• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Senin, November 9, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

    Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

    UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

    Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

    Empat Mahasiswa UMSU Terpilih Menjadi Duta GenRe BKKBN Sumut 2026

    Kooridor Satwa Terputus Akibat Perkebunan Sakit, Konflik Gajah dan Warga Meningkat

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

      Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

      UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

      Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

      Empat Mahasiswa UMSU Terpilih Menjadi Duta GenRe BKKBN Sumut 2026

      Kooridor Satwa Terputus Akibat Perkebunan Sakit, Konflik Gajah dan Warga Meningkat

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

        Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

        Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

        SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

        5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

        Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

          Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

          UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

          Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

          Empat Mahasiswa UMSU Terpilih Menjadi Duta GenRe BKKBN Sumut 2026

          Kooridor Satwa Terputus Akibat Perkebunan Sakit, Konflik Gajah dan Warga Meningkat

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

            Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

            UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

            Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

            Empat Mahasiswa UMSU Terpilih Menjadi Duta GenRe BKKBN Sumut 2026

            Kooridor Satwa Terputus Akibat Perkebunan Sakit, Konflik Gajah dan Warga Meningkat

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lafal Salam Mengakhiri Shalat dan Salam Penutup Khutbah

              Adakah Azan Iqamah untuk Shalat Sendirian?

              Roh Anak Dikorbankan untuk Pesugihan

              SG Casino: El Playground Definitivo para Sesiones de Juego Cortas y de Alta‑Intensidad

              5Gringos Casino: High‑Intensity Slots & Live Play for Quick Wins

              Magius Casino: Quick‑Hit Slots en Snelle Winsten

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Merebut Kembali Hutan Kita: Pandawara dan Wakaf Muhammadiyah

              admin by admin
              06/12/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Bencana alam yang melanda beberapa wilayah di Pulau Sumatera, mulai dari banjir bandang di Aceh hingga longsor di Sumatera Barat dan Sumatera Utara, kembali menjadi alarm keras akan rapuhnya kondisi ekologis Indonesia.

              BNPB mencatat bahwa lebih dari 90 persen bencana dalam satu dekade terakhir merupakan bencana hidrometeorologi yang berkaitan langsung dengan kerusakan lingkungan. Artinya, curah hujan ekstrem bukan satu-satunya penyebab; ada faktor struktural yang selama ini diabaikan.

              WartaTerkait

              Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

              Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

              UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

              Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

              Pandangan ini sejalan dengan penjelasan Jazaul Ikhsan, S.T., M.T., Ph.D., IPM., dosen Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, yang menilai bahwa rangkaian banjir bandang akhir-akhir ini bukan sekadar fenomena cuaca.

              Menurutnya, kerusakan Daerah Aliran Sungai (DAS), alih fungsi lahan yang tidak terkendali, sistem drainase yang tidak memadai, sedimentasi akibat erosi, penumpukan sampah, hingga desain infrastruktur yang masih berbasis data historis merupakan kombinasi fatal yang memperparah dampak bencana.

              Konversi hutan menjadi permukiman atau perkebunan membuat kawasan resapan hilang sehingga air kehilangan ruang untuk meresap kembali ke tanah.

              Di tengah meningkatnya keresahan publik terhadap isu lingkungan, muncul gerakan akar rumput yang patut diapresiasi, salah satunya Pandawara Group. Kelompok anak muda asal Bandung ini dikenal luas melalui aksi bersih-bersih dan kampanye edukatifnya. Melalui akun Instagram @pandawaragroup, mereka melontarkan gagasan spontan;

              “Gimana kalau masyarakat Indonesia bersatu berdonasi beli hutan agar tidak dialihfungsikan?” Unggahan ini langsung meledak dengan 263 ribu suka dan 13 ribu komentar.

              Komentar seperti “SETUJUU! BAKAL IKUT!” hingga “Masa kita kalah sama 1%? Mari rebut kembali hak kita” menunjukkan besarnya energi sosial yang terakumulasi, kesadaran ekologis yang jarang muncul, tetapi ketika muncul, daya dorongnya sangat kuat.

              Menariknya, jauh sebelum ide ini mencuat di jagat maya, Muhammadiyah telah menawarkan skema yang lebih terstruktur, legal, dan berkelanjutan: Program Hutan Wakaf Muhammadiyah, sebuah inovasi pengelolaan lingkungan berbasis wakaf yang diproyeksikan sebagai instrumen ekologis dan sosial sekaligus.

              Program ini dikembangkan melalui kolaborasi antara LHKP PP Muhammadiyah dan Lembaga Tropika Indonesia dan mulai diuji implementasinya di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS).

              Ridho Al-Hamdi menjelaskan bahwa Hutan Wakaf Muhammadiyah dirancang dalam tiga model utama. Pertama, Hutan Wakaf Pendidikan, yang menempatkan hutan sebagai ruang belajar tentang ekologi, fikih lingkungan, dan nilai-nilai Islam. Kedua, Hutan Wakaf Agroforestri, yaitu pola pemanfaatan lahan yang menjaga tutupan hutan sembari tetap produktif secara ekonomi.

              Ketiga, Hutan Wakaf Pemberdayaan Perempuan, yang memastikan perempuan memiliki akses, pengetahuan, dan peran signifikan dalam mengelola lingkungan. Ketiga model tersebut tidak hanya menjaga kelestarian hutan, tetapi juga memastikan masyarakat sekitar merasakan manfaat langsung.

