• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Agustus 8, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

    Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

    Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

    Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

    Karhutla Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Lahan Terbakar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

    Gempa M 3,4 Guncang Kota Bogor Dini Hari, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

      Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

      Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

      Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

      Karhutla Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Lahan Terbakar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

      Gempa M 3,4 Guncang Kota Bogor Dini Hari, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Zoccer-casino Welcome Bonus Terms: The Small Print Decoded

        Red Dog Casino: Quick‑Play Thrills for Fast‑Paced Slot Fans

        Tastevegas Exklutiva Automater Finns Ingen Annanstans

        Pistolo Casino: Quick‑Hit Slot Mastery for the Fast‑Paced Player

        1Red Casino: Snel‑Plezier voor Snelle Winsten

        BetPanda Casino: Lightning‑Fast Slots and Instant Wins on the Go

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

          Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

          Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

          Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

          Karhutla Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Lahan Terbakar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

          Gempa M 3,4 Guncang Kota Bogor Dini Hari, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

            Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

            Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

            Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

            Karhutla Gunung Bromo Meluas, 120 Hektare Lahan Terbakar dan 2 Helikopter Water Bombing Dikerahkan

            Gempa M 3,4 Guncang Kota Bogor Dini Hari, BMKG Ungkap Lokasi Pusat Gempa

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Zoccer-casino Welcome Bonus Terms: The Small Print Decoded

              Red Dog Casino: Quick‑Play Thrills for Fast‑Paced Slot Fans

              Tastevegas Exklutiva Automater Finns Ingen Annanstans

              Pistolo Casino: Quick‑Hit Slot Mastery for the Fast‑Paced Player

              1Red Casino: Snel‑Plezier voor Snelle Winsten

              BetPanda Casino: Lightning‑Fast Slots and Instant Wins on the Go

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Kekecewaan?

              admin by admin
              10/08/2025
              in BeritaMu
              0
              Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Kekecewaan?
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Gempitanya perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, seharusnya kibaran bendera Merah Putih mendominasi setiap sudut jalan, pekarangan rumah, atap kendaraan-kendaraan. Namun, beberapa daerah — terutama jalur-jalur lintas yang dilalui truk — justru kibaran bendera bergambar tengkorak bajak laut yang berasal dari fiksi One Piece yang mendominasi.

              Maraknya penggunaan bendera bergambar tengkorak tersenyum dengan topi jerami—ikon Jolly Roger dalam kisah fiksi One Piece—telah menjadi fenomena yang mencuri perhatian publik. Simbol ini bukan hanya menjadi sorotan, tetapi juga memicu perdebatan panas antara pemerintah, pakar hukum, aktivis, dan masyarakat umum.

              WartaTerkait

              Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

              Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

              Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

              Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

              Mungkin ada yang melihatnya sekedar bendera anime,  tapi ada pula yang memaknai sebagai luapan ekspresif rasa ketidakpuasan yang mendalam. Ada  sopir truk yang mengganti Merah Putih pada spion kendaraannya dengan bendera bajak laut itu — seolah membawa pesan “kami lelah dan kecewa”  dengan kebijakan yang seperti tak berpihak padanya. One Piece ini seolah menjadi momentum yang tidak lahir dari ruang kosong, tapi tumbuh dari akumulasi rasa frustasi terhadap penerapan hukum yang terasa timpang dan tebang pilih.

              Mengapa sopir truk kibarkan bendera One Piece? (sumber foto: RGB.id)

              Dari Dunia Fiksi ke Jalan Raya

              Di jagat fiksi One Piece, bendera Jolly Roger Topi Jerami adalah simbol kru bajak laut yang menolak tunduk pada kekuasaan yang korup. Luffy dan krunya berlayar melawan arus, melawan pemerintahan dunia yang penuh manipulasi dengan satu prinsip: KEBEBASAN. Bagi para penggemar berat One Piece, — bendera itu bukan sekadar kain, tapi representasi dari perlawanan terhadap ketidakadilan, keberanian melawan penindasan, dan tekad mempertahankan martabat.

              Ketika simbol ini berpindah dari layar anime ke negeri Indonesia — melalui (misalnya) tiang spion truk —, maknanya berubah menjadi pesan yang mengarah pada dunia realita. Para sopir truk yang menjadi ujung tombak fenomena ini mengaku, pengibaran bendera One Piece adalah cara damai mereka menyuarakan protes. Khususnya terhadap kebijakan ODOL (Over Dimension Overload) yang dapat mematikan mata pencaharian mereka. Bagi mereka, mengapa pemerintah hanya berani tegas pada sopir truk, dan takut bertindak tegas pada pelanggar hukum dari kalangan yang berkuasa? Pertanyaan ini pun hanya menggantung di udara, tanpa ada jawaban yang memuaskan.

