaskan perannya sebagai penggerak transformasi sekolah Muhammadiyah agar semakin unggul, profesional, dan terpercaya dalam mencetak generasi berkemajuan. (muhammadiyah.pr.id)



