• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, Juli 12, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

    Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

    Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

    Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Senior

    Mahasiswa UMP Ajarkan Cara Mengatasi Hipertensi di Banyumas Lewat Black Garlic

    Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

    Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

      Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

      Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

      Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Senior

      Mahasiswa UMP Ajarkan Cara Mengatasi Hipertensi di Banyumas Lewat Black Garlic

      Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

      Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Пин Ап казино – Официальный сайт Pin up играть онлайн | Зеркало и вход

        BassBet Vélemények – a mobil és asztali online kaszinó használatának összehasonlítása

        Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

        Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

        Pin Up Casino – Azərbaycanda onlayn kazino Pin-Up

        Lemon Casino – Online Casino Recenzje

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

          Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

          Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

          Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Senior

          Mahasiswa UMP Ajarkan Cara Mengatasi Hipertensi di Banyumas Lewat Black Garlic

          Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

          Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

            Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

            Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

            Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Senior

            Mahasiswa UMP Ajarkan Cara Mengatasi Hipertensi di Banyumas Lewat Black Garlic

            Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

            Politik Muhammadiyah : Politik Moral dan Politik Kebangsaan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Пин Ап казино – Официальный сайт Pin up играть онлайн | Зеркало и вход

              BassBet Vélemények – a mobil és asztali online kaszinó használatának összehasonlítása

              Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

              Mostbet AZ – bukmeker ve kazino Mostbet – Giriş rəsmi sayt

              Pin Up Casino – Azərbaycanda onlayn kazino Pin-Up

              Lemon Casino – Online Casino Recenzje

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kisah Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

              admin by admin
              06/01/2026
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Kisah Kerajaan Bisnis Salim Runtuh Usai Berjaya Tiga Dekade

              Semua orang Indonesia tahu Indomie, dan hampir semua masyarakat Indonesia mengenal Indofood, salah satu pilar utama kerajaan bisnis raksasa milik keluarga Salim.
              Grup ini telah menjadi simbol kekuatan konglomerasi Indonesia dan kini memasuki generasi ketiga kepemimpinan. Namun, di balik perjalanan panjang dan reputasi besarnya, mungkin tak banyak yang tahu bahwa kerajaan bisnis Salim pernah mengalami kejatuhan hebat.

              WartaTerkait

              Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

              Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

              Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

              Santri Darul Arqom Muhammadiyah Bayan Belajar Kaderisasi Langsung dari Tokoh Senior

              Kisah jatuh-bangunnya Salim Group tak lepas dari sosok pendirinya, Sudono Salim, serta relasinya dengan kekuasaan pada masa itu. Untuk memahami bagaimana kerajaan bisnis ini bisa tumbuh begitu besar-dan kemudian terpukul hebat-kita perlu menelusuri kembali awal mula jejaring yang dibangun Sudono bersama rezim Orde Baru.

              Sudono Salim memiliki kedekatan dengan Presiden kedua RI Soeharto. Sudono berkiprah sebagai pengusaha impor cengkeh dan logistik tentara setelah kemerdekaan. Jaringan bisnisnya yang luas membuat Kolonel Soeharto ingin bekerja sama dengannya.

              Lewat perantara sepupunya bernama Sulardi, Salim dan Soeharto berkenalan untuk pertama kalinya. Salim kemudian menjadi penyuplai logistik pasukan Kolonel Soeharto semasa Perang Kemerdekaan (1945-1949). Perkenalan itulah yang kemudian mengubah hidup Salim.

              “Setelah Soeharto meraih kekuasaan di Indonesia pada pertengahan 1960-an dan menjadi presiden, dia didukung oleh kelompok kroni pengusaha, yang terbesar dan terkuat adalah Liem Sioe Liong,” tulis Richard Borsuk dan Nancy Chng dalam Liem Sioe Liong dan Salim Group (2016).

              Selama tiga dekade itu, keduanya terlibat dalam relasi saling menguntungkan. Soeharto melindungi Liem dan memastikan bisnisnya berjalan lancar. Sebagai timbal balik, Liem lewat kerajaan bisnis Salim Group menyalurkan dana kepada Soeharto, keluarga, dan kroni lainnya. Alhasil, kedua pihak pun berjaya di jalannya masing-masing.

