• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Sabtu, Juli 25, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

    UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

    Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

    Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

    UMSU Tuan Rumah Konfrensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan, Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara

    Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

    Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

      UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

      Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

      Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

      UMSU Tuan Rumah Konfrensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan, Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara

      Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

      Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Nejlepší zahraniční online casino – aktualizovaný žebříček pro rok 2026

        1Win Azerbaijan – İdman Mərcləri və Casino saytı

        Пин Ап Казино – Официальный сайт Pin Up Casino | Входи и играй (2026)

        Казино онлайн 2026 с быстрой регистрацией и удобным интерфейсом

        Mostbet w Polsce – logowanie do konta

        Казино онлайн 2026 – самые перспективные площадки для любителей азартных игр

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

          UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

          Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

          Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

          UMSU Tuan Rumah Konfrensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan, Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara

          Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

          Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

            UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

            Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

            Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

            UMSU Tuan Rumah Konfrensi Internasional Pendidikan dan Kebahasaan, Hadirkan Ilmuan dari 5 Negara

            Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

            Pelantikan Empat Wakil Rektor UMSU, Ketua PP Muhammadiyah: Jadikan Kampus Se-Unggul-Unggulnya

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Nejlepší zahraniční online casino – aktualizovaný žebříček pro rok 2026

              1Win Azerbaijan – İdman Mərcləri və Casino saytı

              Пин Ап Казино – Официальный сайт Pin Up Casino | Входи и играй (2026)

              Казино онлайн 2026 с быстрой регистрацией и удобным интерфейсом

              Mostbet w Polsce – logowanie do konta

              Казино онлайн 2026 – самые перспективные площадки для любителей азартных игр

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi

              by
              01/01/2023
              in BeritaMu
              0
              Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi

              WartaTerkait

              FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

              UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

              Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

              Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

              Oleh: Agusliadi Massere*

              Sudah dua kali, dengan dua sekolah yang berbeda, saya hadir berbagi ilmu sebagai narasumber. Sekolah tersebut adalah SMA Negeri 1 Bantaeng, dan SMA Negeri 2 Bantaeng. Kegiatannya adalah Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Pelaksana atau pihak sekolah mengamanahkan kepada saya, “Suara Demokrasi” sebagai judul materi yang harus diupayakan untuk diinternalisasi ke dalam diri para pelajar.

              Dalam menyiapkan bahan/materi, saya berjalan menelusuri rimba referensi di antara tumpukan ribuan buku yang menghiasi koleksi pustaka pribadi di rumah, yang bernama “Cahaya Inspirasi”. Di balik perjalanan dalam rimba tersebut, ada hal menarik yang saya temukan sehingga terinspirasi untuk merumuskan judul tulisan ini dengan “Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi”.

              Sebelum memulai tulisan ini, saya sudah menyiapkan diri ketika ada pembaca yang mengkritik, menggugat bahkan menghujat sekalipun, ketika hanya membaca judul dan tidak membaca tuntas tulisan ini. “Bagaimana mungkin bisa ditarik garis relasinya, demokrasi sebagai produk pemikiran manusia yang ruang mekanisme kerjanya berada dalam realitas kehidupan duniawi, kemudian diarahkan ke ranah yang seakan mengalami proses transendensi”, kira-kira kurang lebih seperti ini kemungkinan gugatan yang anak panahnya diarahkan pada diri ini sebagai penulis.

              Kesiapan saya bukan hanya sebatas modal psikologis, di mana salah satunya, ada yang lazim dikenal dengan memutus “saraf malu dan/atau marah”. Saya pun menyiapkan argumentasi yang selogis mungkin, berbasis pandangan dan referensi yang bisa dipertanggungjawabkan. Minimal ini.

              Sebagaimana yang saya kutip dari Umi Salamah, dkk. dalam buku karyanya Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi” (2017), bahkan telah kita ketahui bersama, bahwa “demokrasi berasal dari kata Yunani, yaitu ‘demos’ yang berarti rakyat atau penduduk suatu tempat, dan ‘cratein atau cratos’ yang berarti kekuasaan atau kedaulatan”. Secara terminologi sebagaimana dikutip Umi Salamah, dkk. dari Abraham Lincoln—dan bagi saya, ini yang paling populer—“Demokrasi adalah pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat”.

