• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jumat, Juli 3, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu
    ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

    ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

    Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

    Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

    Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

    Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

    Militer Iran Peringatkan AS & Israel: Jangan Salah Perhitungan Jika Tak Ingin Hancur!

    Parlemen Turki Lirik Pengalaman PP ‘Aisyiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

    Trending Tags

    • Kabar PTMA
      ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

      ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

      Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

      Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

      Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

      Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

      Militer Iran Peringatkan AS & Israel: Jangan Salah Perhitungan Jika Tak Ingin Hancur!

      Parlemen Turki Lirik Pengalaman PP ‘Aisyiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Lemon Casino – Online Casino Recenzje

        Casinozer Casino France — Connexion à Casino

        Chicken Road Slot in Online-Casinos in Deutschland – Spielablauf

        Meilleur Casino en ligne fiable – Avis 2026 & Tests Joueurs

        Magyar Online Casino kriptovalutás fizetéssel és Bitcoin támogatással

        Neue Online Casinos in Österreich

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu
          ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

          ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

          Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

          Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

          Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

          Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

          Militer Iran Peringatkan AS & Israel: Jangan Salah Perhitungan Jika Tak Ingin Hancur!

          Parlemen Turki Lirik Pengalaman PP ‘Aisyiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

          Trending Tags

          • Kabar PTMA
            ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

            ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

            Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

            Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

            Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

            Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

            Militer Iran Peringatkan AS & Israel: Jangan Salah Perhitungan Jika Tak Ingin Hancur!

            Parlemen Turki Lirik Pengalaman PP ‘Aisyiyah dalam Pemberdayaan Perempuan

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Lemon Casino – Online Casino Recenzje

              Casinozer Casino France — Connexion à Casino

              Chicken Road Slot in Online-Casinos in Deutschland – Spielablauf

              Meilleur Casino en ligne fiable – Avis 2026 & Tests Joueurs

              Magyar Online Casino kriptovalutás fizetéssel és Bitcoin támogatással

              Neue Online Casinos in Österreich

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Muhammadiyah dan Dakwah Kepulauan

              by
              18/01/2023
              in BeritaMu
              0
              Muhammadiyah dan Dakwah Kepulauan
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Oleh : Herman Oesman
              (Dosen Sosiologi FISIP Universitas Muhammadiyah Maluku Utara)

              WartaTerkait

              ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

              Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

              Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

              Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

              Catatan Untuk Muswil Ke-V PW Muhammadiyah Maluku Utara, Ternate, 10-13 Maret 2023

              Muhammadiyah dilahirkan KH. Ahmad Dahlan tahun 1912. Kini, telah tumbuh menjadi organisasi terbesar di Indonesia. Bergerak pada segmen Islam modern (Kato, 2002:141). Segmen Islam modern merupakan pandangan dunia Muhammadiyah, yang menurut Azyumardi Azra (dalam Azhar dan Ilyas, 2000:115) merupakan perpaduan antara “konsepsi Kalam” (teologi) Muhammadiyah dengan perspektif kemodernan (modernitas atau modernity), yang bagi Deliar Noer, perspektif modernitas inilah kelihatan lebih menonjol dalam Muhammadiyah, sehingga sering disebut sebagai sebuah organisasi “modernis”.

              Sekalipun Muhammadiyah didirikan di Jawa, namun jangkauan pengaruhnya secara geografis dan etnis, juga sangat luas (lihat, Ulumul Qur’an, 1995:2). Peran besar Muhammadiyah dalam lapangan sosial dan pendidikan tidak dapat dibantah, dengan pendirian berbagai lembaga pendidikan, mulai TK hingga perguruan tinggi, maupun lembaga kesejahteraan sosial, berupa rumah sakit, klinik, poliklinik, apotik, maupun pusat kesehatan lainnya setiap saat terus mekar dan berkembang.

