• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, April 28, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

    PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

    PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

    Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

    Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

    Pesantren Muhammadiyah Kembangkan Kurikulum Integratif, Padukan Turats dan Sains Modern

    Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, Jemaah Diimbau Hafal Nomor Rute

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

      PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

      PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

      Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

      Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

      Pesantren Muhammadiyah Kembangkan Kurikulum Integratif, Padukan Turats dan Sains Modern

      Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, Jemaah Diimbau Hafal Nomor Rute

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

          PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

          PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

          Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

          Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

          Pesantren Muhammadiyah Kembangkan Kurikulum Integratif, Padukan Turats dan Sains Modern

          Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, Jemaah Diimbau Hafal Nomor Rute

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

            PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

            PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

            Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

            Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

            Pesantren Muhammadiyah Kembangkan Kurikulum Integratif, Padukan Turats dan Sains Modern

            Bus Shalawat Beroperasi 24 Jam, Jemaah Diimbau Hafal Nomor Rute

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Bahaya Penyederhanaan Narasi : Refleksi Atas Tayangan yang Memicu Boikot Trans7

              admin by admin
              17/10/2025
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              BAHAYA PENYEDERHANAAN NARASI: REFLEKSI ATAS TAYANGAN YANG MEMICU BOIKOT TRANS7

              Dr. Junaidi, M.Si – (Dosen Komunikasi Politik Islam UIN-SU, Medan dan Ketua MT PDM Medan)

              WartaTerkait

              Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

              PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

              Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

              Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

               

              Penyederhanaan narasi dalam media massa sering kali menjadi sorotan, terutama ketika tayangan tertentu memicu reaksi publik yang signifikan. Gelombang boikot terhadap stasiun televisi Trans7 menjadi salah satu isu paling hangat di pertengahan Oktober 2025. Pemicu utamanya adalah tayangan “Xpose Uncensored”, yang menyoroti kehidupan pesantren dan para santri dengan narasi yang dianggap melecehkan dan tidak berimbang. Tayangan itu memunculkan berbagai respons keras dari masyarakat, terutama kalangan pesantren, kiai, dan alumni lembaga pendidikan Islam tradisional.

              Sejak potongan video tayangan tersebut beredar di media sosial, tagar #BoikotTrans7 langsung menduduki posisi trending di platform X dan Instagram. Reaksi netizen tak hanya berupa kemarahan, tetapi juga diskusi serius mengenai etika jurnalistik dan batas-batas kebebasan media. Banyak yang menilai, tayangan itu bukan sekadar kesalahan teknis, tetapi bentuk penyederhanaan yang keliru terhadap realitas pesantren.

              Program Xpose Uncensored yang ditayangkan pada 13 Oktober 2025 menampilkan segmen yang menyebut “santri harus jongkok saat minum susu” dan menggambarkan kiai sebagai sosok kaya yang menerima amplop dari masyarakat. Narasi-narasi seperti ini memantik amarah karena dianggap mengolok tradisi penghormatan di pesantren yang sarat nilai spiritual, bukan simbol penindasan.

              Pihak pesantren Lirboyo, salah satu yang disebut dalam tayangan itu, menyampaikan kekecewaan mendalam. Para alumni, santri, dan organisasi seperti Nahdlatul Ulama (NU), GP Ansor, serta Majelis Ulama Indonesia (MUI) turut mengecam isi tayangan tersebut. Mereka menilai Trans7 telah gagal memahami konteks budaya pesantren dan melewati batas etika penyiaran publik.

              Menanggapi kritik yang meluas, pihak Trans7 akhirnya mengeluarkan permintaan maaf resmi. Dalam pernyataannya, mereka mengakui bahwa telah terjadi kekeliruan dalam proses penyuntingan dan verifikasi konten. Meski demikian, bagi sebagian masyarakat, permintaan maaf tersebut dinilai belum cukup karena dampak sosial dan psikologis dari tayangan tersebut sudah terlanjur menyebar luas.

              Fenomena ini memperlihatkan salah satu masalah besar dalam dunia penyiaran modern: penyederhanaan narasi. Dalam upaya menarik perhatian publik, banyak media memilih mereduksi realitas kompleks menjadi potongan-potongan singkat yang sensasional. Hasilnya, kedalaman makna hilang dan kebenaran kontekstual terdistorsi oleh logika rating.

              Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, melainkan ruang pembentukan karakter, pusat kebudayaan, dan komunitas sosial yang telah berabad-abad berkontribusi pada pendidikan bangsa. Namun, ketika pesantren digambarkan hanya lewat adegan “santri jongkok minum susu”, seluruh kompleksitas nilai, spiritualitas, dan tradisi yang hidup di dalamnya sirna dalam sekejap.

              Salah satu bahaya terbesar dari penyederhanaan narasi adalah terbentuknya stereotip negatif. Tayangan seperti itu berpotensi membuat masyarakat yang tidak mengenal pesantren menjadi salah paham. Mereka bisa menganggap bahwa dunia pesantren identik dengan kekolotan, ketundukan berlebihan, atau praktik keagamaan yang ekstrem. Padahal kenyataannya jauh lebih beragam dan modern.

              Sosiolog Pierre Bourdieu menjelaskan bahwa media dapat melakukan kekerasan simbolik, yakni proses dominasi melalui representasi. Ketika media memonopoli narasi, maka kelompok sosial lain kehilangan kesempatan untuk merepresentasikan dirinya secara autentik. Dalam konteks ini, pesantren menjadi korban framing media yang tidak sensitif terhadap simbol-simbol keagamaan.