              Dalam perjalanan sejarahnya, demokrasi pernah dipandang sebagai sistem yang rapuh, bahkan sempat tenggelam pada abad pertengahan. Namun, seiring berjalannya waktu dengan berbagai momentum yang melatarinya,—seperti  gerakan renaissance (pencerahan) dan reformasi (sebagai gerakan revolusi agama di Eropa pada abad ke-16)—demokrasi kembali bangkit dan hingga kini banyak negara-negara di dunia yang menerapkan sebagai sistem pemerintahannya, tanpa kecuali di Indonesia.

              Jika pun demokrasi, masih ada yang menilainya buruk, bagi saya masih bisa dinilai “yang terbaik di antara yang buruk”. Dari Umi Salamah, dkk., kita bisa memahami bahwa demokrasi lahir sebagai antisipasi dari pemerintahan diktator yang otoriter yang membawa dampak buruk bagi rakyat, yaitu penindasan dan eksploitasi terhadap rakyat, selalu mengorbankan rakyat di atas penguasa, dan kesejahteraan hanya untuk penguasa.

              Di Indonesia, dinamika perjalanan demokrasi pun sangat dinamis. Pernah suatu ketika dalam perjalanan sejarah Indonesia, yang berlangsung disebut Demokrasi Parlementer, termasuk pula ada yang disebut dengan Demokrasi Terpimpin. Di era Soeharto disebut Demokrasi Pancasila. Kini, banyak yang menyebutnya bahwa kita sedang menerapkan Demokrasi Liberal, yang pada pada masa Soekarno, khususnya tahun 1950-1959, Demokrasi Liberal ini dikenal pula dengan Demokrasi Parlementer, yang tentunya konteks dan penerapannya berbeda.

              Dinamika perjanalan demokrasi yang sangat dinamis tersebut dalam konteks kehidupan Indonesia, terasa masih perlu pembenahan di sana-sini. Apa yang menjadi harapan, cita-cita, dan tujuan nasional, begitupun nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila, belum sepenuhnya bisa tercapai dan diterapkan. Banyak yang menduga dan saya sepakat, bahwa capaian luar biasa proses demokratisasi kita di Indonesia masih sebatas demokrasi-prosedural. Belum maksimal menyentuh demokrasi-substansial.

              Dalam konteks permasalahan dan harapan yang terakhir inilah, sehingga saya ketika menemukan insprasi judul tersebut di atas, sangat tertarik dan berniat untuk segera menuntaskan tulisannya, meskipun pada kenyataannya terlambat juga selesai karena kesibukan dan kewajiban di kantor. Namun sebelumnya, saya menjelaskan bahwa inspirasi ini ditemukan dari untaian penegasan Umi Salamah, dkk., terkait pengertian demokrasi dalam konteks Indonesia.

              Dari dirinya (baca: Umi Salamah, dkk.) kita bisa memahamai bahwa pengertian demokrasi dalam konteks Indonesia bukan hanya sesuai dengan pemaknaan sila ke-4 Pancasila. Bahkan ditegaskan pula bahwa ke-5 sila dalam Pancasila harus mendasari pelaksanaan demokrasi Indonesia.

              Ada yang menegaskan bahwa demokrasi Indonesia sekaligus sebagai demokrasi politik, ekonomi, dan sosial budaya dalam satu sistem pemerintahan rakyat. Umi Salamah, dkk. kembali menegaskan bahwa “Pancasila tidak hanya mengandung politik, ekonomi dan sosial budaya. Pengertian tersebut belum mencakup seluruh nilai dalam Pancasila melainkan baru mencakup tanggungjawab duniawi. Sedangkan, falsafah Pancasila juga meliputi tanggungjawab kemanusiaan terhadap Tuhan Pencipta Alam”.

              Penegasan terakhir dari Umi Salamah, dkk. inilah, saya mendapatkan inspirasi judul tersebut di atas. Saya ingin demokrasi Indonesia, bukan hanya berdasarkan sila ke-4, termasuk bukan hanya dalam konteks politik, ekonomi, dan sosial budaya. Saya pun berkeinginan demokrasi yang diterapkan di Indonesia mengandung falsafah Pancasila yang juga meliputi tanggungjawab kemanusiaan terhadap Tuhan Pencipta Alam (saya lebih senang menyebut “Allah”). Inilah yang saya maksud sebagai “Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi”, karena mengalami transendensi,  menyentuh langit teologis, dan/atau mendapatkan sentuhan religious-spiritualistik.