              Bahkan, tidak hanya itu, Kato (2002 : 146) menambahkan, Muhammadiyah juga melakukan reformasi ritual, serta pendekatan progresif terhadap teologi yang menjadi perhatian Muhammadiyah. Sehingga itulah, pada Kongres Nasional Ke-55 pada tahun 1955, Muhammadiyah secara eksplisit menyatakan komitmennya terhadap ijtihad (dan tajdid-nya) yang direalisasikan melalui bidang sosio-kultural.

              Sekian lama perjalanan organisasi Muhammadiyah sangat terasa kental mengembangkan komitmennya pada ranah amal usaha : lembaga pendidikan, pusat pelayanan kesehatan umum, dan ekonomi, dengan tetap berpijak pada prinsip amar ma’ruf nahi munkar dan dakwah sebagai ujung tombak pengembangannya. Bahkan, isu-isu demokratisasi dan program pemberdayaan ummat tetap menjadi perhatian utamanya di tengah masyarakat yang kental warna urbannya.

              Memang, Muhammadiyah telah tumbuh sejak lama dan dikembangkan oleh para pedagang perkotaan. James L. Peacock (1992:43) menulis, pada tahun 1923, penghasilan Muhamamdiyah sebesar 32% berasal dari donasi para pedagang yang bertempat tinggal di kota-kota. Karena itu, Peacock menegaskan, Muhammadiyah merupakan gejala “perkotaan” yang jelas.

              Kini, untuk mengembangkan komitmen tajdid-nya, Muhammadiyah ikut urun rembug memikirkan kondisi bangsa ini dengan mengetengahkan peluang sekaligus tantangan dakwah di Indonesia sebagai negara kepulauan. Langkah ini harus diambil, sebagai upaya menjawab tujuan global Muhammadiyah, yakni menciptakan masyarakat yang mardlatillah, yang implementasinya adalah memasyarakatkan prinsip amar ma’ruf nahi munkar. Konstalasi tujuan global Muhammadiyah dan prinsip dakwahnya memaksa organisasi ini harus memperlihatkan sikap dan kebijaksanaan yang bisa mengefektifkan langkah dakwahnya.

              Tantangan Dakwah

              Diakui, memang Muhammadiyah lebih concern mengurusi dakwah pada wilayah kontinental (model daratan). Sementara model “dakwah kepulauan” belum sepenuhnya menjadi perhatian serius, terutama pengurus Muhammadiyah di daerah-daerah kepulauan. Pada wilayah kepulauan, Muhammadiyah kering dari gagasan pembaruan pemahaman keagamaan, terutama dalam hubungannya dengan realitas masyarakat Muslim yang hidup dan bergelut di tengah-tengah persoalan kepulauan. Apakah ini karena pilihan awal, Muhammadiyah lebih berkiblat pada wilayah urbannya?

              Perkembangan “model” dakwah Muhammadiyah terus mengalami perkembangan, walau memang tidak dapat dikatakan stagnan. Kita pernah mengenal dakwah bilhaal, dakwah bil-lisaan, dan dakwah bil-hikmah. Kemudian pada Muktamar Muhammadiyah Ke-38 di Makassar pada tanggal 21-26 September 1971, lahirlah Konsep Dakwah Jamaah. Lalu pada awal abad 21, muncul rumusan konsep Dakwah Kultural melalui Sidang Tanwir di Denpasar pada Januari 2002, kemudian dimatangkan dalam Sidang Tanwir di Makassar bulan Juni 2003. Dakwah Kultural Muhammadiyah bermaksud menyebarluaskan universalitas Islam untuk kesejahteraan seluruh umat manusia tanpa memandang perbedaan agama (Muslim maupun Non-Muslim), ras, warna kulit, bahasa, dan jenis kelamin melalui cara-cara yang bijak sesuai dengan kapasitas intelektual dan psikologi perkembangan manusia dan tanpa paksaan. Dakwah kultural sesungguhnya merupakan kelanjutan dari program Gerakan Jamaah dan Dakwah Jamaah. (Jurdi, et.al, 2010:256, 323-324).

