• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 24, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

    Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

    Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

    Lomba Hizbul Wathan 2026: Cara Unik UKM HW UNIMMA Dekati Remaja Milenial

    Tata Kelola Organisasi: Kunci Sekolah Muhammadiyah Bertahan Hadapi Perkembangan Zaman

    Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

      Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

      Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

      Lomba Hizbul Wathan 2026: Cara Unik UKM HW UNIMMA Dekati Remaja Milenial

      Tata Kelola Organisasi: Kunci Sekolah Muhammadiyah Bertahan Hadapi Perkembangan Zaman

      Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

        Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

        Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

        Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

        Stay Online Casino steps and methods for Australian players

        Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

          Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

          Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

          Lomba Hizbul Wathan 2026: Cara Unik UKM HW UNIMMA Dekati Remaja Milenial

          Tata Kelola Organisasi: Kunci Sekolah Muhammadiyah Bertahan Hadapi Perkembangan Zaman

          Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

            Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

            Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

            Lomba Hizbul Wathan 2026: Cara Unik UKM HW UNIMMA Dekati Remaja Milenial

            Tata Kelola Organisasi: Kunci Sekolah Muhammadiyah Bertahan Hadapi Perkembangan Zaman

            Din Syamsuddin: Bung Karno Tokoh Muslim dan Nasionalis

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Richard Online Casino Review Overview for Australian Players

              Elite Spin Online : tout ce qu’il faut savoir

              Richard Casino login review – Australian guide to access, bonuses & payments

              Stay Casino Login: Australian Account Verification Guide & Tips

              Stay Online Casino steps and methods for Australian players

              Richard Casino No Deposit Free Spins: Payment Methods Guide for Australian Players

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Menagih Visi Keadilan Iklim Calon Presiden

              by
              17/05/2023
              in BeritaMu
              0
              Menagih Visi Keadilan Iklim Calon Presiden
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Menagih Visi Keadilan Iklim Calon Presiden

              WartaTerkait

              Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

              Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

              Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

              Lomba Hizbul Wathan 2026: Cara Unik UKM HW UNIMMA Dekati Remaja Milenial

               Oleh: Parid Ridwanuddin

              Setelah sejumlah partai politik mendeklarasikan sejumlah calon presiden (Capres) Republik Indonesia untuk pemilihan umum (Pemilu) tahun 2024 mendatang, sampai saat ini masyarakat Indonesia belum mendengar ide penting yang disampaikan sekaligus akan menjadi visi masing-masing Capres tersebut.

              Visi tersebut sangat krusial untuk segera disampaikan kepada publik mengingat Indonesia kini menghadapi sejumlah persoalan serius yang membutuhkan kemauan politik (political will) untuk menyelesaikanya. Salah satu permasalahan genting yang kini dihadapi oleh Indonesia adalah krisis iklim yang mengancam daya dukung dan daya tampung lingkungan hidup serta mengancam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat. Lebih jauh, krisis iklim akan mengancam kedaulatan Indonesia pada masa yang akan datang jika tidak dimitigasi dengan segera.

              Sebagai negara kepulauan, Indonesia memiliki kerentanan yang sangat tinggi terdampak krisis iklim. WALHI mencatat, Indonesia berada di peringkat ketiga teratas negara dalam hal risiko iklim, dengan paparan tinggi terhadap semua jenis banjir, dan panas ekstrem. Indonesia menempati peringkat kelima tertinggi di dunia yang sangat rentan terhadap kenaikan permukaan laut. Tanpa adaptasi yang benar, populasi terdampak, terutama yang tinggal di kawasan pesisir akan meningkat. Misalnya, populasi yang terkena banjir sungai ekstrem akan mencapai 1,4 juta pada tahun 2035-2044, dan total populasi yang kemungkinan akan terkena banjir permanen di wilayah pesisir pada tahun 2070-2100 akan mencapai lebih dari 4,2 juta orang.

              Krisis iklim telah menyebabkan bencana hidrometeorologis, yang ditandai oleh cuaca ekstrem, semakin intens. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebutkan El Nino (musim kering panjang) dan La Nina (musim hujan panjang) kini intensitasnya semakin meningkat sebagai dampak dari krisis iklim. Jika pada periode 1950-1980 siklusnya sekitar 5-7 tahunan, pada periode 1980-2018 siklusnya menjadi 2-3 tahunan. Dampaknya, Indonesia akan lebih sering mengalami kekeringan sekaligus banjir.

              Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mencatat pada 2022 telah terjadi 1.057 cuaca ekstrem serta 26 kali gelombang pasang dan abrasi di pesisir dan laut. Akibatnya, banyak tangkap tradisional tak bisa melaut. Pada Desember 2022, sejumlah nelayan di Kota Kupang, NTT, tidak bisa melaut selama tiga pekan. Akibat cuaca buruk, hasil tangkapan ikan sebanyak tiga ton juga harus hilang di laut karena perahu nelayan di kota Kupang dihantam gelombang.

