KUTOARJO — Lantunan doa dan aroma kekhusyukan menyelimuti Masjid Darussalam Kutoarjo pada fajar perdana Ramadan 1447 Hijriah, Rabu (18/2). Seusai salat Subuh, ratusan jamaah tetap bertahan di saf mereka untuk mengikuti pembukaan Kajian Pagi Ramadan bertajuk “Ramadan Menebar Inspirasi, Menguatkan Iman.”
Kegiatan yang dikelola secara teknis oleh Pimpinan Cabang Pemuda Muhammadiyah (PCPM) Kutoarjo ini menghadirkan Ustaz H. Dandung Danadi sebagai narasumber pertama. Beliau membawa jamaah pada sebuah pertanyaan reflektif yang mendalam: “Apakah kita benar-benar senang bertemu dengan Ramadan?”
Ustaz Dandung menekankan bahwa kegembiraan menyambut Ramadan bukanlah sekadar euforia fisik, melainkan “pekerjaan hati”. Beliau mengingatkan bahwa iman dan Islam adalah karunia eksklusif dari Allah Swt. yang tidak bisa diwariskan begitu saja, bahkan melalui garis keturunan.
“Iman itu karunia. Tidak semua orang diberi kelapangan hati untuk menerima Islam. Maka, hadirnya kita di sini untuk berpuasa adalah wujud syukur atas hidayah yang luar biasa tersebut,” tuturnya sembari mengutip QS Yunus ayat 58.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Dandung juga membedah peta jalan menjadi pewaris Surga Firdaus. Karakter utamanya meliputi kekhusyukan dalam salat, menjaga diri dari perbuatan sia-sia, kedisiplinan berzakat, hingga konsistensi dalam menjaga amanah dan janji.
“Puasa adalah metode untuk meraih takwa. Kita bekerja keras untuk dunia, tetapi jauh lebih penting menyiapkan bekal akhirat melalui amal saleh yang nyata selama bulan seribu bulan ini,” tegas beliau.
Menanggapi perbedaan penetapan awal Ramadan, Ustaz Dandung mengajak jamaah untuk bersikap dewasa. Baginya, Ramadan adalah momentum untuk merekatkan ukhuwah, bukan memperlebar celah perbedaan. Muhasabah atau evaluasi diri atas amal tahun lalu harus menjadi fokus utama setiap individu.
Ketua Panitia Pelaksana dari PCPM Kutoarjo menyatakan bahwa forum ilmu ini akan terus hadir setiap pagi hingga 27 Ramadan mendatang. Dengan menghadirkan berbagai narasumber kompeten, Masjid Darussalam berkomitmen menjadi pusat pembinaan umat yang mencerahkan.
Antusiasme jamaah yang tetap bertahan hingga sesi diskusi berakhir menunjukkan dahaga akan ilmu yang tinggi. Dengan dimulainya rangkaian kajian ini, Masjid Darussalam Kutoarjo kembali mengukuhkan perannya sebagai mercusuar dakwah yang menyeimbangkan antara ritual ibadah dan pengayaan wawasan keislaman.
Editor: Al-Afasy
The post Kajian 1 Ramadan di Kutoarjo: Ustaz Dandung Bedah Makna “Senangnya Hati” Sambut Bulan Suci appeared first on Muhammadiyah Jateng.