              Pertanyaannya sekarang, “apakah aksi One Piece ini sebagai bentuk perlawanan yang terencana atau sekadar kekecewaan spontan?”

              Secara psikologis, perlawanan lahir dari kesadaran kolektif bahwa ada ketidakadilan struktural yang perlu dilawan. Kekecewaan, di sisi lain, lebih bersifat reaktif akibat ledakan emosi karena perlakuan yang dianggap tidak adil. Fenomena bendera One Piece tampaknya berada di titik tengah antara keduanya.

              Dari sisi simbol, ia jelas mengandung unsur perlawanan. Para pengibar memilih ikon “bajak laut” yang secara global diasosiasikan sebagai penentangan terhadap kekuasaan. Namun, dari sisi konteks, fenomena ini lahir mendadak, yang dipicu oleh kebijakan yang dinilai menyudutkan, serta pengalaman sehari-hari dari hukum yang dirasa berat sebelah. Banyak sopir truk yang mengaku tidak punya agenda politik besar; mereka hanya ingin didengar. Dengan kata lain, ini adalah kekecewaan yang mengambil bentuk perlawanan simbolis.

              Pemerintah, antara kekhawatiran dan over-reaksi

              Pemerintah pun merespons fenomena ini dengan nada reaktif. Menko Polhukam Budi Gunawan menyatakan bahwa pengibaran bendera non-negara di momen kemerdekaan, terutama bila disandingkan atau berada dibawah Bendera Merah Putih merupakan pelanggaran terhadap Undang-Undang No. 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara. Beberapa politisi juga menilai aksi pengibaran bendera One Piece berpotensi makar — istilah yang berat, dalam hukum pidana mengacu pada upaya menggulingkan pemerintahan yang sah.

              Aparatur pemerintah pun melakukan razia, mencabuti bendera One Piece dari truk-truk, menginterogasi pengibarnya dengan dalih dimintai keterangan. Tindakan reaktif tersebut justru memicu gelombang kritik baru. Amnesty International Indonesia menyebut tindakan berlebihan aparat itu sebagai bentuk pembungkaman kebebasan berekspresi yang dijamin konstitusi dan Kovenan Internasional Hak Sipil dan Politik. YLBHI (Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia) pun menyatakan bahwa selama Merah Putih tetap dikibarkan sesuai aturan, pengibaran bendera One Piece tidak bisa dianggap pelanggaran.

              Mudzakkir, dosen hukum pidana Universitas Islam Indonesia (UII) menegaskan bahwa tidak ada unsur makar dalam fenomena ini. Karena aksi tersebut tidak ada indikasi ingin mengganti bendera negara atau merendahkannya. Karena itu, penindakan hukum terhadap para pengibar lebih mencerminkan ketakutan pemerintah terhadap simbol yang menjadi populer, bukan pelanggaran nyata terhadap hukum.

              Sejumlah akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta dan juga para praktisi hukum menilai bahwa hukum tidak boleh ditafsirkan secara berlebihan untuk membungkam ekspresi publik. Sebaliknya, fenomena aksi ini harus menjadi indikator ketidakpuasan yang jawabannya melalui dialog, bukan represi.

              Dimensi Sosial: Kritik terhadap Ketimpangan Penegakan Hukum

              Di balik kain hitam bergambar bertengkorak itu, adalah narasi kritis tentang ketimpangan penegakan hukum di Indonesia. Bagi banyak warga, hukum seringkali “terasa tajam ke bawah namun tumpul ke atas”. Sopir truk yang kelebihan muatan bisa segera ditilang atau bahkan dilarang beroperasi, namun kasus besar seperti korupsi triliunan rupiah kerap berjalan lamban atau berakhir dengan vonis ringan. Fenomena ini membentuk persepsi publik bahwa hukum bukan sekadar instrumen keadilan, tetapi juga alat kekuasaan.

              Bendera One Piece menjadi media untuk menyuarakan rasa muak itu. Para sopir truk itu seolah menyampaikan pesan: “Jika hukum hanya berpihak pada yang kuat, maka kami memilih menjadi bajak laut.” Meski bersifat metaforis, pesan ini mengguncang karena lahir dari pengalaman nyata ribuan pekerja yang merasa terpinggirkan.

              Protes dengan simbol

              Penggunaan simbol dari budaya populer sebagai alat protes bukan hal baru. Di Hongkong, misalnya, karakter “Pepe the Frog” sempat menjadi maskot gerakan demokrasi. Di Amerika Latin, topeng “Guy Fawkes” dari film V for Vendetta menjadi lambang anti-korupsi. Dan kini di Indonesia, bendera One Piece yang memikul fungsi serupa.

