• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, Mei 24, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

    Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

    Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

    Gandeng Kampus Korea, UMS Matangkan Sistem Pendidikan Berbasis AI

    Sambut Idul Adha, SD Muh PK Banyudono Gelar Edukasi Cara Penyembelihan Hewan Qurban

    Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

      Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

      Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

      Gandeng Kampus Korea, UMS Matangkan Sistem Pendidikan Berbasis AI

      Sambut Idul Adha, SD Muh PK Banyudono Gelar Edukasi Cara Penyembelihan Hewan Qurban

      Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

          Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

          Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

          Gandeng Kampus Korea, UMS Matangkan Sistem Pendidikan Berbasis AI

          Sambut Idul Adha, SD Muh PK Banyudono Gelar Edukasi Cara Penyembelihan Hewan Qurban

          Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

            Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

            Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

            Gandeng Kampus Korea, UMS Matangkan Sistem Pendidikan Berbasis AI

            Sambut Idul Adha, SD Muh PK Banyudono Gelar Edukasi Cara Penyembelihan Hewan Qurban

            Riset UMS Terkait PP Nomor 28 Tahun 2024: Mayoritas Orang Tua Tolak Kontrasepsi Remaja

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Kepemimpinan Bangsa Berjiwa Negarawan

              by
              06/01/2023
              in BeritaMu
              0
              Kepemimpinan Bangsa Berjiwa Negarawan
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Kepemimpinan Bangsa Berjiwa Negarawan. Bagi para pemimpin bangsa saat ini mesti meniru dan mengikuti  teladan para negarawan yang sesungguhnya, membela kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya secara autentik nirpencitraan

              WartaTerkait

              Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

              Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

              Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

              Gandeng Kampus Korea, UMS Matangkan Sistem Pendidikan Berbasis AI

              Oleh Prof. Dr. H Haedar Nashir, M.Si.

              Pemimpin itu “khadim al-ummat”, yakni pelayan rakyat. Pemimpin berfungsi sebagai pengatur, penentu arah, mempengaruhi, menjadi penunjuk, pengayom, dan pemberi contoh. Pemimpin sebenarnya bukan penguasa, meski di dalamnya terkandung aspek kekuasaan. Kekuasaan hanya bagian dari fungsi kepemimpinan. Ibarat kepala dari tubuh, pemimpin sangat penting peranannya, sebagai penentu hitam dan putihnya umat atau masyarakat atau bangsa. Sebaliknya jika pemimpinnya tidak berfungsi, maka yang dipimpin pun akan kehilangan arah seperti ayam kehilangan induk. Kata pepatah, ikan busuk dimulai dari kepala, runtuhnya suatu masyarakat atau bangsa dimulai dari para pemimpinnya.

              Para pemimpin Indonesia dari pusat sampai daerah memiliki posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Demikian juga para pemimpin informal atau pemimpin kebangsaan. Termasuk para pemimpin agama. Sejak perjuangan kemerdekaan melawan penjajah sampai Indonesia merdeka para pemimpin semua golongan di negeri ini mempunyai peran penting sebagai penggerak perkawanan rakyat sekaligus penggerak pembangunan bangsa.  Mereka bahkan peletak dasar Indonesia ketika kemerdekaan yang melahirkan Pancasila dan UUD 1945 sebagai fondasi penting Negara Republik Indonesia.

              Pemimpin Kebangsaan

              Kebangkitan Nasional awal abad ke-20 merupakan tonggak perjuangan Indonesia melawan penjajah untuk kemerdekaan. Pergerakan  dengan cara modern, yakni melalui organisasi modern. Setelah era panjang sebelumnya perjuangan melalui perlawanan bersenjata yang menelan jutaan korban rakyat Ibu Pertiwi di seluruh sudut negeri. Lahir generasi awal pergerakan kebangkitan nasional ditandai kehadiran organisasi Sarikat Dagang Islam (1905), Boedi Oetomo (1908), Sarekat Islam (1911), Muhammadiyah (1912), partai politik pertama Indisech Partij (1912), Komite Boemi Poetra (1913), Al-Irsyad (1914), dan lain-lain.

