Rakorda LazisMu Medan, Perkuat Inovasi Sosial Terintegrasi dan Berkelanjutan
INFOMU.CO | Medan – Untuk memperkuat inovasi sosial di tengah masyarakat, LAZISMU Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LAZISMU se-Kota Medan dengan mengusung tema “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak, dan Berkelanjutan”. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Cemara Gedung BPSDM Sumut, Jalan Ngalengko No. 1 Medan, Sabtu (31/1).
Rakorda ini menjadi forum konsolidasi sekaligus penguatan sinergi antar kantor layanan LAZISMU di tingkat cabang, guna meningkatkan efektivitas pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) serta memperluas dampak program pemberdayaan umat.
Kegiatan tersebut dihadiri Ketua LAZISMU Sumut Syahrum Amsari, Wakil Ketua PDM Medan sekaligus Koorbid LAZISMU Drs. Misman, M.Pd, Dewan Pengawas Syariah LAZISMU Kota Medan Dr. Sudirman Suparmin, LC, MA, Mohd. Idris Dalimuthe, SE, M.Si, Kholissani Nasution, S.Pd, Ketua LAZISMU Kota Medan Muhammad Arifin Lubis, serta perwakilan dari 18 kantor layanan LAZISMU se-Kota Medan dari total 24 kantor layanan yang ada.
Ketua Lazismu Sumatera Utara, Syahrul Amsari, menegaskan pentingnya keberlanjutan program dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Ia mengapresiasi komitmen LAZISMU Kota Medan yang dinilai konsisten menjalankan program secara berkelanjutan (sustainable). Lembaga zakat harus berorientasi pada keberlanjutan. Jika program tidak sustainable, maka dampaknya tidak akan maksimal bagi masyarakat,” ujarnya.
Syahrul menjelaskan, tema penguatan inovasi sosial yang terintegrasi, berdampak, dan berkelanjutan sejalan dengan hasil Rapat Kerja Nasional Lazismu serta mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs) pemerintah. Muhammadiyah sendiri telah menerjemahkan nilai-nilai tersebut ke dalam 17 rekomendasi program sosial yang memperluas implementasi pendayagunaan zakat.
Ia mencontohkan, pemanfaatan dana zakat tidak hanya terbatas pada delapan asnaf secara tekstual, tetapi juga dapat menjangkau sektor kebencanaan, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini, menurutnya, merupakan wujud tafsir progresif Muhammadiyah sebagaimana diwariskan KH Ahmad Dahlan, yakni memahami Al-Qur’an secara kontekstual dan aplikatif.
“Dari pemikiran itulah lahir amal usaha Muhammadiyah seperti sekolah, rumah sakit, hingga Lazismu sebagai lembaga filantropi yang memberi solusi nyata bagi umat,” jelasnya.
Lebih lanjut, Syahrul menyampaikan bahwa capaian penghimpunan Lazismu se-Sumatera Utara terus menunjukkan tren positif. Ia secara khusus menilai Lazismu Kota Medan sebagai daerah yang paling aktif dan menonjol dalam kinerja penghimpunan maupun program, sehingga diharapkan dapat menjadi contoh bagi daerah lain, pungkasnya.
Sementara itu Wakil Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Medan sekaligus Koorbid Lazismu, Drs. Misman, M.Pd, berharap Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LAZISMU Kota Medan tahun 2026 mampu melahirkan berbagai inovasi baru dalam menghadapi tantangan pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) ke depan.
Menurutnya, potensi Lazismu Medan sangat besar jika dikelola secara optimal. Saat ini, Muhammadiyah Kota Medan memiliki 30 cabang, sekitar 138 ranting, serta 58 Amal Usaha Muhammadiyah (AUM). Dengan jumlah anggota, guru, dan warga persyarikatan yang cukup besar, ia optimistis target penghimpunan ZIS sebesar Rp8 miliar pada 2026 dapat tercapai.
“Jika seluruh warga Muhammadiyah menyalurkan zakat, infak, dan sedekahnya melalui Lazismu, target Rp8 miliar bukanlah angka yang sulit dicapai,” ujarnya.
