MUHAMMADIYAH.OR.ID, SALATIGA—Manusia dipilih Tuhan sebagai wakil-Nya (khalifah Allah) sekaligus hamba-Nya (‘abd Allah). Sebagai seorang hamba, manusia harus tunduk total pada Tuhan dan menerima secara sempurna semua yang dikehendaki-Nya. Sebagai wakil-Nya, manusia harus aktif di dunia untuk menjalankan kehendak Tuhan di muka bumi. Menjalankan ibadah puasa, misalnya, merupakan tindakan sebagai hamba sekaligus wakil Allah. “Semua ajaran […]
The post <strong>Perbedaan Puasa Antara Islam dan Umat Terdahulu</strong> appeared first on Muhammadiyah.