              Sederhananya, saya menginginkan Demokrasi-Pancasila sebagai nafas kehidupan dalam berbangsa dan bernegara di Indonesia. Meskipun, jika membaca sejarah, di era Soeharto, Demokrasi-Pancasila pun pernah diterapkan dan terkesan gagal. Saya yakin kegagalan tersebut, bukan karena sistemnya tetapi karena penerapannya belum sesuai substansi, dan faktor lainnya karena sikap dan perilaku oknum dalam kekuasaan tersebut.

              Seperti apa, Demokrasi-Pancasila yang menjadi nafas kehidupan dalam berbangsa dan bernegara? Salah satu jawaban dari pertanyaan ini, saya terinspirasi dari buku karya Yudi Latif—tidak keliru dan berlebihan, jika orang-orang menyebutnya bahwa beliau adalah Pakar Pancasila di Indonesia—Negara Paripurna: Historisitas, Rasionalitas, dan Aktualitas Pancasila (2012).

              Dalam buku tersebut, khususnya pada bagian Fase Perumusan [Pancasila] Yudi Latif mengutip pendapat Mohammad Hatta—Wakil Presiden Indonesia yang pertama—“dengan perubahan prinsip ketuhanan [maksudnya sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa] dari posisi pengunci ke posisi pembuka, ‘ideologi negara tidak berubah karenanya’, melainkan negara dengan ini memperkokoh fundamennya, negara dan politik negara mendapat dasar moral yang kuat”. Untuk diketahui bahwa sila “Ketuhanan” awalnya berada di sila kelima pada Pancasila.

              “Dengan demikian, fundamen moral menjadi landasan dari fundamen politik (dari sila kedua sampai dengan sila kelima”, inilah penegasan Mohammad Hatta dalam Yudi Latif (2012). Yudi Latif pun melalui catatan kakinya menjelaskan bahwa “Bung Hatta berulangkali mengungkapkan hal itu, antara lain, dalam Kongres Kesatuan Pemuda Kristen seluruh Indonesia dan pada pidato penganugerahan doctor HC dalam Ilmu Hukum di UGM tahun 1956.

              Dari uraian ini pun saya ingin bermaksud mengatakan atau menyampaikan dan mengharapkan agar kelak terjadi proses habitus ala Pierre Bourdieu, di mana spirit dan posisi sila pertama sebagaimana pandangan Mohammad Hatta, dan falsafah Pancasila dalam konteks Demokrasi Indonesia sesuai harapan Umi Salamah, dkk. bisa mengalami proses internalisasi eksterior (penyerapan, pemahaman mendalam, dan menjadikannya “darah kehidupan”) dan eksternalisasi interior (penerapan atau pengaplikasian, dan menjadi nafas kehidupan) pada diri anak bangsa  terutama pada diri yang berstatus sebagai penyelenggara negara dalam fungsi dan bidang apapun. Meskipun ini berat, tetapi bisa diupayakan.

              Para penyelenggara negara, dalam melaksanakan fungsi, tugas, kewenangan dan kewajibannya, seharusnya jika memang memiliki niat baik, positif, produktif, konstruktif, dan kontributif, maka selain menyadari bahwa itu adalah amanah rakyat dan harus menjalankan pemerintahan untuk kepentingan rakyat, mereka pula harus berpikir bahwa pelaksanaannya harus dilandasi dengan moralitas. Selain itu harus berorientasi pada pertangungjawaban di hadapan Tuhan (Allah).

              Kecenderungan politik tidak menjadi “syahwat politik” ketika dirinya menyadari apa yang diungkapkan oleh Mohammad Hatta di atas, di mana sila pertama, “Ketuhanan yang Maha Esa” harus menjadi fundamen moral atau basis nilai yang akan memperkokoh fundamen politik. Fundamen moral ini, tidak boleh diabaikan dalam tata kelola bangsa dan negara, terutama oleh para penyelenggara negara.