              Setelah itu generasi kedua Tamansiswa (1922), Persatuan Islam (1923), Nahdlatul Ulama (1926), dan pergerakan lainnya dari pusat sampai daerah-daerah. Dalam mata rantai kebangkitan nasional tersebut lahir Soempah Pemoeda 1928 yang monumental. Ada  Kongres Perempuan pertama tahun 1928 di mana Aisyiyah sebagai organisasi Islam yang menjadi  salah satu pemrakarsa aksi pergerakan perempuan Indonesia tersebut.

              Para tokoh pergerakan nasional tampil di awal abad modern itu. Tjokroaminoto, dr. Tjipto Mangunkoeseomo, dr. Soetomo, KH Ahmad Dahlan, Suwardi Suryaningrat atau Ki Hadjar Dewantara, Ernest Dowwes Dekker, Soekarno, Mohammad Hatta, Semaun, Agus Salim, Ahmad Surkati, dan lain-lain. Demikian juga para tokoh nasional sesudahnya sperti A Hassan,  KH Hasyim Asyari, Mas Mansur, Soedirman, Mohammad Natsir, AR Baswedan,  Abdoel Moeis, Ki Bagus Hadikoesoemo,  Kasman Singodimedjo, Kahar Moezakkir,  Abikusno Tjokrosuyoso, AA Maramis, Arnold Mononutu, Hamengkubuwono IX,  Hamka, Syahrir,  dan lain-lain. Tokoh perempuan nasional Nyai Walidah Dahlan, Siti Hayyinah, Siti Moendjiyah, Dewi Sartika, Martha Christina Tiahahu, SK Tri Murti, Rasuna Said, selain tokoh sebelumnya yakni Tjoet Nyak Dien, Kartini, dan lain-lain.

              Pergerakan Islam memberi warna kuat dalam kebangkitan nasional itu. Semangat Boemi Poetra juga menjadi salah satu  penanda dari kebangkitan  untuk kemerdekaan itu. Kebangkitan pribumi menjadi penting ketika kolonial Belanda makin menginjak dan merampas hak-hak dasar kaum boemipoetra.  Ki Bagus Hadikoesoemo sebagai tokoh Islam tidak kalah jiwa nasionalismenya.

              Ki Bagus Hadikusumo Dok SM

              Ketua PP Muhammadiyah itu berpidato di sidang BPUPKI jelang kemerdekaan 1944, “Saya sebagai seorang bangsa Indonesia tulen, bapak dan ibu saya bangsa Indonesia, nenek moyang saya pun bangsa Indonesia yang asli dan murni, belum ada campurannya, dan sebagai seorang muslim, yang mempunyai cita-cita Indonesia Raya dan merdeka”. Tentang janji pemimpin Ki Bagus menulis: “Janji tidak boleh disalahi terutama oleh para pemimpin, karena namanya akan luntur hilang kehormatan dirinya, dan pemimpinya tak akan dihargai orang. Janganlah boros dengan janji dan kesanggupan, janganlah berjanji kalau tidak yakin dapat menetapi. Menyalahi janji adalah dosa besar dan menetapi janji adalah satu kewajiban.”.

              Suwardi Suryaningrat yang tergabung dalam Komite Boemi Poetera,  menulis “Als ik eens Nederlander was”  atau “Seandainya aku seorang Belanda”, pada tanggal 20 Juli 1913 dia memprotes keras rencana pemerintah Hindia Belanda merayakan 100 tahun kemerdekaan Belanda di  Indonesia yang saat itu diberi nama Hindia Belanda. Karena tulisan inilah, Suwardi bersama Tjipto Mangunkusumo dihukum dan diasingkan ke Banda dan Bangka, tetapi karena boleh memilih, keduanya akhirnya dibuang ke Negeri Belanda.

