Sirkumsisi (Sunat)
Sirkumsisi atau yang biasa dikenal dengan sunat merupakan prosedur yang dilakukan dengan membuang kulup, yaitu kulit yang menutupi bagian kepala penis. Sirkumsisi sendiri dapat dilakukan pada segala rentang usia dari bayi, anak- anak hingga dewasa dan telah dilakukan dari ribuan tahun oleh berbagai kelompok terkait budaya atau keagamaan dan juga terkait Kesehatan.
Tujuan dari dilakukannya sirkumsisi:
Memudahkan untuk membersihkan kepala penis
Mencegah terjadinya infeksi saluran kemih
Mengurangi risiko terkena infeksi menular seksual dan juga keganasan
Selain itu juga dapat untuk mengatasi kondisi medis:
Peradangan pada bagian kulup dan kepala penis
Kulit kepala penis yang melekat erat pada kepala penis
Kulup penis tidak dapat ditarik kembali ke posisi semula setelah ditarik ke belakang
Sebelum dilakukannya tindakan sirkumsisi alangkah lebih baiknya untuk memastikan tidak adanya:
Kelainan bentuk atau ukuran penis
Kelainan posisi dari saluran dan lubang kencing
Kelainan gangguan pembekuan darah
Untuk saat ini ada beberapa metode sunat, di antaranya adalah sunat manual dengan pisau bedah, sunat laser yang menggunakan alat kauter, serta sunat klamp atau sunat cincin. Itu semua tergantung dari kondisi dan metode yang akan dipilih
Referensi:
Morris BJ, Katelaris A, Blumenthal NJ, Hajoona M, Sheen AC, Schrieber L, Lumbers ER, Wodak AD, Katelaris P. Evidence-based circumcision policy for Australia. J Mens Health. 2022;18(6):132. doi: 10.31083/j.jomh1806132. Epub 2022 May 30. PMID: 36034719; PMCID: PMC9409339.
Iacob SI, Feinn RS, Sardi L. Systematic review of complications arising from male circumcision. BJUI Compass. 2021 Nov 11;3(2):99-123. doi: 10.1002/bco2.123. PMID: 35474726; PMCID: PMC8988744.
Mayo Clinic (2022). Tests & Procedures. Circumcision (Male).
Penulis : dr. Ardiyuga Pratitapraya
Dokter Umum RS PKU Muhammadiyah Yogyakarta
Artikel Sirkumsisi (Sunat) pertama kali tampil pada RS PKU Jogja.