              Ada banyak persoalan dalam kehidupan bangsa dan negara Indonesia hari ini, itu karena kita abai terhadap kesadaran bahwa sila pertama Pancasila, seharusnya menjadi fundamen moral bagi seluruh dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Jika ini mampu diterapkan, maka saya yakin fundamen politik (sila kedua sampai sila keempat) akan berjalan dengan baik sesuai harapan bersama yang mendekati idealitas, jika tidak bisa seratus persen atau sempurna.

              Ketika para pejabat negara pada saat melakukan pendaftaran dalam setiap prosesi rekrutmen jabatan tertentu, seringkali ada satu dokumen yang berisi pernyataan “setia kepada Pancasila…,dan seturusnya” begitupun pada saat pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan, diawali dengan frasa “Demi Allah (Tuhan), saya bersumpah/berjanji”, diucapkan di bawah kitab suci yang dipegang oleh para rohaniawan. Sebenarnya hal ini menegaskan memang moral adalah dasar utama. Dan dalam konteks Indonesia, ini pun menegaskan bahwa seharusnya pelaksanaan sistem demokrasi harus melampaui batas duniawi. Mengalami proses transendensi, menyentuh langit teoligis, dan/atau mendapatkan sentuhan religious-spiritualistik.

              Faktor-faktor pendukung demokrasi, seperti “negara hukum”, “masyarakat madani”, “infrastruktur politik”, dan “pers yang bebas dan bertanggungjawab” mampu menjadi instrument yang mengarahkan kehidupan pada muara kemajuan, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional, ketika prinsip dan nilai “Demokrasi yang Melampaui Batas Duniawi” atau ketika sila pertama menjadi fundamen moral, dan falsafah Pancasila yang mengandung tanggungjawab kemanusiaan di hadapan Tuhan, mampu ditegakkan.

              Pemilu sebagai instrumen strategis bagi negara demokrasi, tidak akan mampu mencapai hasil pelaksanaan yang adil, berkualitas, dan berintegritas, ketika kita lupa pada apa yang menjadi spirit utama dalam Pancasila. Penegakan hukum pun, mengalami hal yang sama, yaitu tidak mampu menjadi penopang terwujudnya negara demokrasi, jika kita mengabaikan fundamen moral yang ditegaskan oleh Mohammad Hatta, dan falsafah Pancasila dalam pandangan Umi Salamah, dkk.

              Demokrasi yang melampaui batas duniawi, atau kesadaran sila pertama sebagai fundamen moral atas fundamen politik (sila kedua sampai sila kelima), dan falsafah Pancasila yang mengandung kesadaran tanggungjawab kemanusiaan di hadapan Tuhan (Allah), akan mampu pula mentransformasikan “the love of power” (cinta kekuasaan) menjadi “the power of love”(kekuatan cinta) yang selama ini terkesan lebih sering dan banyak merusak sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara.

              *Mantan Ketua PD. Pemuda Muhammadiyah Bantaeng. Komisioner KPU Kabupaten Bantaeng Periode 2018-2023.

               

               

               

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              ERDAMS FKM UMJ Wakili Tangsel Ikuti Bimtek Pencegahan Penyakit Mulut dan Kuku

              Next Post

              Refleksi Menghadapi Tahun Politik

              InfoLain

              BeritaMu

              FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

              25/07/2026
              BeritaMu

              UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

              25/07/2026
              BeritaMu

              Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

              25/07/2026
              Next Post

              Refleksi Menghadapi Tahun Politik

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem Enam Hari di Sumut akibat IOD Negatif

                26/11/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

                25/07/2026

                UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

                25/07/2026

                Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

                25/07/2026

                Dari Laba ke Kas Nyata: Ikhtiar Saudagar Muhammadiyah Membangun Bisnis yang Lebih Sehat

                25/07/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,844)
                • Hukum Islam (1,550)
                • Kabar PTMA (3,999)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                FAI UMTS dan PDM Padang Lawas Perkuat Sinergi untuk Kaderisasi Muhammadiyah dan Promosi Penerimaan Mahasiswa Baru

                25/07/2026

                UMSU Hadir Bersama 73 Kampus Internasional dari 20 Negara di MQA Presidents’ Forum (Universities) 2026 Malaysia

                25/07/2026

                Kepemimpinan Generasi EMAS di UMSU: Momentum Transformasi, Regenerasi, dan Penguatan Kaderisasi Muhammadiyah

                25/07/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In