              Soekarno sebagai tokoh penting, mengingatkan di sidang BPUPKI, tentang Indonesia milik semua. Kata Bung Karno, “Kita hendak mendirikan suatu Negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua”. Bung Hatta mengritik keras penguasaan hajat hidup publik oleh sekelompok orang dan agar negara campur tangan menegakkan keadilan dan kemakmuran untuk orang banyak.

              Menurut Wakil Presiden pertama itu, ekonomi liberal meletakkan nasib rakyat di tangan orang-seorang yang menjadi  juru-mudi dalam segala tindakan ekonomi. Ekonomi liberal hanya membawa kemerdekaan dan kemakmuran bagi satu golongan kecil saja, yakni kaum kapitalis. Sedangkan kepentingan orang-seorang didahulukan dari masyarakat.  Kata Bung Hatta,  “membiarkan perekonomian berjalan menurut apa yang dikatakan permainan merdeka (bebas) dari tenaga-tenaga masyarakat berarti membiarkan yang lemah menjadi makanan empuk dari yang kuat.”

              Kenegarawanan

              Pelajaran penting dari perjuangan para pendiri Indonesia sejak zaman melawan penjajah sampai era kebangkitan nasional mereka sungguh total dalam memperjuangkan Indonesia merdeka. Jiwa-raga mereka sepenuhnya untuk Indonesia. Bahkan di antara mereka harus dipenjara atau diasingkan. Pengorbanannya untuk rakyat yang masih terjajah luar biasa. Itulah para negarawan kebangkitan dan kemerdekaan Indonesia, sehingga di kemudian hari diangkat menjadi para Pahlawan Nasional. Pahlawan sejati ialah sang negarawan. Mereka para pemimpin sejati yang visi keindonesiaannya luas dan mendalam. Pergumulannya luar biasa total dalam perjuangan. Mereka juga  gemar membaca dan berilmu  luas, bukan  pemimpin praktisi dan instan.

              Bagi para pemimpin bangsa saat ini mesti meniru dan mengikuti  teladan para negarawan Indonesia tercinta itu dengan segenap jiwa-raga. Jadilah para pemangku amanat rakyat yang sesungguhnya, yang membela kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya secara autentik nirpencitraan. Menjadi pemimpin yang benar-benar menghayati dan memahami keindonesiaan luar-dalam. Bukan sekadar slogan kebangsaan yang verbal dan nirpenghayatan akan esensi kepemimpinan kebangsaan untuk berkhidmat bagi rakyat sepenuh jiwa raga.

              Pemimpin bangsa harus berjiwa, beralam pikiran, dan bertindak negarawan yakni mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas segalanya serta menjauhi segala bentuk penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan. Jika ditemukan ada sekelompok pihak menguasai Indonesia, tugas petinggi-petinggi negara meluruskannya dengan tangan kekuasaannya, laksana Amirul ketegasan Amirul Mukminin Umar Ibn Khattab dan komitmen para negarawan Indonesia terdahulu.

              Jika benar-benar cinta rakyat dan negara, maka utamakan segala hajat hidup rakyat dan negara sebagai agenda utama lebih dari yang lainnya. Jangan sampai terkalahkan oleh kepentingan asing, segelintir orang atau pihak, dan kepentingan-kepentingan pendek lainnya yang merugikan hajat hidup rakyat dan negara.

              Di tangan para pemangku dan elite negara sungguh tergantung nasib Indonesia sebagaimana telah diperjuangkan dengan nyawa dan pengorbanan oleh para pejuang dan pendiri Republik ini. Jangan bermain-main dan menyepelekan amanat rakyat hanya karena telah memperoleh kuasa rakyat. Sebaliknya mandat rakyat harus menjadi beban dan tanggung jawab moral dan politik yang tinggi di atas segalanya untuk memajukan dan menyejahterakan rakyat.

              Dengarkanlah suara dan jeritan nasib rakyat, dengan tulus tanpa kejemawaan tahta. Jika rakyat meminta yang baik, ikutilah dengan rendah hati tanpa merasa diri digdaya. Cintailah rakyat dan negara dengan pengabdian sepenuh jiwa-raga. Itulah komitmen dan marwah  para pemangku negeri sebagai negarawan-negarawan sejati. Di situlah letak martabat atau marwah dan muru’ah para pemimpin Indonesia.