              Direktur Eksekutif Lembaga Tropika Indonesia, Thomas Oni Veriasa, menegaskan bahwa konsep ini memiliki dimensi sosial-ekonomi yang kuat. Menurutnya, hutan wakaf bukan hanya menjaga keberlanjutan ekologis, tetapi juga membuka peluang kesejahteraan bagi rumah tangga petani dan masyarakat sekitar. Program ini menunjukkan bagaimana lahan dapat dikelola secara adil, produktif, dan berpihak pada publik.

              Jika dicermati, viralnya gagasan membeli hutan, yang pada dasarnya muncul sebagai ekspresi frustrasi kolektif, menjadi cermin bahwa publik merasakan ketimpangan struktural dalam pengelolaan ruang hidup.

              Di satu sisi, masyarakat ingin menjaga hutan; di sisi lain, akses terhadap penguasaan lahan masih sangat terbatas dan cenderung dikuasai entitas besar melalui skema konsesi. Karena itu, gerakan seperti Pandawara Group menggugah banyak orang: ia menawarkan rasa kepemilikan yang selama ini hilang.

              Namun, membeli hutan bukanlah proses sederhana. Kawasan hutan di Indonesia memiliki status hukum yang kompleks: hutan negara, hutan adat, hutan produksi terbatas, kawasan konservasi, hingga konsesi korporasi. Tanpa mekanisme kelembagaan yang kuat, gagasan membeli hutan rentan berhenti sebagai simbol moral semata, baik secara finansial maupun legal.

              Pada titik inilah inovasi Hutan Wakaf Muhammadiyah menjadi relevan. Wakaf menawarkan skema kepemilikan publik yang abadi; lahan yang diwakafkan tidak dapat diperjualbelikan, diwariskan, atau dialihfungsikan secara semena-mena. Dengan demikian, ia menjadi model yang tepat untuk menahan laju komersialisasi ruang hidup.

              Dari sisi implementasi, Muhammadiyah memiliki keunggulan struktural: legitimasi hukum, pengalaman panjang mengelola aset publik, jaringan lembaga yang menjangkau desa hingga kota, serta basis kader yang mampu melakukan pendampingan teknis.

              Aspirasi publik yang dikemukakan Pandawara Group sebenarnya dapat menemukan jalurnya melalui inovasi kelembagaan seperti Hutan Wakaf. Kolaborasi keduanya, gerakan akar rumput dan organisasi besar, dapat menjadi kekuatan ekologis baru yang mampu mengimbangi dominasi kapital.

              Tantangan berikutnya adalah keberlanjutan pengelolaan. Membeli lahan hanyalah langkah awal; memastikan ia tetap menjadi hutan jauh lebih sulit. Dibutuhkan standar konservasi, manajemen profesional, pendanaan jangka panjang, serta keterlibatan masyarakat lokal sebagai penjaga ekosistem.

              Program hutan wakaf dapat menjembatani tantangan ini karena secara teologis harta wakaf tidak boleh dialihkan untuk kepentingan privat, dan secara organisatoris Muhammadiyah memiliki struktur untuk mengawasi pengelolaannya.

              Ketika energi moral masyarakat bertemu dengan model kelembagaan yang kokoh, upaya merawat lingkungan tidak lagi berhenti sebagai wacana, melainkan berkembang menjadi gerakan nyata lintas generasi.

              Nilai-nilai Islam yang selama ini dikembangkan Muhammadiyah, seperti Teologi Al-Ma’un, Fikih Air, Fikih Agraria, dan Fikih Bencana, pada dasarnya bertujuan membebaskan manusia dari kerusakan ekologis dan ketidakadilan struktural. Sebagai khalīfah fil arḍ, manusia diberi amanah untuk menjaga keberlangsungan bumi, bukan sekadar mengelolanya untuk keuntungan jangka pendek.

              Inisiatif publik seperti Pandawara Group dan inovasi kelembagaan seperti Hutan Wakaf Muhammadiyah menunjukkan bahwa harapan ekologis Indonesia belum padam. Kita hanya perlu mempertemukan energi sosial masyarakat, visi jangka panjang organisasi, dan dukungan kebijakan negara.

              Jika hal ini terwujud, maka pohon-pohon yang tumbuh ke depan bukan sekadar simbol penghijauan, tetapi janji kolektif bahwa kita sedang membangun masa depan bumi yang lebih adil, aman, dan lestari bagi generasi mendatang. (*)

              Artikel Merebut Kembali Hutan Kita: Pandawara dan Wakaf Muhammadiyah pertama kali tampil pada PWMU.CO.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Mahasiswa UM Palopo Gaungkan Isu Kota Hijau Lewat Aksi Menanam Pohon

              Next Post

              Menilik Usaha Depo Air Minum Ponpes Entrepreneur Muhammadiyah di Benjeng

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

              08/11/2026
              BeritaMu

              Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

              08/11/2026
              BeritaMu

              UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

              08/11/2026
              Next Post

              Menilik Usaha Depo Air Minum Ponpes Entrepreneur Muhammadiyah di Benjeng

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

                08/11/2026

                Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

                08/11/2026

                UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

                08/11/2026

                Diikuti 800 Siswa se Sumut, Ini Pemenang UMSU NLC 2026

                08/11/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (30,242)
                • Hukum Islam (1,633)
                • Kabar PTMA (4,424)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Zuhudnya Imam An-Nawawi, Tak Tidur di Kasur Hanya Bersandar di Buku-buku

                08/11/2026

                Geng Solo dan Turbulensi Kekuasaan: Akankah Pengaruh Jokowi Bertahan?

                08/11/2026

                UMSU Perkuat LSP untuk Pemenuhan Sertifikat Lulusan

                08/11/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In