              Untuk kasus Maluku Utara, banyak diperoleh informasi serta cerita dari pengalaman para tokoh lokal Muhammadiyah dalam mengembangkan peran Muhammadiyah dari satu pulau ke pulau lain dengan semangat dakwah, walau pun memang diakui, model dakwah seperti ini terkadang mengikis nilai-nilai tradisi dan budaya lokal. Bermodalkan kemampuan sebagai da’i para pengurus itu tanpa henti mendakwahkan ijtihad dan tajdid pemahaman keagamaan yang lebih rasional, memerangi takhyul, bid’ah, khurafat sebagai upaya purifikasi pemahaman keagamaan serta menyiarkan misi organisasi Muhammadiyah beserta amal usahanya. Bukti ketekunan para tokoh-tokoh lokal Muhammadiyah adalah berdirinya lembaga-lembaga pendidikan di daerah-daerah kepulauan.

              Namun, disinilah titik “miris” itu dimulai. Muhammadiyah hanya terpaku dan terjebak ke dalam rutinisme, dengan model dakwah yang cenderung rigid; atau meminjam istilah Azyumardi Azra; “ibarat gajah kegemukan,” bahkan “organisasi tajdid yang justru perlu mengalami tajdid”. (lihat UQ 1995:3). Di berbagai wilayah kepulauan, khususnya di Maluku Utara, Muhammadiyah hadir sebagai sebuah “organisasi”, tetapi tidak sebagai “institusi” (lembaga) yang gaungnya sama sekali belum sepenuhnya memberikan daya pikat bagi masyarakat Muslim kepulauan. Secara sosiologi, institusi menurut Horton dan Hunt (1999 : 244) merupakan suatu sistem hubungan sosial yang terorganisasi, yang memperlihatkan nilai-nilai dan prosedur-prosedur bersama, yang memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar tertentu dari masyarakat.

              Gema al-Ma’un di wilayah kepulauan kurang terasa maknanya. Sebagai sebuah organisasi, Muhammadiyah di wilayah kepulauan hanya memiliki pengurus dan papan nama, yang hanya aktif saat musyawarah dan rapat-rapat, selebihnya tenggelam dalam rutinitas. Untuk itu, pengembangan manajemen organisasi dengan penguatan struktur kelembagaan amat diperlukan.

              Data yang dirilis Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, menyatakan, Indonesia memiliki jumlah pulau sebanyak 17.504 buah. Di mana yang telah didepositkan di PBB sejak tahun 2012 berjumlah 13.466 pulau. Dari jumlah tersebut, terdapat 1.763 (12.36%) pulau yang telah berpenduduk, dan 11.703 (87,64%) pulau yang tidak berpenduduk. Apa yang dapat dicermati dengan data di atas? Kiranya, orientasi dakwah Muhammadiyah Maluku Utara perlu menyentuh wilayah kepulauan, yang notabene selama ini lebih dekat dengan tradisi urban. Artinya, diperlukan perumusan kerangka “Dakwah Kepulauan Muhammadiyah” yang lebih jelas sebagai bagian mendorong tajdid menuju Maluku Utara berkemajuan. Dikhawatirkan, prinsip-prinsip amar ma’ruf nahi munkar pada masyarakat kepulauan akan tidak dapat terjawab. Inilah yang dimaksudkan bahwa PW Muhammadiyah Maluku Utara di wilayah kepulauan tidak berperan sebagai “institusi” yang mampu hadir dengan ideologinya. Nilai Muhammadiyah belum terinternalisasi secara kuat pada masyarakat yang hidup di kawasan kepulauan.

              Muhammadiyah “Kepulauan”

              Pada masyarakat kepulauan, kekayaan khazanah budaya dan tradisi lokal, jarang disentuh oleh Muhammadiyah. Kalau pun pernah hadir dakwah kultural Muhammadiyah, karakter budaya lokal kepulauan sama sekali masih jauh tersentuh secara maksimal. Khazanah budaya lokal perlu menjadi perhatian Muhammadiyah, untuk diidentifikasi, apakah memerlukan modifikasi atau rasionalisasi tanpa mengikis substansi khazanah budaya lokal tersebut, ataukah dapat menjadi media dakwah sebagaimana yang dilakukan para wali di masa lalu.

