• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Mei 15, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

    Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

    Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

    Rayakan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Jepara Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer

    Rektor Lepas Kontingen UMPP Menuju Muhammadiyah Games 2026, Targetkan Prestasi Nasional

    SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

    SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

      Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

      Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

      Rayakan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Jepara Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer

      Rektor Lepas Kontingen UMPP Menuju Muhammadiyah Games 2026, Targetkan Prestasi Nasional

      SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

      SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

          Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

          Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

          Rayakan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Jepara Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer

          Rektor Lepas Kontingen UMPP Menuju Muhammadiyah Games 2026, Targetkan Prestasi Nasional

          SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

          SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

            Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

            Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

            Rayakan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Jepara Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer

            Rektor Lepas Kontingen UMPP Menuju Muhammadiyah Games 2026, Targetkan Prestasi Nasional

            SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

            SMA Sukma Bangsa Lhokseumawe Aceh Berkunjung ke OIF UMSU

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Shalat untuk Menjemput Rahmat (11)

              by
              01/06/2023
              in BeritaMu
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Shalat untuk Menjemput Rahmat (11)

              WartaTerkait

              Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

              Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

              Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

              Rayakan Milad Pemuda Muhammadiyah ke-94, PDPM Jepara Gelar Laga Persahabatan Mini Soccer

              Oleh: Mohammad Fakhrudin dan Nifʻan Nazudi

              Telah diraikan pada Shalat untuk Menjemput Rahmat (10) beberapa hal penting yang berkenaan dengan bersujud di dalam shalat, yakni  (a) kaifat sujud, (b) doa sujud yang sering dibaca oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, dan (c) memperbanyak doa saat sujud. Di antara kaifiat sujud yang perlu kita pahami kembali adalah sebagai berikut.

              Setelah membaca doa iktidal, kita (a) membaca takbir Allahu akbar tanpa mengangkat kedua tangan; (b) meletakkan kedua lutut sebelum kedua tangan; (c) merenggangkan kedua tangan dari lambung, mengangkat kedua siku, meletakkan telapak tangan sejajar dengan bahu, serta merapatkan jari-jari tangan dan tidak menggenggamnya; (d) memosisikan tumit ketika sujud sesuai dengan kenyamanan; (e) menyentuhkan hidung dan kening pada tempat shalat; (f) bersujud dengan ketujuh tulang, dan (g) membaca doa.

              Doa sujud yang sering dibaca oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam adalah Subḥānakallāhumma rabbanā wa bi ḥamdikallāhummaghfirlī. Ketika sujud di dalam shalat, kita dapat mengulang bacaan tersebut atau bacaan sujud yang lain. Kita tidak boleh membaca doa selain bacaan sujud.

              Pada Shalat untuk Menjemput Rahmat (11) ini diuraikan tiga subtopik, yaitu (1) bangun dari sujud untuk duduk iftirasy sambil membaca takbir, (2) bangun dari sujud seraya membaca takbir (tanpa mengangkat tangan) dan duduk, dan (3) melaksanakan shalat rakaat kedua. Ketiga subtopik itu diuraikan pada HPT 3 (hlm. 574-577). Uraian berikut ini pada dasarnya bersumber pada HPT3.

              Bangun dari Sujud untuk Duduk Istirasy sambil Membaca Takbir

              Setelah membaca doa sujud, kita bangun untuk duduk iftirasy. Dalam hubungan ini, duduk iftirasy adalah duduk di antara dua sujud dengan cara menjulurkan kaki kiri ke kanan dan pantat duduk di atasnya, sedangkan telapak kaki kanan ditegakkan dengan jari-jari kaki ditekuk dan ujungnya mengarah ke kiblat; meletakkan telapak tangan kanan di atas ujung paha kanan dekat dengan lutut dan telapak tangan kiri di atas ujung paha kaki kiri dekat dengan lutut; dengan jari-jari tangan sedikit merenggang dan diarahkan ke kiblat, serta ujung-ujung jari sampai ke lutut.

              Berdasarkan uraian tersebut, kita pahami bahwa ketika duduk iftirasy, tangan kita tidak memegang lutut. Di samping itu, jari-jari kita tidak melampaui lutut.

