PWMJATENG.COM, KARANGANYAR — DPD IMM Jawa Tengah resmi membuka Pelatihan Mubalig Mahasiswa Muhammadiyah (PM3) tingkat wilayah di Kabupaten Karanganyar, Jumat (13/2). Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mencetak 19 mubalig muda yang diproyeksikan menjadi ujung tombak dakwah Muhammadiyah di era digital.
Pembukaan ini dihadiri tokoh-tokoh penting, termasuk Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, S.E., M.M., Rektor UMUKA, Dr. H. Muh Samsuri, dan Ketua PDM Karanganyar, H. Muhammad Arif Babhier. Kehadiran para pimpinan ini menegaskan dukungan penuh persyarikatan terhadap penguatan kaderisasi dakwah di tingkat mahasiswa.
Master of Training PM3, Fahrul Rozi, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap tren kader muda yang mulai acuh pada gerakan dakwah persyarikatan. “Pelatihan ini adalah ikhtiar untuk membangun kembali kesadaran kader agar kembali pada jati diri ber-IMM, yakni gerakan amar ma’ruf nahi mungkar,” tegasnya.
Mengusung tema “Menjawab Krisis, Merawat Harmoni”, PM3 kali ini memfokuskan diri pada peran mubalig muda dalam menghadirkan dakwah yang menyejukkan namun tetap solutif di tengah dinamika zaman yang kian kompleks.
Selama tiga hari, 19 peserta terpilih akan digembleng oleh sederet pemateri pakar, di antaranya:
- Prof. Dr. M. Fattah Santoso (Dewan Pakar Tarjih PP Muhammadiyah) tentang Manhaj Dakwah.
- Muchamad Arifin, S.Ag. (Ketua LDK PP Muhammadiyah) tentang Fikih Dakwah.
- M. Yasir Abdad (Influencer Lensamu) tentang Strategi Dakwah Digital.
Materi yang diberikan tidak hanya berkutat pada retorika podium, tetapi juga meluas pada penguasaan ruang publik digital sebagai upaya menjaga harmoni kebangsaan.
Melalui PM3 ini, IMM Jawa Tengah berharap lahirnya mubalig muda yang tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga adaptif. Mereka diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang merawat moderasi dan harmoni di tengah masyarakat, sekaligus memastikan suara dakwah Muhammadiyah tetap relevan bagi generasi Z.
Editor: Al-Afasy
The post PM3 Jateng di Karanganyar: Melahirkan 19 Mubalig Muda Penjawab Krisis Umat appeared first on Muhammadiyah Jateng.





