PWMJATENG.COM, PEKALONGAN – Dalam Rakorsus di Bligo, Lazismu Kabupaten Pekalongan ingatkan kembali pentingnya ketaatan pada Nomenklatur ZIS Muhammadiyah demi kemandirian umat. Acara yang berlangsung pada Sabtu (14/2/2026) di SMK Muhammadiyah Bligo ini menghadirkan perwakilan KL, Takmir Masjid, dan PCM se-Kabupaten Pekalongan.
Ikhwanushoffa, selaku pemateri, mengawali sesi dengan optimisme besar. Beliau yakin Lazismu Kabupaten Pekalongan mampu menembus target penghimpunan sebesar Rp40 miliar pada akhir periode nanti. Namun, ia menegaskan bahwa pencapaian ini memerlukan kedisiplinan organisasi yang kuat.
Ketaatan pada Aturan Organisasi Sejak tahun 2016, PP Muhammadiyah telah menetapkan Nomenklatur ZIS Muhammadiyah yang mewajibkan penyaluran zakat, infaq, dan sedekah melalui Lazismu. Ikhwanushoffa mengajak seluruh warga persyarikatan untuk memegang prinsip sami’na wa atha’na terhadap kebijakan tersebut.
“Kita harus mengikuti perintah pimpinan pusat. Jangan pelit, karena 2,5 persen dari penghasilan kita adalah hak delapan asnaf,” tegasnya. Menurutnya, warga Muhammadiyah yang memahami Teologi Al-Ma’un pasti akan sangat royal dalam bersedekah namun tetap menjaga gaya hidup sederhana.
Transformasi Lewat Zakat Mal Selain ketaatan aturan, Lazismu Kabupaten Pekalongan kini gencar melakukan dakwah Zakat Mal Muhammadiyah. Ikhwanushoffa menilai masyarakat perlu lebih memahami zakat mal dibandingkan hanya berfokus pada zakat fitrah saat Ramadhan.
Strategi ini bertujuan untuk memperkuat Pengentasan Kemiskinan Melalui Zakat secara struktural. Melalui pengelolaan yang profesional, Lazismu berupaya mengubah nasib penerima manfaat agar tidak terus-menerus bergantung pada bantuan setiap tahunnya.
Inovasi Beasiswa Kerja Sebagai solusi jangka panjang, Lazismu Kabupaten Pekalongan menjalankan Program Beasiswa Kerja. Program inovatif ini memberikan beasiswa sekaligus kesempatan magang bagi mahasiswa di kantor Lazismu.
Dengan pola ini, para mahasiswa akan memiliki mentalitas dan keterampilan kerja yang matang saat wisuda nanti. “Kita ingin memutus rantai kemiskinan. Kita bantu mereka agar siap bekerja dan mandiri secara ekonomi,” pungkas Ikhwanushoffa.
Kontributor : Rizky Maradona
Editor: Al-Afasy
The post Ikhwanushoffa: Warga Muhammadiyah Pekalongan Harus Royal Sedekah! appeared first on Muhammadiyah Jateng.




