• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Selasa, Juni 30, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

    Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

    Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

    Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

    PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

    PRM Medan Tenggara dan BKM Ibnu Hayyan PTKI Gelar Khitanan Massal

    Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

      Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

      Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

      Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

      PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

      PRM Medan Tenggara dan BKM Ibnu Hayyan PTKI Gelar Khitanan Massal

      Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Пин Ап Казино Официальный сайт | Pin Up Casino играть онлайн – Вход, Зеркало (2026)

        Vodka онлайн казино – официальный сайт

        1xbet app en France : guide complet d’installation, bonus de bienvenue et sécurité

        Олимп Казино ᐉ Официальный сайт в Казахстане – Olimp Casino

        Los casinos online más populares de Chile

        Pinco Online Kazino (Пинко) 2026 – Qaydalar və Şərtlər üzrə Bələdçi

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

          Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

          Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

          Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

          PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

          PRM Medan Tenggara dan BKM Ibnu Hayyan PTKI Gelar Khitanan Massal

          Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

            Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

            Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

            Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

            PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

            PRM Medan Tenggara dan BKM Ibnu Hayyan PTKI Gelar Khitanan Massal

            Muhammadiyah dan Isu Lingkungan: Merawat Bumi sebagai Manifestasi Iman

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Пин Ап Казино Официальный сайт | Pin Up Casino играть онлайн – Вход, Зеркало (2026)

              Vodka онлайн казино – официальный сайт

              1xbet app en France : guide complet d’installation, bonus de bienvenue et sécurité

              Олимп Казино ᐉ Официальный сайт в Казахстане – Olimp Casino

              Los casinos online más populares de Chile

              Pinco Online Kazino (Пинко) 2026 – Qaydalar və Şərtlər üzrə Bələdçi

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kolom Haedar Nashir : Virus Negara Pancasila

              by
              26/03/2023
              in BeritaMu
              0
              Kolom Haedar Nashir : Virus Negara Pancasila
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id

              Kolom Haedar Nashir : Virus Negara Pancasila

              WartaTerkait

              Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

              Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

              Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

              PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

              Oleh PROF HAEDAR NASHIR

              Indonesia heboh atas pamer kekayaan para keluarga pejabat pemerintahan di tengah banyak rakyat hidup kesusahan. Publik hanya mengelus dada, dari mana uang para petinggi negeri itu berasal dan mengapa mesti gelimang kemewahan!

              Indonesia lebih heboh dengan barita uang Rp 300 triliun di salah satu kementerian yang diduga oleh seorang pejabat senior sebagai terindikasi tindak pencucian uang (TPU). Seperti biasa, setelah pertemuan antarpihak, kabar uang sebesar itu berubah statusnya jadi uang siluman karena konon bukan uang korupsi dan juga bukan TPU. Uang yang bukan-bukan.

              Berita korupsi yang angkanya tetap tinggi di negeri ini boleh jadi tidak akan heboh lagi, karena tidak begitu jelas arah dan tegas pemberantasannya. Kadang ironi, kasus yang sumir dicari-cari untuk jadi perkara korupsi. Sedangkan kasus-kasus yang potensial korupsi atau TPU berskala besar berakhir dengan cerita abu-abu.

              Menko Polhukam Prof Mahfud MD bahkan menyebut “gilanya korupsi di negara kita ini” (21/3/2023).

              Demikian pula soal kesenjangan ekonomi di tengah penguasaan lahan dan kekayaan Indonesia yang terkuras besar-besaran di seluruh pelosok negeri oleh para pihak yang menguasai jantung oligarki ekonomi, yang merambah ke oligarki politik. Area ini akan tetap menjadi kisah buram Indonesia, meski menyangkut hajat hidup terbesar bangsa dan negara. Selain masalah besar mafia yang menjalar ke mana-mana.

              Adakah para nasionalis Indonesia berteriak lantang soal-soal rawan yang menyangkut nasib Indonesia ke depan itu? Selantang bersuara tentang bahaya radikalisme dan terorisme yang terus direproduksi dengan nada tinggi.

              Sekencang suara anti khilafah dengan berbagai narasi dan deklarasi yang mengguncang seluruh jagat negeri, padahal ormas khilafah secara sah dan meyakinkan sudah dibubarkan di Republik ini.

              Introspeksi Diri

              Indonesia saat ini terus bergerak maju. Alhamdulillah sejumlah kemajuan telah dicapai oleh Indonesia dari satu fase pemerintahan ke fase berikutnya secara berkesinambungan.

              Kemajuan di bidang fisik paling kentara saat ini. Pasca pandemi, beban negeri terasa makin berat, tetapi Indonesia masih mampu bertahan dan melakukan recovery.

              Namun dari sisi lain, Indonesia saat ini sebenarnya tidak baik-baik saja. Potret korupsi yang masih memprihatinkan di tengah usaha pemberantasan yang tidak tangguh dan tidak terarah, beban Indonesia ke depan makin berat.

