• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Mei 28, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

    Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

    Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

    Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

    Banyak yang Belum Tahu, Kurban Idul Adha 2026 Ternyata Bisa Pakai Dana Rp1,5 Juta, Ini Caranya

    Muhammadiyah Simalungun Siapkan 48 Hewan Kurban dan Rilis Imam, Khatib, Shalat idul Adha 1447 H.

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

      Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

      Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

      Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

      Banyak yang Belum Tahu, Kurban Idul Adha 2026 Ternyata Bisa Pakai Dana Rp1,5 Juta, Ini Caranya

      Muhammadiyah Simalungun Siapkan 48 Hewan Kurban dan Rilis Imam, Khatib, Shalat idul Adha 1447 H.

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

          Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

          Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

          Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

          Banyak yang Belum Tahu, Kurban Idul Adha 2026 Ternyata Bisa Pakai Dana Rp1,5 Juta, Ini Caranya

          Muhammadiyah Simalungun Siapkan 48 Hewan Kurban dan Rilis Imam, Khatib, Shalat idul Adha 1447 H.

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

            Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

            Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

            Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

            Banyak yang Belum Tahu, Kurban Idul Adha 2026 Ternyata Bisa Pakai Dana Rp1,5 Juta, Ini Caranya

            Muhammadiyah Simalungun Siapkan 48 Hewan Kurban dan Rilis Imam, Khatib, Shalat idul Adha 1447 H.

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah: Meluruskan Kesalahpahaman

              by
              22/12/2024
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah: Meluruskan Kesalahpahaman

              Oleh : Muhammad Nasri Dini (Kepala SMP Muhammadiyah Imam Syuhodo Sukoharjo)

              WartaTerkait

              Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

              Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

              Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

              Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

              PWMJATENG.COM – Pesan yang disampaikan oleh KH. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” memiliki nilai yang sangat mendalam dalam gerakan dakwah dan perjuangan Muhammadiyah. Pernyataan ini menekankan pada komitmen para aktivis Muhammadiyah untuk menghidupkan dan memperjuangkan Persyarikatan ini tanpa pamrih atau ada kepentingan pribadi. Sejarah mencatat bahwa pesan ini lahir sebagai jawaban atas pertanyaan salah satu murid KH. Ahmad Dahlan tentang apakah jika menjadi pengurus Muhammadiyah akan mendapatkan upah/gaji. Setidaknya dialog ini bisa kita rekam dari salah satu adegan dalam film biografi KH. Ahmad Dahlan “Sang Pencerah” yang pernah popular beberapa tahun yang lalu. Dan jawabannya adalah tegas: tidak hanya tanpa upah/gaji, tetapi dalam perjuangan justru memerlukan pengorbanan harta.

              Namun, perlu dipahami bahwa konteks pernyataan tersebut adalah untuk menggarisbawahi pentingnya militansi dalam dakwah dan perjuangan, bukan berarti Muhammadiyah mengabaikan kesejahteraan para pengelola amal usahanya yang menghasikan nilai finansial. Hal ini sangat relevan untuk diluruskan agar tidak terjadi kesalahpahaman dan penyalahgunaan makna, khususnya terkait pengelolaan Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) ‘basah’ yang menghasilkan seperti sekolah, rumah sakit, dan lembaga lainnya. Karena beberapa kali penulis pernah mendapati orang yang mencela atau sekedar mengejek para pekerja di AUM dan menganggapnya telah melanggar pesan KH. Ahmad Dahlan tentang “jangan mencari hidup di Muhammadiyah”.

              Kalau boleh mengambil kesimpulan sendiri, menurut hemat kami pernyataan ini khusus ditujukan pertama kali kepada para pengurus Muhammadiyah. Bahwa tidak selayaknya mereka mengharapkan imbalan duniawi dalam keterlibatan mereka di Muhammadiyah. Justru sebaliknya, tidak hanya waktu dan tenaga yang nantinya akan dikorbankan, bahkan harta sekalipun harus dengan rela dikorbankan untuk menghidupi Muhammadiyah.

              Koreksi atas Kesalahpahaman

              Dalam implementasinya di lapangan, kalimat tersebut seringkali disalahgunakan atau disalahpahamkan. Misalnya yang pernah kami dengar dari guru Muhammadiyah, langsung dari yang bersangkutan. Bahwa saat guru tersebut, yang mengabdi pada sekolah Muhammadiyah yang besar dan mapan, dengan siswa yang banyak dan SPP yang relatif mahal, kemudian ‘memprotes’ gaji guru yang dirasa masih kecil, lalu dijawab oleh sang kepala sekolah dengan mengutip pernyataan KH. Ahmad Dahlan di atas. Hal ini sangatlah tidak tepat dan menyalahi konteks. AUM yang menjadi sumber pendapatan dan memiliki manajemen profesional, harus tetap bahkan wajib hukumnya memperhatikan kesejahteraan para pegawainya. Sebuah institusi yang berlandaskan nilai-nilai Islam harus mengutamakan prinsip keadilan dan tanggung jawab sosial dalam pengelolaannya.