              Fenomena ini menunjukkan bagaimana budaya pop dapat melintasi batas hiburan dan masuk ke ranah politik. Kekuatan simbol seperti Jolly Roger terletak pada kemampuannya mempersatukan orang-orang dari latar belakang berbeda di bawah satu narasi: “perlawanan terhadap ketidakadilan”. Pemerintah mungkin melihatnya sebagai ancaman, tetapi bagi pengibar, ini adalah bahasa bersama yang mudah dimengerti.

              Dalam perspektif komunikasi politik, fenomena bendera One Piece adalah textbook example dari efek Streisand — yaitu ketika upaya menekan atau menghapus sesuatu, berbalik membuatnya justru semakin terkenal. Sebelum aparat melakukan razia, One Piece hanya populer di kalangan sopir truk dan penggemar anime. Namun setelah aparat bertindak reaktif, beritanya pun viral melalui media sosial, menjadi topik utama di televisi, dan menjadi tema penting dalam debat publik nasional.

              Alih-alih memadamkan “api perlawanan”, tindakan represif justru meniupnya semakin membesar. Simbol ini pun menjadi memiliki legitimasi moral di mata “korban pembungkaman”. Pengibar pun memperoleh simpati publik yang luas.

              Minimnya dialog antara pemerintah dan warga yang terdampak kebijakan menjadi penyulut One Piece. Jika kebijakan, seperti, ODOL atau aturan yang lain menimbulkan reaksi dari rakyat, mestinya ada ruang diskusi yang jujur dan terbuka mencari solusi. Bukan justru memunculkan informasi represif yang tanpa memperdulikan suara mereka sebagai menanggung akibat dari kebijakan. Ketika ruang formal untuk protes tertutup atau diabaikan, wajarlah jika warga mencari jalur kreatif — meski kontroversial — untuk menyuarakan keresahannya.

              Maraknya fenomena One Piece atau yang sejenisnya secara tidak langsung memantik peningkatan kesadaran publik tentang ketimpangan penegakan hukum. Sekarang terserah bagaimana sikap pemerintah dalam memberi respon. Jika memilih jalur represif terus-menerus, besar kemungkinan simbol-simbol perlawanan kreatif itu akan terus bermunculan dan bahkan jauh lebih banyak. Sebaliknya, jika pemerintah mengambil inisiatif membuka ruang dialog dan membenahi penerapan hukum, bendera One Piece mungkin akan kembali menjadi sekadar properti cosplay.

              Pendek kata, One Piece bukanlah makar, tapi lebih sebagai  kritik sosial yang kreatif, damai, dan sah secara moral. Bahkan secara hukum tidak menjadi persoalan, selama tidak melanggar aturan pengibaran bendera negara. Pemerintah seharusnya tidak perlu mengalami paranoia politik, cukuplah dengan dengan introspeksi dan pembenahan. Mengkriminalisasi pengibar bendera One Piece hanya akan menambah jarak antara negara dan rakyatnya.

              Simbol bajak laut Topi Jerami ibarat sebuah cermin. Akankah kita memecahkan cermin itu? Atau memperbaiki wajah yang terpantul di dalamnya? ***

               

               

              The post Bendera One Piece: Simbol Perlawanan atau Kekecewaan? appeared first on PWMU.CO | Portal Berkemajuan.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              SD Aisyiyah Cindogo Sambut Tamu dari Republik Ceko

              Next Post

              SMA Muhammadiyah 3 Gresik Tampil Memukau di Milad MI Muhammadiyah 1 Gumeno

              admin

              admin

              InfoLain

              BeritaMu

              Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

              07/08/2026
              BeritaMu

              Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

              07/08/2026
              BeritaMu

              Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

              07/08/2026
              Next Post

              SMA Muhammadiyah 3 Gresik Tampil Memukau di Milad MI Muhammadiyah 1 Gumeno

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

                07/08/2026

                Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

                07/08/2026

                Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

                07/08/2026

                Din Syamsuddin: Pendidikan Perempuan adalah Pilar Membangun Peradaban

                07/08/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,994)
                • Hukum Islam (1,623)
                • Kabar PTMA (4,051)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Kemendikdasmen Salurkan 30 Laptop dan Starlink untuk Sekolah di Miangas, Perkuat Pendidikan Daerah 3T

                07/08/2026

                Khutbah Jumat: Empat Nilai Dasar Beragama

                07/08/2026

                Tanwir III Nasyiatul Aisyiyah Tetapkan 39 Calon Tetap PPNA Periode 2026–2030

                07/08/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In