              Pada saat yang sama, ratusan nelayan tradisional di Teluk Jakarta tetap harus melaut meskipun menghadapi cuaca ekstrem. Tak jarang mereka pulang dengan tangan hampa, tanpa hasil tangkapan. Bahkan, di penghujung 2022 lalu, seorang nelayan bernama Suhali meninggal di Teluk Jakarta. Sebelumnya, pada tahun 2020, sebanyak 251 orang Nelayan meninggal karena cuaca ekstrem.

              Krisis iklim juga kini mengancam hampir 13 ribu desa pesisir tenggelam. Sejumlah desa di pesisir utara Pulau Jawa, pesisir barat Pulau Sumatera telah kehilangan daratan sepajang 1 kilometer karena kenaikan air laut. Di Bengkulu, banyak keluarga yang kehilangan pekerjaan dan anak-anak yang putus sekolah. Dalam pada itu, Climate Central menyebut krisis iklim akan menenggelamkan hampir 200 kota di Indonesia.

              Dalam jangka panjang, krisis iklim yang menyebabkan kenaikan air laut dan menenggelamkan desa-desa pesisir akan memicu pengungsi iklim (climate refugee). Internal Displacement Monitoring Centre (IDMC) menyebut benaca hidrometeorologis menjadi faktor penyebab terbesar manusia kehilangan tempat tinggal secara global, termasuk di Indonesia. Untuk tahun 2020, bencana tersebut telah membuat 30,7 juta orang kehilangan rumah. Data IDMC menunjukkan sepanjang tahun 2011 – 2020, dari 5,3 juta orang di Indonesia yang kehilangan rumahnya akibat bencana, sebanyak 3,6 juta atau 68 persennya akibat bencana yang berhubungan dengan cuaca ekstrem. (Kompas, 20/8/2021)

              Selain mengancam kehidupan masyarakat, krisis iklim juga mengancam kedaulatan Republik Indonesia sebagai negara kepulauan. Hasil kajian jurnal geologi kelautan yang berjudul Threats Drowning of NKRI’s Outermost Small Islands pada tahun 2016, disebutkan bahwa sebanyak 83 pulau kecil terluar (terdepan) akan tenggelam karena kecepatan kenaikan air laut. Sementara itu, sebanyak 55 pulau kecil terdepan terancam tenggelam akibat gempa bumi.

              Jika pulau-pulau kecil terdepan itu tenggelam, maka kedaulatan Indonesia akan terus menyusut pada masa yang akan datang. Kenapa hal itu terjadi? karena konsep kedaulatan Indonesia diukur dari pulau-pulau terdepan yang berbatasan dengan negara lain atau perairan internasional. Dengan demikian, krisis iklim merupakan ancaman bagi masa depan kedaulatan sekaligus keamanan maritim Indonesia yang berciri kepulauan.

              Dalam situasi ini, pernyataan David Wallace-Wells dalam buku The Uninhabitable Earth patut dipertimbangkan. Ia menyebut, krisis iklim terjadi sangat cepat, jauh lebih cepat daripada kemampuan kita mengenali dan mengakuinya; tapi juga panjang dampaknya, lebih panjang daripada yang kita benar-benar bisa bayangkan.

              Berbagai gambaran situasi dan prediksi tersebut menjadi dasar masyarakat Indonesia untuk menagih visi keadilan iklim Capres Republik Indonesia periode 2024-2029.

              Apa itu Keadilan Iklim?   

              Keadilan iklim berjangkar pada konsep utama mengenai keselamatan masyarakat, generasi yang akan datang, serta lingkungan hidup dari krisis iklim. Dalam tiga wilayah inilah seharusnya presiden terpilih nanti bekerja secara serius dan berdimensi jangka Panjang.

              Lebih jauh, keadilan iklim mengandung sejumlah konsep turunan sebagau berikut, di antaranya: pertama, menegaskan masyarakat memiliki hak untuk bebas dari krisis iklim, dampak terkait, dan bentuk lain dari perusakan ekologis; kedua, menegaskan hak-hak masyarakat adat dan komunitas yang terkena dampak untuk mewakili dan berbicara untuk diri mereka sendiri; ketiga, menuntut masyarakat yang terkena dampak untuk memainkan peran utama dalam proses pengambilan keputusan atau perumusan pembangunan, baik di tingkat nasional dan internasional, untuk mengatasi krisis iklim;