              Ketika duduk di antara dua sujud, kita membaca doa,

              Allāhummagfir lī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī

              Hal ini sesuai dengan hadis doa antara dua sujud, yakni hadis dari Ibn Abbas sebagai berikut.

              “Dari Ibn ʻAbbas raḍiyallahu ‘anhu [diriwayatkan]. bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam di antara dua sujud mengucapkan, Allāhummagfir lī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī.” (HR at-Tirmidzi)

              Tambahan Bacaan Wa’fu’annī

              Di dalam madzhab Syafi’i, Ibnu Hajar al-Haitamiy mengatakan (Al Minhaj Al Qawim, 1/105) bahwa kalimat wa’fu’annī merupakan tambahan dari Imam al Ghazali di dalam kitabnya Ihya ‘Ulumuddin (1/161) karena kesesuaiannya dengan kalimat sebelumnya. Pendapat yang sama dikemukakan oleh Imam Abu Bakar Bafadhal al Hadhramiy di dalam Al Muqadimah Al Hadhramiyah (hlm. 71). Ulama madzhab Maliki, di antaranya, Imam Syihabuddin an Nafrawiy dan Ibnu Najiy, (al Fawakih ad Dawaniy, 1/184) berpendapat demikian pula.

              Sementara itu, di dalam kitab Fiqhul ‘Ibadat ‘alal Madzhabil Malikiy (1/170) tertulis sebagai berikut.

              “Adapun setelah bangun dari rukuk boleh berdoa, demikian pula saat duduk di antara dua sujud diperintahkan membaca, “Allāhummagfir lī warḥamnī wasturnī wajburnī warzuqnī wa’āfini wa’fu’annī”

              Pendapat yang sama tertulis di dalam Ad Durar as Saniyah, kumpulan fatwa para ulama Najd Saudi Arabia (jilid 4 hlm. 299).

              Dari sumber lain dapat kita ketahui bahwa tambahan bacaan wa’fu’annī dapat ditemukan di dalam As Sunan Al Kubra. Seorang sahabat yang merasa tidak bagus bacaan al-Qur’annya meminta kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk diajari kalimat yang dapat mencukupi kekurangannya itu. Berkenaan dengan itu, beliau bersabda,

              “Katakanlah, Allāhummagfir lī warḥamnī wajburnī wahdinī warzuqnī wa’āfini wa’fu’annī”

              (HR al-Baihaqi di dalam As Sunan Al Kubra)

              Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah berpendapat bahwa bacaan shalat adalah taufiqiyyah; tidak diperkenankan menambah, membuat kreasi baru atau membaca bacaan di luar bacaan shalat. Hal ini berdasarkan tuntunan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, “Shallū kamā raitumūni ushalli.”

              Bagaimana halnya jika di dalam shalat kita menambahkan doa untuk orang tua? Berdoa untuk orang tua dapat kita lakukan di luar shalat misalnya sesudah shalat.

              Shalat merupakan ibadah mahdah yang pelaksanaannya didasarkan tuntunan dan cara-cara yang dilakukan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Dengan demikian, doa yang dibaca di dalam shalat harus yang dituntunkan secara khusus oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.

              Setelah duduk di antara dua sujud dan membaca doa sujud, kita kemudian membaca takbir tanpa mengangkat tangan, lalu sujud untuk kedua kalinya dan membaca doa sujud seperti pada waktu sujud pertama.

              Bangun dari Sujud Kedua seraya Membaca Takbir

              Bangun dari sujud kedua kita lakukan dengan membaca takbir lebih dulu tanpa mengangkat tangan dan duduk―seperti duduk iftirasy―sebentar, lalu berdiri dengan menekankan telapak tangan pada tempat sujud untuk mengerjakan rakaat yang kedua. Jadi, tangan kita tidak mengepal.

              Gerakan yang demikian didasarkan hadis-hadis, yang transkrip dan maknanya sebagai berikut.