              Ini sejalan dengan Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM) hasil keputusan Muktamar Muhammadiyah ke-44 di Jakarta tahun 2000. Pada Pedoman Kehidupan Dalam Mengelola Amal Usaha yang terdiri dari 13 poin tersebut pada poin yang ke-7 PHIWM telah menegaskan prinsip keseimbangan antara etos pengabdian dan kesejahteraan. Di sana disebutkan bahwa “Sebagai amal usaha yang bisa menghasilkan keuntungan, maka pimpinan amal usaha Muhammadiyah berhak mendapatkan nafkah dalam ukuran kewajaran (sesuai ketentuan yang berlaku). Untuk itu setiap pimpinan Persyarikatan hendaknya membuat tata aturan yang jelas dan tegas mengenai gaji tersebut dengan dasar kemampuan dan keadilan.”

              Artinya pengelola AUM berhak mendapatkan nafkah yang wajar sesuai dengan kemampuan institusi dan tetap mengedepankan prinsip keadilan, yaitu nafkah yang diberikan disesuaikan dengan tupoksi atau tangung jawab masing-masing. Hal ini dapat menjadi pedoman untuk memastikan keberlangsungan lembaga tanpa mengabaikan hak-hak individu yang terlibat di dalamnya. Dengan begitu, pengelolaan AUM tidak hanya berorientasi pada profesionalisme tetapi juga tetap menjaga nilai-nilai Islam yang mendasari Muhammadiyah. Keberimbangan antara hak dan kewajiban ini adalah ikhtiar untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis dan memotivasi setiap elemen lembaga untuk berkontribusi dengan lebih optimal.

              Selain poin 7, pada PHIWM tentang Mengelola Amal Usaha pada poin 10 menambahkan bahwa, “Karyawan amal usaha Muhammadiyah adalah warga (anggota) Muhammadiyah yang dipekerjakan sesai dengan keahlian atau kemampuannya. Sebagai warga Muhammadiyah diharapkan mempunyai rasa memiliki dan kesetiaan untuk memelihara serta mengembangkan amal usaha tersebut sebagai bentuk pengabdian kepada Allah SWT dan berbuat kebajikan kepada sesama. Sebagai karyawan dari amal usaha Muhammadiyah tentu tidak boleh terlantar dan bahkan berhak memperoleh kesejahteraan dan memperoleh hak-hak lain yang layak tanpa terjebak pada rasa ketidakpuasan, kehilangan rasa syukur, dan bersikap berlebihan.”

              Baca jga, Keputusan Musypimwil Muhammadiyah Jateng Tahun 2024

              Mari kita garisbawahi di antara bagian penting dari poin 10 ini, yaitu, “Sebagai karyawan dari amal usaha Muhammadiyah tentu tidak boleh terlantar dan bahkan berhak memperoleh kesejahteraan dan memperoleh hak-hak lain yang layak”. Dari sini dapat dengan jelas kita baca bahwa karyawan AUM juga berhak mendapatkan kesejahteraan yang layak, tanpa kehilangan rasa syukur dan tetap menghindari ketidakpuasan yang berlebihan. Maka konsekuensinya, para pengelola dan pimpinan AUM harus memastikan keseimbangan antara semangat perjuangan dan tanggung jawab terhadap kesejahteraan karyawan. Dengan demikian, etos kerja yang baik akan lebih mudah terbangun dan produktivitas akan semakin meningkat.

              Prinsip ini memberikan jalan tengah yang adil antara idealisme dakwah dan kebutuhan hidup yang sifatnya praktis. Dalam konteks sekolah/AUM kecil yang masih merangkak, mungkin dengan siswa yang hanya sedikit dan itu pun tidak memungut biaya, maka semangat perjuangan tanpa orientasi pada gaji semata menjadi hal yang penting. Namun untuk AUM yang sudah besar dan mapan, tuntutan kesejahteraan pekerja adalah wujud dari tanggung jawab dan penghormatan atas jasa mereka. Hal ini juga menjadi bukti bahwa nilai-nilai keadilan yang diusung Muhammadiyah dalam PHIWM benar-benar diwujudkan dalam praktiknya.

              Contoh Nyata dalam Implementasi

              KH. Syukriyanto bin AR Fachrudin pernah mengisahkan bahwa pada kisaran tahun 1921 M KH. Ahmad Dahlan pernah melelang seluruh barang di rumahnya untuk menggaji guru dan membiayai sekolah Muhammadiyah, menginspirasi warga Kauman yang kemudian membeli barang-barangnya namun mengembalikannya setelah dilelang. Uang hasil lelang sebesar lebih dari 4.000 gulden disumbangkan sepenuhnya ke kas Muhammadiyah, meski kebutuhan awal hanya 500 gulden. Tindakan ini mencerminkan semangat pengorbanan KH. Ahmad Dahlan dan kekompakan warga dalam mendukung perjuangan Muhammadiyah untuk pendidikan, sekaligus menjadi teladan bagi prinsip pengabdian tanpa pamrih.