              Martabat pemimpin bukan soal kedigdayaan kekuasaan tetapi menyangkut kekuatan ruhani dan moral kepemimpinannya. Pada saat ini Indonesia sedang mengalami ujian bagi para pemimpin politik yang dalam berbagai hal memperoleh kritik dan penentangan karena kebijakan-kebijakannya yang tidak sejalan dengan aspirasi rakyat dan kebenaran publik.

              Dengan disahkannya sejumlah Undang-Undang yang ditentang dan merugikan rakyat  menunjukkan bukti suara dan kehendak rakyat dicederai serta disalahgunakan oleh para wakil dan mandataris rakyat. Praktik demokrasi berbeda antara keharusan (das sollen) dan kenyataan (das sein). Rakyat jangan terabaikan dan menjadi korban kebijakan-kebijakan dan perundang-undangan negara.

              Mandat rakyat dengan segala aspirasi dan kepentingannya harus menyatu dalam jiwa, pikiran, sikap, dan tindakannya bermuruah negarawan. Ketika merancang dan mengambil keputusan politik, yang menjadi patokan adalah kepentingan rakyat, bukan pihak lain. Bila ingin membangun legasi politik pun harus demi rakyat, bukan untuk kemegahan diri. Di sinilah pentingnya elite negeri yang memiliki DNA (Asam Deoksiribonukleat) negarawan.

              Artinya jiwa, pikiran, sikap, dan tindakan para mandataris dan wakil rakyat serta semua elite politik dan pemerintahan itu haruslah mengutamakan kepentingan rakyat, bangsa, negara, dan tanah air Indonesia di atas yang lainnya. Elite yang sekadar politikus atau birokrat-teknokrat yang wawasan pemikirannya terbatas biasanya serba pragmatis, hanya berpikir nilai guna. Pemimpin bangsa sejatinya harus kuat dan jernih  nurani serta visi kenegarawanannya.

              Sumber: Majalah SM Edisi 6 Tahun 2022, Rubrik Bingkai “Kepemimpinan Bangsa Berjiwa Negarawan”

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Pentingnya Makan Bersama dalam Keluarga

              Next Post

              Kapolres Way Kanan Hadiri Pemakaman Almarhum Bripda M. Ivan Bagaskara

              InfoLain

              BeritaMu

              Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

              24/05/2026
              BeritaMu

              Seru, MI Muhammadiyah Danurejo Terapkan Metode Pembelajaran Terpadu di Markas Damkar

              24/05/2026
              BeritaMu

              Aksi Kemanusiaan Donor Darah: Lazismu dan MDMC Temanggung Bantu Stok PMI

              24/05/2026
              Next Post
              Kapolres Way Kanan Hadiri Pemakaman Almarhum Bripda M. Ivan Bagaskara

              Kapolres Way Kanan Hadiri Pemakaman Almarhum Bripda M. Ivan Bagaskara

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Perempuan Tangguh Alumni Unmuh Jember Kembangkan Usaha Peternakan Domba

                24/05/2026

                UMPP Cetak Apoteker Unggul, Peminat Semakin Bertambah

                24/05/2026

                Prof Hamim Ilyas Tutup Usia, Muhammadiyah Kehilangan Ulama Teduh dan Rendah Hati

                24/05/2026

                Bukan Malas, Arsitektur UMS Bedah Trauma Skripsi demi Strategi Kelulusan Tepat Waktu

                24/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,187)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,731)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Perempuan Tangguh Alumni Unmuh Jember Kembangkan Usaha Peternakan Domba

                24/05/2026

                UMPP Cetak Apoteker Unggul, Peminat Semakin Bertambah

                24/05/2026

                Prof Hamim Ilyas Tutup Usia, Muhammadiyah Kehilangan Ulama Teduh dan Rendah Hati

                24/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In