              Hadis riwayat Malik Ibn al-Ḥuwairiṡ al-Laiṡī

              “Dari Abū Qilābah [diriwayatkan bahwa] ia berkata, Malik Ibn al-Ḥuwairiṡ al-Laiṡī mengabarkan bahwa ia melihat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. shalat; apabila beliau berada dalam rakaat gasal (rakaat 1 dan rakaat 3) dari shalatnya, beliau sebelum berdiri,  terlebih dahulu duduk dengan lurus.” (HR al-Bukhari)

              Hadis Riwayat Malik Ibn al-Ḥuwairiṡ yang Lain

              “Dari Abū Qilābah [diriwayatkan bahwa] ia berkata, Malik Ibn al-Ḥuwairiṡ datang kepada kami; lalu shalat bersama di masjid kami ini; kemudian, berkata, Aku bukan ingin melaksanakan shalat, melainkan aku akan menerangkan kepada kalian bagaimana Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam melaksanakan shalat seperti yang aku lihat … Dan apabila mengangkat kepalanya dari sujud yang kedua, beliau duduk dan bertumpu ke atas lantai, kemudian baru berdiri.” [HR al-Bukhari]

              Pada hadis pertama dijelaskan bahwa Malik Ibn al-Ḥuwairiṡ melihat (mengetahui) tata cara shalat yang diajarkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam apabila beliau berdiri setelah sujud kedua pada rakaat gasal, yaitu rakaat pertama dan ketiga, beliau duduk istirahat (iftirasy) lebih dahulu. Sesudah itu, beliau baru berdiri.

              Pada hadis kedua diterangkan bahwa selain adanya duduk iftirasy sebelum berdiri, diterangkan juga tentang cara berdiri untuk rakaat berikutnya dengan menekankan (tangan) pada tempat shalat. Di dalam hadis-hadis yang berkaitan dengan cara duduk dan berdiri pada rakaat gasal, tidak didapati keterangan tentang memanjangkan ucapan “Allahu akbar”.

              Dalam kenyataan, ada imam shalat berjamaah yang memanjangkan ucapan “Allahu akbar” secara berlebihan. Cara yang demikian seharusnya tidak perlu dilakukan.

              Dari hadis-hadis rujukan sebagaimana telah dikemukakan, dapat disimpulkan bahwa cara berdiri dari rakaat gasal (rakaat pertama atau rakaat ketiga) menuju rakaat genap (rakaat kedua atau rakaat keempat) dengan melakukan duduk iftirasy (istirahat) lebih dulu, kemudian, berdiri dengan cara menekankan kedua telapak tangan pada tempat shalat.

              Hal lain yang perlu mendapat penekanan juga adalah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdiri dari rakaat gasal (rakaat pertama atau rakaat ketiga) ketika mengucapkan “Allahu akbar” tidak disertai dengan gerakan mengangkat tangan. Hal itu dapat kita ketahui dari HR al-Bukhari, yang transkrip dan maknanya sebagai berikut.

              “Dari Nafi’ [diriwayatkan] bahwa Ibn ‘Umar memulai shalat dengan bertakbir dan mengangkat kedua tangannya; begitu juga saat rukuk, dan saat membaca “sami ‘allahu liman ḥamidah”, serta saat berdiri setelah dua rakaat. Ibn ‘Umar menyatakan bahwa (yang ia lakukan tersebut) berasal dari  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.”

              Berdasarkan hadis ‘Umar tersebut, dapat kita simpulkan bahwa mengucapkan takbir dengan mengangkat tangan kita lakukan pada empat waktu, yaitu ketika (a) takbiratul ihram, (2) akan rukuk, (3) ) bangkit dari rakaat kedua ke rakaat ketiga (pada shalat maghrib, ‘isya, duhur, atau ‘asar), dan (4) ketika mengucapkan sami ‘allahu liman ḥamidah, yakni ketika bangkit dari rukuk.

              Di dalam pelaksanaan gerakan bangun dari sujud kedua, ada yang tanpa duduk sebentar lebih dulu, tetapi langsung berdiri. Ada pula yang bangun dari sujud kedua sambil mengucapkan takbir dan mengangkat tangan seperti ketika takbiratul ihram.

              Gerakan yang demikian itu kiranya tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Gerkan yang sesuai adalah kita bangun dari sujud kedua dengan cara duduk iftirasy sebentar lebih dulu dan bangun dari sujud kedua dengan mengucapkan takbir tanpa mengangkat tangan.

              Melaksanakan Rakaat Kedua

              Pada rakaat kedua, setelah bangkit dan berdiri dari sujud kedua pada rakaat pertama, kita mengerjakan shalat rakaat kedua seperti yang kita kerjakan pada rakaat pertama. Namun, kita tidak membaca doa iftitah.