              Dengan melelang semua harta demi kepentingan Persyarikatan, KH. Ahmad Dahlan menunjukkan bahwa membesarkan Muhammadiyah adalah panggilan pengabdian, bukan sarana mencari keuntungan pribadi. Tindakan para warga yang membeli barang-barangnya dan mengembalikan hasil lelang untuk Muhammadiyah juga mencerminkan solidaritas terhadap nilai perjuangan ini. Prinsip ini menjadi fondasi etos kerja Muhammadiyah, bahwa kontribusi terhadap Persyarikatan harus didasari keikhlasan dan komitmen pada misi dakwah.

              Pada kesempatan yang lain KH. AR Fachrudin juga pernah memberikan contoh nyata implementasi prinsip ini. Sebagai salah satu tokoh Muhammadiyah, beliau tetap aktif mengelola bisnisnya untuk menopang kehidupannya sambil membesarkan Muhammadiyah. Sikap ini menunjukkan bahwa semangat dakwah tidak harus mengorbankan kesejahteraan pribadi secara mutlak. Namun, bagi mereka yang menjadi pekerja di AUM, kewajiban Muhammadiyah adalah memastikan mereka tidak terlantar dan memiliki hak-hak dasar yang terpenuhi.

              Meneguhkan Kembali Prinsip Dakwah Muhammadiyah

              Pernyataan KH. Ahmad Dahlan, “Hidup-hidupilah Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah,” tetap relevan dalam konteks dakwah dan perjuangan Muhammadiyah hingga hari ini. Tetapi harus ditempatkan dalam kerangka yang benar. Dalam pengelolaan AUM, semangat perjuangan dan profesionalisme harus berjalan seiring dan berdampingan. Warga AUM didorong untuk menjaga semangat pengabdian tanpa melupakan tanggung jawab terhadap kesejahteraan orang-orang yang berkontribusi di dalamnya.

              Para pegawai yang mengabdi di AUM, khususnya dalam hal ini penulis berada di AUM pendidikan seperti SMP, semua warga di dalamnya harus memahami bahwa AUM merupakan sarana dakwah dan perjuangan Muhammadiyah, pendukung, dan penggeraknya. Oleh karena itu, dengan niat beribadah kepada Allah SWT, loyalitas mereka juga harus ditujukan kepada lembaga. Mereka diharapkan meniatkan perjuangan lillahi ta’ala untuk membesarkan AUM dalam rangka mendukung dakwah Muhammadiyah di waktu yang sama. Bukan sekadar memanfaatkannya sebagai tempat mencari nafkah semata. Kehadiran mereka sebaiknya disertai dengan kontribusi nyata berupa tenaga dan pemikiran untuk membesarkan Muhammadiyah dengan membesarkan AUM, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban kerja formal semata.Dengan memahami dan meneguhkan nilai ini, Amal Usaha Muhammadiyah dapat terus menjadi lembaga yang kokoh, tidak hanya dalam menghidupkan dakwah Muhammadiyah, tetapi juga dalam memberikan kesejahteraan yang adil bagi semua pihak yang terlibat di dalamnya. Sebagai penutup, penulis mempunyai satu kalimat yang bisa melengkapi atau menyempurnakan pesan KH. Ahmad Dahlan di atas. “Bekerjalah di Muhammadiyah dan besarkanlah Muhammadiyah dengannya!”. Wallahul Musta’an

              Ass Editor : Ahmad; Editor : M Taufiq Ulinuha

              The post Jangan Mencari Hidup di Muhammadiyah: Meluruskan Kesalahpahaman appeared first on Muhammadiyah Jateng.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Pesantren Muhammadiyah: Pembentuk Karakter Islami dan Benteng Pergaulan Bebas

              Next Post

              SMA Muhammadiyah Wonosobo Raih Predikat Sekolah Terbaik!

              InfoLain

              BeritaMu

              Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

              28/05/2026
              BeritaMu

              Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

              28/05/2026
              BeritaMu

              Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

              28/05/2026
              Next Post

              SMA Muhammadiyah Wonosobo Raih Predikat Sekolah Terbaik!

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

                28/05/2026

                Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

                28/05/2026

                Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

                28/05/2026

                Idul Adha 2026 UNIMUGO: Kampus Salurkan 1.800 Paket Daging Qurban untuk Warga Gombong

                28/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,239)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,748)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Sentilan Menohok Khutbah Idul Adha 2026: Jangan Cetak Anak Pintar Bersaing tapi Miskin Empati!

                28/05/2026

                Tak Perlu Bawa Kupon, Ratusan Warga Langsung Serbu Pembagian Daging Qurban Idul Adha di Kalinyamatan

                28/05/2026

                Bukan Sekadar Kurban, Ini Makna Iduladha 1447 H untuk Mengikis Mental Instan Generasi Muda

                28/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In