              Apalagi soal dana APBN yang makin sarat berat di tengah utang luar negeri yang sangat besar, kesenjangan sosial ekonomi, pengurasan sumber daya alam, uang pajak yang disalahgunakan, BUMN yang merugi, mafia yang menjalar di banyak aspek, dan berbagai problem ekonomi yang meniscayakan Indonesia mengencangkan ikat pinggang sekaligus waspada tingkat tinggi.

              Beban politik Indonesia tidak kalah berat. Betul, Indonesia termasuk negara demokrasi yang baik posisi verbalnya bersama Amerika Serikat dan India. Tetapi demokrasi Indonesia masih kuat variabel proseduralnya ketimbang substansi dan proses kosolidasi.

              Demokrasi Indonesia terkorupsi oleh politik uang, transaksional, dan oligarki politik yang melemahkan dan menjadi virus ganas demokrasi itu sendiri. Termasuk pembelahan politik yang terus diawetkan demi meraih kesuksesan politik para pihak.

              Semoga demokrasi Indonesia ke depan tidak mengalami nasib tragis sebagaimana ditulis Steven Levitsky & Daniel Ziblatt (2018) tentang fenomena “Democracies Die” yang terjadi di Amerika Serikat era Donald Trump. Demokrasi mati di tangan para pimpinan terpilih secara demokratis, bukan oleh kudeta dan kuasa rezim militer.

              Kematian demokrasi yang dibajak untuk melanggengkan kekuasan dan praktik politik otoritarian. Pelemahan norma demokrasi dan polarisasi partisan oleh praktik politik ekstrem. Politik yang mematikan sukma egalitarianisme, kesantunan, rasa kebebasan, dan tujuan hidup bersama.

              Masalah nasionalisme di negeri ini masih mengandung titik rawan. Pengaruh reformasi dan era sebelumnya, mencuat “bahaya disintegrasi bangsa” (Suryohadiprojo, 2016). Polarisasi pasca Pemilu 2019 menghidupkan “politik & ideologi aliran” reproduksi era 1950-1960-an. Otonomi daerah yang semakin masif dan liberal sejatinya mempraktikkan politik “federalisme” dan membangkitkan orientasi kedaerahan yang eksklusif menyerupai “chauvinisme regional” (Wertheim,1999).

              Sebagian pihak memberikan alarm bahaya politik identitas dan politisasi agama, tetapi pada saat yang sama menggunakan kedua isu krusial itu untuk meraih kepentingan dan kesuksesan politik kelompoknya.

              Jika mau jujur dan lurus hati secara autentik dalam bernasionalisme Indonesia, semestinya semua pihak prihatin dengan berbagai realitas dan beban berat Indonesia yang masih dapat didaftar lebih banyak dan sarat problematik.

              Bilamana dibiarkan akan mempertaruhkan nasib negara dan bangsa Indonesia tercinta, karena sifat masalahnya seperti gunung es. Sudahlah cukup bersuara lantang bahaya ini dan itu, sementara berbagai virus yang nyata menggerogoti Indonesia seolah luput dari perhatian.

              Saatnya semua pihak yang berada di seluruh lembaga negara atau pemerintahan, partai politik, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh komponen bangsa berintrospeksi diri secara jujur dan terbuka. Ada apa yang salah dengan Indonesia saat ini?

              Ancaman Indonesia

              Banyak perilaku anak bangsa dan kondisi negeri yang sejatinya mengandung virus saat ini sebagai ancaman serius yang dapat menggerogoti eksistensi Negara Pancasila ini. Kaum nasionalis pengkhidmat Indonesia dari manapun asalnya, mesti membuka mata hati yang lapang akan ancaman Indonesia lebih dari sekadar isu-isu keagamaan yang tidak jarang terlalu dipolitisasi dan didramatisasi secara tendensius seperti masalah politisasi agama, politik identitas, radikalisme, sampai negara khilafah.

              Politisasi agama, politik identitas, radikalisme, negara khilafah, dan terorisme memang dapat mengancam eksistensi kebangsaan dan kenegaraan lebih-lebih yang dicandra oleh ekstremisme dan membuahkan politik kebencian, permusuhan, dan makar.

              Namun penting memilah-milah isu krusial tersebut secara objektif dan empirik disertai dengan pemetaan yang komprehensif agar tidak terjebak pada politisasi yang sama bermasalahnya demi kepentingan politik tertentu. Sebab, pada saat yang sama terdapat realitas lain bahwa politisasi, identitas, dan radikalisme dalam bentuk apapun selalu ada dan bermasalah jika dikonstruksi sama ekstremnya demi kepentingan diri, kelompok, dan golongan yang bersifat eksklusif.

              Agama dan umat beragama jangan terus menerus dijadikan tersangka, terdakwa, dan terhukum oleh konstruksi-konstruksi sesaat dan tendensius yang masih dapat diperdebatkan objektivitasnya sebagai faktor pengancam keindonesiaan dan eksistensi Negara Pancasila.