              Pada rakaat kedua, setelah berdiri dengan lurus dari sujud kedua, kita meletakkan kedua tangan di atas dada (bersedekap); kemudian, membaca ta’awuz, basmalah, surat al-Fatihah dan melanjutkan dengan membaca surat atau ayat al-Qurʻan  seperti yang kita lakukan pada rakaat pertama. Kemudian, kita melakukan gerakan-gerakan (rukuk, iktidal, sujud pertama, duduk iftirasy, sujud kedua) dan mengucapkan bacaan-bacaan yang sama dengan yang kita baca pada rakaat pertama.

              Pelaksanaan rakaat kedua yang demikian, didasarkan hadis-hadis, yang transkrip dan maknanya sebagai berikut.

              HR Muslim

              “Dari Abū Hurairah raḍiyallahu ‘anhu [diriwayatkan bahwa] ia berkata, Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam apabila berdiri dari rakaat kedua, beliau memulai bacaan dengan “Alḥamdulillahi rabbil ‘ālamīn (al-Fatihah) dan beliau tidak diam.”

              Dari hadis tersebut kita ketahui bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengerjakan shalat rakaat kedua tidak “diam” (artinya beliau tidak membaca doa iftitah), tetapi langsung membaca taʻawuz, basmalah, dan al-Fatihah seperti pada rakaat pertama.

              HR al-Bukhari dan Muslim

              “Dari Abū Hurairah raḍiyallahu ‘anhu [diriwayatkan] bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Jika kamu berdiri untuk shalat, mulailah dengan takbir; lalu, bacalah apa yang mudah buatmu dari al-Qurʻan; kemudian, rukuklah sampai benar-benar rukuk (tumakninah); lalu, bangkitlah (dari rukuk) sampai kamu berdiri tegak; kemudian, sujudlah sampai benar-benar sujud (tumakninah); lalu, angkat (kepalamu) untuk duduk hingga benar-benar duduk (tumakninah). Kemudian, lakukanlah hal tersebut dalam seluruh (rangkaian) shalatmu.”

              Di dalam hadis tersebut dijelaskan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam memerintahkan supaya kita melakukan shalat pada rakaat kedua sama dengan ketika kita melakukan shalat pada rakaat pertama.

              Jika shalat dua rakaat (misalnya shalat subuh, shalat Jumah, shalat sunah fajar, shalat sunah bakda shalat duhur, atau shalat sunah yang lain yang dua rakaat), setelah sujud kedua pada rakaat kedua, tentulah kita melakukan duduk tasyahud akhir. Namun, jika shalat tiga atau empat rakaat, setelah sujud kedua pada rakaat kedua, kita duduk tasyahud awal. (Kaifiat duduk tasyahud awal dan tasyahud akhir akan diuraikan tersendiri).

              Allahu a’lam

              Mohammad Fakhrudin, warga Muhammadiyah, tinggal di Magelang Kota

              Nif’an Nazudi, dosen al-Islam dan Kemuhammadiyahan Universitas Muhammadiyah Purworejo

               

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              PDM Banyumas Resmi Kukuhkan 306 Pimpinan

              Next Post

              Muhammadiyah Surabaya Gelar Cangkrukan Refleksi Kelahiran Pancasila

              InfoLain

              BeritaMu

              Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

              15/05/2026
              BeritaMu

              Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

              15/05/2026
              BeritaMu

              Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

              15/05/2026
              Next Post

              Muhammadiyah Surabaya Gelar Cangkrukan Refleksi Kelahiran Pancasila

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

                15/05/2026

                Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

                15/05/2026

                Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

                15/05/2026

                Rektor Lepas Kontingen UMPP Menuju Muhammadiyah Games 2026, Targetkan Prestasi Nasional

                15/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,091)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,665)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Jemaah Haji Klaten 2026 Lengkap di Makkah, Kloter 62 SOC Segera Umrah Wajib

                15/05/2026

                Skor 9-4 Warnai Milad ke-94 Pemuda Muhammadiyah Jepara, Laga Persahabatan Penuh Semangat

                15/05/2026

                Panggung Budaya Pelajar SMK Mutu Wonosobo Pukau Penonton di Anniversary ke-29

                15/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In