              keempat, menyerukan pengakuan prinsip utang ekologis yang harus dibayar oleh pemerintah, industri dan perusahaan transnasional kepada seluruh masyarakat yang terdampak krisis iklim; kelima, menuntut agar bahan bakar fosil dan industri ekstraktif bertanggung jawab penuh atas semua dampak siklus hidup masa lalu dan saat ini yang berkaitan dengan produksi gas rumah kaca;

              keenam, menuntut sumber daya energi bersih, terbarukan, dikendalikan lokal, dan berdampak rendah demi kepentingan planet yang berkelanjutan bagi semua makhluk hidup; ketujuh, menyerukan moratorium pada semua yang baru eksplorasi dan eksploitasi bahan bakar fosil; kedelapan, menegaskan hak pemuda sebagai mitra sejajar dalam gerakan untuk mengatasi krisis iklim dan dampak yang terkait; dan

              kesembilan, keadilan iklim menyerukan pendidikan generasi sekarang dan mendatang, menekankan isu-isu iklim, energi, sosial dan lingkungan, sambil mendasarkan diri pada pengalaman hidup nyata dan apresiasi terhadap perspektif budaya yang beragam.

              Dari mana harus Memulai?

              Di tengah dampak krisis iklim yang semakin memburuk, harus ada Capres yang berani berkomitmen untuk memprioritaskan Undang-undang (UU) Keadilan Iklim sebagai agenda pemerintahannya. UU ini penting didorong untuk membangun mitigasi, adaptasi, serta membangun skema pemulihan loss and damage dari krisis iklim. Lebih jauh, UU ini harus digunakan untuk menyelamatkan lingkungan hidup dan keadilan iklim bagi generasi sekarang dan generasi yang akan datang.

              Dalam konteks yang lebih luas, UU Keadilan Iklim harus diarahkan untuk meminta pertanggungjawaban korporasi yang selama ini telah mengeruk keuntungan yang sangat besar dengan cara mengeksploitasi sumber daya alam.

              Mengarusutamakan keadilan Iklim dalam RPJP 2025-2045

              Hal lain yang perlu menjadi komitmen Capres adalah memastikan mandat konstitusi menjadi dasar dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJP) 2025-2045. Tahun 2023-2024 adalah fase penting dan krusial bagi Indonesia karena akan berakhirnya RPJP 2005-2025. Pada titik ini, penting ada evaluasi terhadap implementasi terhadap RPJP 2005-2025 dan mendorong arah pembangunan yang berwawasan keadilan iklim.

              Pembangunan yang berwawasan keadilan iklim berjangkar pada frasa “melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum” dalam pembukaan UUD 1945. Hal itu harus dimulai dengan komitmen untuk mengevaluasi dan mencabut seluruh peraturan perundangan yang melanggengkan kerusakan lingkungan hidup di Indonesia.

              Dalam pada itu, RPJP 2025-2045 sangat perlu untuk memprioritaskan agenda penyelamatan kawasan pesisir, laut, dan pulau-pulau kecil dari krisis iklim, mengingat ketiga kawasan ini merupakan yang paling terancam.

              Pendidikan berbasis keadilan iklim

              Selanjutnya, visi keadilan iklim harus dijalankan dalam Pendidikan nasional, dimana calon presiden harus berkomitmen untuk menjadikan pendidikan sebagai cara untuk membangun mitigasi krisis iklim. Kenapa demikian? Karena generasi mendatang akan sangat terdampak krisis iklim.

              Save the Children (2021) memperkirakan anak-anak Indonesia yang lahir pada 2020 berisiko menghadapi tiga kali lebih banyak ancaman banjir dari luapan sungai, dua kali lebih banyak mengalami kekeringan, dan tiga kali lebih banyak gagal panen. Krisis iklim akan membuat jutaan anak-anak jatuh dalam kemiskinan jangka panjang.

              Sementara itu, Unicef memperkirakan sekitar 25 juta anak akan mengalami kekurangan gizi akibat krisis iklim dan 100 juta anak lainnya akan menderita kekuraangan pangan. Dalam pada itu, Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), mencatat anak-anak yang lahir pada 2016 akan berusia 34 tahun pada tahun 2050. Pada tahun tersebut, akan terjadi peningkatan suhu bumi, kenaikan air laut, dan peningkatan cuaca yang ekstrim.

              Lebih jauh, pendidikan nasional ke depan harus berpijak pada prinsip-prinsip keadilan iklim, dimana perlu adanya integrasi keadilan iklim ke dalam nilai-nilai inti kurikulum Pendidikan. Pendidikan Indonesia harus diarahkan untuk memahami persoalan global dan mendorong aksi-aksi mitigasi dan adaptasi krisis iklim di tingkat lokal.