              Baca:
              Daftar 20 Orang Terkaya Asia di Desember 2025, Ada Orang Indonesia
              Salim sukses terdaftar sebagai orang terkaya di Indonesia. Sedangkan Soeharto juga sukses memegang kuasa di Tanah Air. Namun, kejayaan keduanya tiba-tiba hancur sekejap dalam waktu beberapa hari saja di Mei 1998.

              Target Amukan Massa

              Selama tiga dekade, Salim sukses membangun tiga kerajaan bisnis di tiga sektor, antara lain perbankan (Bank Central Asia, BCA), bangunan (Indocement), dan makanan (Bogasari dan Indofood). Namun, itu semua perlahan rontok saat memasuki krisis 1998. BCA menjadi yang terparah.

              Sejarawan M.C Ricklefs dalam Sejarah Indonesia Modern (2009) menyebut, selama masa krisis nasabah menarik dana secara massal dan besar-besaran. Ratusan orang rela antre berjam-jam untuk menguras seluruh tabungannya. Kondisi ini membuat BCA yang tidak lagi dipercaya masyarakat terancam bangkrut. Hingga akhirnya, rangkaian krisis ini mencapai puncak pada Mei 1998.

              Kedekatan dengan Soeharto rupanya menjadi malapetaka bagi Salim. Munculnya sentimen anti-Soeharto buntut meluasnya krisis ekonomi ke kemelut politik menjadi pukulan telak bagi Salim. Rakyat yang mengetahui kedekatan keduanya menjadikan Salim sebagai target sasaran. Salim sebagai orang terkaya juga harus dihancurkan. Ini terjadi usai unjuk rasa beralih menjadi kerusuhan rasial pada 13 Mei 1998.

              Hari itu, Jakarta dan sekitarnya dilanda kerusuhan, penjarahan, dan pembakaran terhadap rumah, bangunan pertokoan dan banyak kendaraan (Kompas, 14 Mei 1998). Aksi ini dilakukan oleh massa yang sudah terprovokasi. Mereka menyasar bangunan dan kendaraan milik orang Tionghoa, bahkan menargetkan orang Tionghoa itu sendiri.

              Jemma Purdey dalam Kekerasan Anti-Tionghoa di Indonesia 1996-1999 (2013) menjelaskan munculnya sentimen rasial terhadap Tionghoa disebabkan karena ada stereotip bahwa mereka patut dibenci hanya karena kaya raya dan dekat dengan penguasa Soeharto. Dan tokoh sentral yang melekat dengan deskripsi itu adalah Sudono Salim.

              “Perusahaan para cukong dan keluarga Soeharto merupakan sasaran utama pembakaran dan penjarahan. Bank Central Asia milik Liem Sioe Liong merupakan objek serangan utama,” tulis Ricklefs.

              Dalam penceritaan Richard Borsuk dan Nancy Chng, sebagai target amukan massa, beruntung saat kerusuhan terjadi Sudono Salim, istri dan beberapa anaknya sedang berada di Amerika Serikat menemani Salim yang bakal operasi mata. Di Jakarta, hanya ada Anthony Salim yang bekerja di Wisma Indocement, Jl. Sudirman.

              Anthony kala itu sampai tidak berani pulang ke rumah bapaknya di kawasan Roxy. Sebab, kerusuhan massa juga menyasar permukiman warga Tionghoa. Dikhawatirkan, jika Salim berdiam diri di rumahnya, dia bisa terbunuh.

              Prediksi itu kemudian benar terjadi. Pagi hari tanggal 14 Mei, Anthony menerima kabar kalau rumah bapaknya didatangi sekelompok pemuda bertampang mengancam, bersenjatakan jerigen bahan bakar dan perkakas. Mereka ingin masuk ke rumah mewah Liem.

              Anthony tak berkutik. Dia segera memerintahkan satpam untuk mempersilahkan massa masuk merusak rumahnya, ketimbang dihadang dan terjadi pertumpahan darah.

              Baca:
              Tambah Kaya Rp127 T Setahun, Ini Mesin Uang Haryanto Tjiptodihardjo
              “Dalam sekejap, seluruh mobil di garasi terbakar, termasuk juga seisi rumah. Mereka membakar furnitur, mencopot lukisan dan mengobrak-abrik kamar. Bahkan mereka mencoret-coret rumah dengan kata-kata tidak pantas,” tutur Anthony kepada Richard Borsuk dan Nancy Chng.