              Umat beragama pun jangan terjebak pada polarisasi dan konstruksi serupa atau malah menunjukkan bukti nyata bila betul-betul beragama dengan benar, baik, cerdas, dan mencerahkan sehingga tampil otentik dalam keberagamaan. Umat beragama tidak menjadikan agama sebagai sumber segala bentuk politisasi dan radikalisasi yang mengancam ekistensi Negara Pancasila dan kehidupan bersama.

              Hal yang sama juga berlaku bagi golongan atau komponen bangsa secara keseluruhan. Pandangan kebangsaan atau nasionalisme tidak terjebak pada radikalisme dan ekstremisme sehingga menjadi ultranasionalisme, yang muaranya bertentangan dengan Pancasila itu sendiri. Bung Karno sendiri menentang paham chauvinisme, yang menganggap diri bangsa Indonesia paling mulia dibanding bangsa lain, yang menunjukkan jangan sampai nasionalisme mengandung paham radikal-ekstrem.

              Bung Karno bahkan ketika BPUPKI membentuk Tim Tujuh menghendaki kalangan Islam disamakan posisinya dengan kalangan nasionalis ketika merumuskan Piagam Jakarta, sehingga jumlahnya menjadi sembilan, yang mencerminkan pemihakan pada keislaman dalam pandangan kebangsaannya. Sukarno bahkan fasih ketika berbicara tentang Islam, khususnya Islam progresif atau Islam berkemajuan, jauh dari anti Islam.

              Muhammadiyah dengan pandangan “Negara Pancasila Darul Ahdi Wahsyahadah” tanpa merasa diri paling Islamis dan nasionalis menolak segala bentuk paham negara agama termasuk negara khilafah, komunisme, sekularisme, dan ideologi lain yang bertentangan dengan paham dan eksistensi Negara Pancasila yang sudah disepakati para pendiri negara 78 tahun yang lalu.

              Seluruh pihak mesti makin saksama, bijaksana, dan tengahan dalam berbangsa-bernegara agar tidak terjebak pada politisasi dan konstruksi negatif yang pada akhirnya cenderung radikal-ekstrem atas nama apapun.Di sinilah pentingnya pandangan dan sikap wasathiyah atau moderat yang betul-betul tengahan secara lebih autentik disertai kerendahatian dan berjiwa kenegarawanan dalam berindonesia. Jangan sampai atas nama moderasi atau wasathiyah sekalipun, sejatinya menampilkan pandangan dan sikap radikal-ekstrem.

              Pada saat bersamaan seluruh pihak di negeri ini mesti waspada akan bahaya korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, utang luar negeri, oligarki, praktik hidup hedonis materialistik, ekploitasi sumber daya alam, kesenjangan sosial ekonomi, penggunaan BUMN untuk kepentingan politik, investasi asing dan tenaga kerja asing, serta segala bentuk politisasi dan praktik bernegara yang menyimpang sebagai ancaman nyata bagi eksistensi Indonesia sebagai Negara Pancasila.

              Ancaman Indonesia bukan hanya datang dari ideologi dan kekuatan luar, tetapi juga karena pengeroposan dan penggerogotan tubuhnya dari dalam ibarat kanker yang terus mengganas dari stadium satu hingga stadium empat yang ujungnya menuju kematian Indonesia.

              Seluruh pihak wajib mencegah segala bentuk ancaman itu agar Indonesia tetap berdiri tegak sebagai Negara Pancasila yang mengandung lima nilai utama yang harus diwujudkan di dunia nyata! (artikel ini dikutip dari media Republika)

              The post Kolom Haedar Nashir : Virus Negara Pancasila appeared first on Infomu.

              muhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Pengajian Ramadan (3): Pendekatan Bayani, Burhani, dan Irfani Memperkokoh Risalah Islam Berkemajuan

              Next Post

              Download Buku Risalah Islam Berkemajuan

              InfoLain

              Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi
              BeritaMu

              Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

              30/06/2026
              BeritaMu

              Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

              30/06/2026
              BeritaMu

              Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

              30/06/2026
              Next Post
              Download Buku Risalah Islam Berkemajuan

              Download Buku Risalah Islam Berkemajuan

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

                Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

                30/06/2026

                Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

                30/06/2026

                Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

                30/06/2026

                PKPM: Dosen FAI UMSU Perkuat Tata Kelola SDM Lazismu Langkat untuk Dorong Pertumbuhan ZIS

                30/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,600)
                • Hukum Islam (1,447)
                • Kabar PTMA (3,874)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

                Pengajian PRM Titi Papan, Ustadz Zailani Kupas tentang Masjid yang Diberkahi

                30/06/2026

                Korban Tewas Gempa Venezuela Hampir 1.500 Orang, 50 Ribu Hilang, 774 Bangunan Ambruk

                30/06/2026

                Muhammadiyah Memasuki Abad Kedua: Jangan Biarkan Kaderisasi Kehilangan Ruhnya

                30/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In