               Diplomasi Keadilan Iklim

              Diplomasi keadilan iklim adalah satu hal utama yang harus menjadi komitmen Capres. Hal ini berdasarkan pada mandat konstitusi, sebagaimana tertulis dalam pembukaan UUD 1945: “ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.” Diplomasi keadilan iklim juga harus berpijak pada situasi di mana krisis iklim dipicu oleh emisi yang diproduksi oleh negara-negara utara (global north). Pada saat yang sama, dampak buruknya dirasakan oleh negara-negara selatan (global south). Dengan demikian, diplomasi keadilan iklim adalah keniscayaan yang wajib dilakukan.

              Frasa “ikut melaksanakan ketertiban dunia” dalam konteks diplomasi keadilan iklim harus dimaknai sebagai upaya Indonesia -pada masa yang datang- akan terlibat penuh dalam upaya menagih atau meminta pertanggungjawaban negara-negara utara sebagai produsen emisi untuk melakukan mitigasi, dalam bentuk mengurangi produksi gas rumah kaca secara signifikan menjelang tahun 2040. Dalam bahasa lain, diplomasi keadilan iklim adalah memastikan bahwa temperatur global tidak melebihi batas 1,5 derajat Celcius dibandingkan dengan era pra-industri.

              Lebih lanjut, negara-negara utara harus diminta pertanggungjawaban untuk membayar dana loss and damage yang telah disepakati di dalam konferensi tingkat tinggi (KTT) perubahan iklim atau Conference of Parties (COP) ke-27 yang diselenggarakan di Mesir akhir tahun 2022 lalu.

              “Ketertiban dunia”, sebagaimana dimandatkan dalam pembukaan UUD 1945, tidak akan terwujud jika negara-negara selatan (global south) terus menderita karena dampak krisis iklim yang semakin memburuk. Apalagi pada masa yang akan datang, International Organisation for Migration (IOM) memprediksi akan terjadinya ledakan pengungsi iklim mulai dari 25 juta orang sampai satu miliar orang pada tahun 2050.

              Sekali lagi, visi keadilan iklim adalah satu keniscayaan saat ini karena masyarakat Indonesia hidup dalam situasi yang sangat genting sekaligus fase yang sangat krusial. Fase saat ini, disebut oleh Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres, sebagai fase point no return. Artinya, jika para pemimpin politik tidak melakukan langkah-langkah penting dan radikal untuk menghentikan krisis iklim, situasi saat ini tidak akan dapat dipulihkan (irreversible).

              Pada titik inilah, masyarakat Indonesia wajib untuk menagih visi keadilan iklim sejumlah capres yang akan maju pada tahun 2024. Sangat memalukan jika para kandidat maju dengan kepala kosong, apalagi tidak mau memahami persoalan genting yang akan meneggelamkan Indonesia pada masa yang akan datang. (*)

              Parid Ridwanuddin, Anggota Bidang Kajian Politik SDA LHKP PP Muhammadiyah, Manajer Kampanye Pesisir dan Laut WALHI

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Program Kakak Asuh, Fakultas Psikologi UNMUHA Gandeng UPTD RSAN

              Next Post

              LLHPB ‘Aisyiyah Jatim Peringati HKB

              InfoLain

              BeritaMu

              Sukses Pikat Warga Australia, UMKM Purwokerto Ini Ikut Kenalkan Wisata Baturraden ke Kancah Internasional

              24/06/2026
              BeritaMu

              Edukasi Gizi Seimbang: Mahasiswa UMS Sasar Anak Perantauan di Malaysia

              24/06/2026
              BeritaMu

              Melepas 17 Siswa SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, Sekolah Tekankan Benteng Karakter Islami Anak

              24/06/2026
              Next Post
              LLHPB ‘Aisyiyah Jatim Peringati HKB

              LLHPB ‘Aisyiyah Jatim Peringati HKB

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Disrupsi Digital dan Krisis Kemanusiaan: Belajar dari Kearifan Nusantara

                24/06/2026

                Di Balik Praktisnya Makanan Instan: Ancaman Kesehatan Generasi Muda

                24/06/2026

                Dari Mete NTT ke Bahan Bakar Pesawat, Inovasi Dosen UMY Tembus Kolaborasi Internasional

                24/06/2026

                Edukasi Laparoskopi UMY Tingkatkan Pemahaman Masyarakat tentang Bedah Minimal Invasif

                24/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,521)
                • Hukum Islam (1,436)
                • Kabar PTMA (3,846)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Disrupsi Digital dan Krisis Kemanusiaan: Belajar dari Kearifan Nusantara

                24/06/2026

                Di Balik Praktisnya Makanan Instan: Ancaman Kesehatan Generasi Muda

                24/06/2026

                Dari Mete NTT ke Bahan Bakar Pesawat, Inovasi Dosen UMY Tembus Kolaborasi Internasional

                24/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In