              Setelah beberapa menit melakukan itu, asap hitam dengan cepat membumbung tinggi dari kediaman Salim. Di jalanan, foto Salim dilempari batu dan dibakar oleh massa yang marah. (Kompas, 15 Mei 1998).

              Melihat situasi Jakarta yang sangat parah, Anthony langsung berpikir untuk pergi meninggalkan kantornya. Dia takut kalau kantornya bakal bernasib sama seperti rumahnya. Dia lantas pergi ke Bandara Halim untuk menuju Singapura memakai pesawat jet pribadi. Dari sanalah, Anthony memantau perkembangan bisnisnya setelah masa-masa sulit itu.

              Kerajaan Bisnis Runtuh

              Setelah kerusuhan mereda dan Soeharto akhirnya lengser BCA mengalami kerugian paling parah. Tercatat ada 122 cabang rusak yang terdiri dari 17 kantor terbakar habis, 26 cabang dirusak dan dijarah, dan 75 cabang rusak tetapi tidak dijarah. Lalu, ada 150 ATM yang dirusak dan diambil uang tunainya hingga menelan kerugian Rp 3 miliar.

              Selain BCA, Indofood juga mendapat serangan. Pabriknya di Solo dijarah dan dibakar hingga menelan kerugian Rp 42 miliar. Pusat distribusinya di Tangerang juga hancur dijarah massa. Hanya Indocement yang masih bisa bertahan.

              Meski begitu, pukulan telak terjadi di kerajaan bisnis sektor perbankan. Seminggu setelah Soeharto lengser pada 21 Mei 1998, BCA diambil alih oleh pemerintah karena kondisi keuangannya semakin berdarah-darah tak tertolong. Pemerintah lewat Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) resmi menjadikan BCA sebagai BTO (Bank Taken Over). Pengambilalihan ini bertujuan untuk menolong BCA agar tidak jatuh terlalu dalam.

              Sejak itulah, BCA tidak lagi menjadi milik keluarga Salim. Richard Borsuk dan Nancy Chng menyebut untuk menghidupi kembali mesin-mesin kekayaannya, Salim hanya mengandalkan Indofood.

              Kini, 25 tahun setelah kejadian memilukan itu, bisnis keluarga Salim mulai berjaya. Bisnisnya pun tidak hanya Indofood, tetapi juga merambah sektor migas, konstruksi, perbankan, hingga data center.

              Mengutip daftar 50 orang terkaya Forbes 2025, Anthony Salim dan keluarga duduk di urutan kelima. Total kekayaannya mencapai US$ 13,6 miliar atau setara Rp 227.16 triliun (kurs Rp 16.700). (cnbc-i)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Masjid, Kaderisasi, dan Lahirnya Guru Besar

              Next Post

              Tauhid Sosial dan Hutan yang Menangis: Ketika Iman, Ilmu, dan Keberanian Diuji

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Himpun Rp24,6 Miliar, LAZISMU Pekalongan Siapkan 4 Program Unggulan untuk Berdayakan Umat

              12/07/2026
              BeritaMu

              Akademisi Dunia Kagumi Wisata Budaya Solo, Intip Keseruannya Bersama UMS!

              12/07/2026
              BeritaMu

              Risalah Islam Berkemajuan: Strategi Muhammadiyah Pekalongan Tangkal Pemikiran Ekstrem

              12/07/2026
              Next Post

              Tauhid Sosial dan Hutan yang Menangis: Ketika Iman, Ilmu, dan Keberanian Diuji

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                BIM University Jadi Kampus Baru UMS di Bali

                12/07/2026

                Dosen FK UMP Ikuti Pelatihan Internasional di Korea Selatan, Perkuat Kompetensi Medis Global

                12/07/2026

                UM Kuningan Resmi Buka Prodi Pendidikan Profesi Guru

                12/07/2026

                Unmuh Barru Ambil Bagian dalam Forum Internasional, Dorong Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Malaysia

                12/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,690)
                • Hukum Islam (1,465)
                • Kabar PTMA (3,925)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                BIM University Jadi Kampus Baru UMS di Bali

                12/07/2026

                Dosen FK UMP Ikuti Pelatihan Internasional di Korea Selatan, Perkuat Kompetensi Medis Global

                12/07/2026

                UM Kuningan Resmi Buka Prodi Pendidikan Profesi Guru

                12/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In