              Dampak dari tayangan seperti ini tidak sekadar di dunia maya. Banyak santri dan alumni pesantren mengaku terluka secara moral karena merasa nilai-nilai luhur yang mereka junjung diremehkan. Beberapa pesantren bahkan menolak kunjungan media dalam waktu dekat karena takut kembali disalahpahami. Ini menandakan krisis kepercayaan yang cukup serius antara lembaga pendidikan Islam dan media nasional.

              Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) segera memanggil pihak Trans7 untuk memberikan klarifikasi. Beberapa anggota DPR dari Fraksi PKB turut mendesak agar KPI menjatuhkan sanksi tegas. Mereka menilai tayangan tersebut bukan hanya melanggar kode etik, tetapi juga berpotensi memperlemah toleransi antar kelompok masyarakat. Negara pun diminta memastikan agar etika penyiaran ditegakkan dengan tegas.

              Meski demikian, tidak sedikit pula yang mengingatkan agar polemik ini tidak berubah menjadi pembungkaman terhadap kebebasan pers. Media memiliki hak untuk mengkritik institusi sosial, termasuk pesantren, selama dilakukan dengan data, konteks, dan etika. Yang dipersoalkan bukan kritiknya, melainkan cara penyajiannya yang sembrono dan mereduksi nilai-nilai luhur menjadi bahan sensasi.

              Kasus ini menunjukkan pentingnya literasi media, baik bagi masyarakat umum maupun kalangan pesantren. Santri dan kiai perlu memahami cara kerja media modern agar mampu berinteraksi secara kritis, bukan reaktif. Dengan literasi media yang baik, komunitas pesantren dapat mengontrol narasi tentang dirinya dan bahkan memproduksi konten alternatif yang lebih autentik.

              Gerakan boikot yang muncul bisa dipahami sebagai bentuk kontrol sosial masyarakat terhadap media. Ketika publik merasa nilai-nilainya diserang, mereka menggunakan ruang digital sebagai arena resistensi. Boikot dalam konteks ini bukan sekadar kemarahan spontan, melainkan cara masyarakat menegaskan batas moral yang seharusnya dihormati oleh lembaga penyiaran.

              Media harus menyadari bahwa kekuatan mereka bukan hanya pada penyebaran informasi, tetapi juga pada pembentukan persepsi. Maka, tanggung jawab sosial media seharusnya sebanding dengan pengaruh yang mereka miliki. Dalam konteks ini, Trans7 dan media lainnya perlu memperkuat mekanisme editorial yang memastikan setiap narasi melewati proses verifikasi dan sensivitas budaya.

              KPI sebagai lembaga pengawas penyiaran memiliki peran penting untuk menegakkan Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) dan Standar Program Siaran (SPS). Sanksi tegas terhadap pelanggaran etik bukan sekadar bentuk hukuman, melainkan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap lembaga penyiaran. Tanpa penegakan aturan, media bisa terus jatuh pada pola sensasional yang merugikan. Ke depan, perlu ada ruang dialog antara media dan komunitas pesantren. Forum diskusi, pelatihan bersama, atau program edukasi lintas sektor bisa menjadi jembatan untuk saling memahami. Dengan begitu, media tidak lagi melihat pesantren sebagai objek berita eksotik, tetapi sebagai mitra dalam pembangunan literasi dan moral bangsa.

              Selain kritik, langkah solutif yang bisa diambil adalah memproduksi konten positif tentang pesantren. Banyak kisah inspiratif dari dunia santri — inovasi pendidikan, kontribusi sosial, hingga kegiatan kewirausahaan — yang layak diangkat. Narasi-narasi ini dapat menjadi penyeimbang dari stigma negatif yang selama ini beredar di media arus utama.

              Kasus boikot Trans7 hendaknya menjadi cermin bagi dunia jurnalistik Indonesia. Dalam masyarakat multikultural dan religius seperti Indonesia, sensitivitas budaya bukan sekadar etika tambahan, tetapi fondasi keberlanjutan media itu sendiri. Kebebasan pers tidak boleh dipisahkan dari tanggung jawab moral terhadap keberagaman yang ada.

              Kasus ini menegaskan bahwa penyederhanaan narasi adalah bentuk bahaya baru di era media cepat saji. Ketika kompleksitas sosial dan budaya dipangkas demi klik dan rating, maka yang lahir bukan pemahaman, melainkan perpecahan. Trans7 perlu menjadikan insiden ini sebagai titik balik untuk memperbaiki sistem editorialnya. Sementara itu, masyarakat pesantren disarankan untuk memperkuat kapasitas komunikasi publiknya agar dapat mengontrol narasi tentang dirinya secara lebih aktif dan cerdas. (***)

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Unimus Gelar Bulan Kesehatan Gigi Nasional 2025

              Next Post

              Suhu Panas hingga 37°C di Indonesia, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

              admin

              admin

              InfoLain

              Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala
              BeritaMu

              Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

              28/04/2026
              PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik
              BeritaMu

              PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

              28/04/2026
              BeritaMu

              Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

              28/04/2026
              Next Post

              Suhu Panas hingga 37°C di Indonesia, Ini Penyebabnya Menurut BMKG

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

                Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

                28/04/2026
                PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

                PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

                28/04/2026

                Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

                28/04/2026

                Polisi Tembak Buronan Sindikat Curanmor di Kota Medan, Sudah 10 Kali Beraksi

                28/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,916)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,575)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

                Lanjutkan Estafet Digitalisasi Muhammadiyah, Tim SatuMu PWM Sumut Sosialisasi dan Implementasi di PDM Tanjung Bala

                28/04/2026
                PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

                PWA Sumut Bersama Maybank Syariah Gelar Pelatihan Susulan Program Pemberdayaan Perempuan Mustahik

                28/04/2026

                Estafet Kepemimpinan UMSU: Menjaga Nyala Kemajuan, Menyongsong Muktamar Bersejarah

                28/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In