Misman menambahkan, semangat membangun Lazismu harus dilandasi kesadaran kolektif sebagai khairu ummah, yakni umat terbaik yang berkontribusi melalui waktu, tenaga, dan pemikiran untuk memperkuat gerakan filantropi Islam. Peran petugas kantor layanan (KL) di 30 cabang juga dinilai sangat strategis dalam menggerakkan potensi tersebut.
Dari sisi program, Lazismu Kota Medan terus memperluas dampak sosial melalui berbagai kegiatan pemberdayaan, seperti beasiswa pendidikan, program filantropi kemanusiaan, serta delapan program unggulan lainnya. Di antaranya bantuan pakaian bagi anak yatim saat Ramadan, dukungan bagi mualaf, bantuan untuk pengurus masjid, serta pembagian takjil.
Tahun lalu, Lazismu Medan telah menyalurkan bantuan kepada sekitar 350 anak yatim, dan pada tahun ini ditargetkan meningkat menjadi 500 penerima manfaat. Ia berharap capaian tersebut dapat terus bertambah sehingga keberadaan Lazismu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
“Kita ingin dampak sosialnya semakin luas dan program-program Lazismu ke depan lebih sukses dari tahun sebelumnya,” pungkasnya.

Ketua Lazismu Kota Medan, Muhammad Arifin Lubis, menjelaskan bahwa Rakorda kali ini mengusung tema penguatan inovasi sosial yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berdampak. Fokus utamanya adalah optimalisasi pengelolaan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) agar program-program pemberdayaan dapat berjalan maksimal di Kota Medan.
Menurutnya, setiap cabang Muhammadiyah memiliki potensi dan kekuatan masing-masing yang perlu dikolaborasikan bersama Lazismu, seperti pengembangan UMKM binaan dan program pemberdayaan ekonomi umat. Konsolidasi internal juga terus dilakukan guna menyatukan pemahaman dan literasi zakat, sekaligus menegaskan peran Lazismu sebagai lembaga resmi pengelola dana ZIS di lingkungan Muhammadiyah.
“Gerakan zakat harus terintegrasi secara bersama agar penghimpunan dan pendistribusian lebih efektif, sehingga mustahik tidak hanya menerima bantuan, tetapi dapat keluar dari zona kemiskinan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program Lazismu dirancang tidak hanya berdampak sesaat, tetapi berkelanjutan dari satu program ke program berikutnya.
Sepanjang 2025, Lazismu Kota Medan berhasil menghimpun dana ZIS sebesar Rp4 miliar. Pada 2026, pihaknya menargetkan peningkatan penghimpunan menjadi Rp5 miliar.
Arifin pun mengajak seluruh pimpinan, amal usaha, dan masyarakat Muhammadiyah untuk bersama-sama mendukung gerakan zakat melalui Lazismu demi mewujudkan program yang lebih maksimal, berdampak, dan berkelanjutan.
Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) LAZISMU Kota Medan resmi dibuka oleh Ketua LAZISMU SumUT, Syahrum Amsari. Dalam rangkaian Rakorda tersebut, LAZISMU Kota Medan juga memberikan apresiasi melalui LAZISMU KOTA MEDAN AWARD kepada sejumlah Kantor Layanan (KL) yang dinilai berprestasi dalam penghimpunan serta pendistribusian dan pendayagunaan dana ZIS sepanjang tahun 2025.
Pada kategori kreativitas pendistribusian dan pendayagunaan ZIS terbaik, Pilar Pendidikan diraih KL Lazismu Medan Johor, Pilar Sosial Dakwah diraih KL Lazismu Medan Sunggal, Pilar Kemanusiaan diraih KL Lazismu ‘Aisyiyah Kota Medan, serta Pilar Kesehatan diraih KL Lazismu Tanjung Sari.
Sementara itu, untuk kategori Penghimpunan ZIS Terbaik 2025, penghargaan diberikan kepada KL Lazismu Tanjung Sari atas capaian pengumpulan dana yang dinilai paling optimal.
Pemberian penghargaan ini diharapkan dapat memotivasi seluruh kantor layanan untuk terus meningkatkan inovasi, profesionalitas, dan dampak program, sehingga keberadaan Lazismu semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas. (AH)