              Menangkap semangat dakwah kepulauan tidak sekadar hanya mengakomodasi kecenderungan isu sebagaimana arah Pemerintah saat ini yang berkeinginan besar menggerakkan kekuatan maritim/kepulauan, tetapi lebih dari itu, Muhammadiyah memerlukan penajaman masalah secara lebih mendasar, tentang keterlibatan pada isu-isu yang dihadapi masyarakat pulau yang memang selama ini belum menjadi perhatian Muhammadiyah. Mungkin, disinilah, diperlukan teologi transformasi, atau model dakwah lebih strategi dalam menguatkan peran-peran “Muhammadiyah Kepulauan” untuk mengantisipasi pemahaman keagamaan masyarakat Muslim di wilayah-wilayah tersebut yang akan menghadapi tantangan perubahan dan pergeseran kepentingan ekonomi global di masa mendatang, dengan mengutamakan dakwah yang lebih menjawab kebutuhan dasar masyarakat kepulauan. Tentunya tanpa menanggalkan ciri yang menonjol dari Persyarikatan Muhammadiyah, yakni program purifikasi pemahaman keagamaan itu sendiri.

              Problem yang dihadapi masyarakat kepulauan diantaranya kemiskinan, terbatasnya infrastruktur dan transportasi, daya dukung sumberdaya manusia yang amat minim, air bersih, rentan terhadap bencana pesisir dan pencemaran laut. Dan, PW Muhammadiyah Maluku Utara dalam perjalanannya selama ini belum memerhatikan realitas wilayah kepulauan sebagai garapan dakwahnya. Padahal, masih banyak masyarakat yang terpuruk kehidupannya akibat keterbatasan infrastruktur, sarana, prasarana, serta minimnya pemahaman keagamaan.

              Wilayah kepulauan merupakan tantangan dakwah bagi Muhammadiyah saat ini dan ke depan. Sebagaimana diungkapkan, Anshary (1960), dakwah harus sampai ke ufuk. Kegiatan dakwah tidak memilih angin. Dengan demikian, dalam rangka membangun bangsa, membangun dunia yang membahagiakan dan menyejahterakan segenap umat manusia, peran dakwah menjadi penting. Apabila tantangan pembangunan besar dan menjadi lebih besar lagi, peran dakwah pun menjadi semakin besar.

              Kiranya, pelaksanaan Muswil Ke-V PW Muhammadiyah Maluku Utara, yang akan dihelat pada bulan Maret 2023 nanti menjadi demikian penting untuk menengok kembali persoalan masyarakat yang hidup di wilayah kepulauan, sebagai bagian untuk menegakkan kedaulatan dan keadilan sosial. Go ahead Muhammadiyah.

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Gempabumi:Hari ini

              Next Post

              Pulihkan Cianjur, UMP Kembali Terjukan Puluhan Mahasiswa KKN Tematik

              InfoLain

              ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan
              BeritaMu

              ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

              03/07/2026
              Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan
              BeritaMu

              Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

              03/07/2026
              BeritaMu

              Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

              03/07/2026
              Next Post
              Haedar Nashir Launching UMBARA

              Haedar Nashir Launching UMBARA

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0
                ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

                ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

                03/07/2026
                Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

                Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

                03/07/2026

                Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

                03/07/2026

                Menyelamatkan Peradaban dari Narkoba

                03/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,625)
                • Hukum Islam (1,460)
                • Kabar PTMA (3,892)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

                ‘Aisyiyah Cadre Camp 2026 MPK PWA Sumut di Tanah Karo, Perkuat Ideologi Kader dan Kepedulian terhadap Lingkungan

                03/07/2026
                Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

                Seminar Lingkungan Hidup ACC 2026 Soroti Peran Strategis ‘Aisyiyah dalam Membangun Kesadaran Lingkungan

                03/07/2026

                Ustazah AI di Medsos, Bagaimana Sikap Kita?

                03/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In