MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA—Dunia pendidikan Islam masih terjebak pada ketegangan antara tradisi dan modernitas. Pembedaan diametral antara dua ranah ini sering diterjemahkan secara biner: menolak tradisi berarti menerima modernitas, atau sebaliknya. Alhasil, tidak sedikit sarjana Islam yang dihadapkan pada posisi dilematis ini. Menurut Muhamad Rofiq Muzakkir, dampak dari adanya dikotomi tradisi dan modernitas ini ialah melahirkan lima […]
The post <strong>Dampak Memandang Tradisi dan Modernitas Secara Dikotomis</strong> appeared first on Muhammadiyah.



