Tahun baru 2023 tinggal meghitung hari. Selain liburan bersama keluarga dengan teman–teman ada pembahasan yang banyak diangkat menjelang tahun baru, yakni salah satunya soal resolusi. Apakah penting membuat resolusi? Seberapa pentingkah membuat resolusi hidup? dan bagaimana membuat resolusi yang ideal?
Sebelumnya, hal ini telah banyak dijelaskan oleh banyak orang dan dibahas di berbagai media. Umumnya, banyak yang mengetahui resolusi sebagai bentuk mempersiapkan diri untuk dapat mencapai tujuan, harapan, goals atau sasaran, bahkan target yang harus didapatkan pada waktu tertentu.
Sebagian orang juga mendefinisikan resolusi sebagai cara manusia untuk memproyeksikan niat terhadap apa yang ingin dicapainya dan merumuskan asumsi-asumsi yang berkaitan dengan masa depan. Dalam membuat resolusi seseorang cenderung akan membuatnya sesuai kemampuan dirinya. Sekarang mari lihat, seberapa penting dari membuat resolusi ini.
Ada banyak opini mengenai hal ini, kali ini akan dibahas menurut perspektif ayat Al-Quran. Dalam hal ini tentu Al-Quran tidak secara langsung menyampaikannya, hanya saja melalui kajian riset yang dikembangkan.
Dalam Surah Al-Anfal ayat 60
وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِنْ دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنْتُمْ لَا تُظْلَمُونَ
Artinya : Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggetarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, tetapi Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi (dirugikan).
Jika melihat konteks kalimat ayat di atas terdapat kata ‘persiapkanlah’, kata ini merupakan salah satu bagian dari definisi resolusi. Selanjutnya dijelaskan bahwa yang diperintah akan menghadapi musuh dalam kata lain yakni berperang. Berperang tentu merupakan hal besar, maka apakah hari-hari, bulan-bulan tahun depan adalah menjadi hal besar pula?
Menjadi bagian dari persiapan adalah dengan menggunakan segala daya kemampuan dan kekuatan yang dimiliki, dalam arti lain mempersiapkan (atau membuat resolusi) dengan matang adalah hal yang diperintahkan Allah. Terakhir Allah menegaskan ‘apa saja yang kamu infakkan di jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dizalimi’.
Merujuk pada kalimat yang terakhir, dijelaskan bahwa diantara persiapan yang paling besar adalah menginfakkan harta di jalan Allah.
2. Dalam Surah Al-Hasyr 18
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah seseorang melihat apa yang dipersiapkannya untuk esok hari dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
Dalam konteks kalimat yang tercantum dalam surah ini terdapat diksi ‘dan hendaklah seseorang melihat apa yang dipersiapkannya untuk esok hari’. Esok hari dalam beberapa ahli tafsir adalah soal hari setelah kehidupan di dunia. Tetapi bagaimana jika kita mengambil kata ‘esok hari’ dalam konteks kehidupan di dunia?
Merujuk hal di atas, menjadi hal krusial dalam mempersiapkan menghadapi hari esok dan hari-hari selanjutnya. Kemudian ayat ini menegaskan ‘apa yang dipersiapkannya’, hal ini menjadi evaluasi bagi setiap individu tentang apa sebenarnya yang sudah dipersiapkan, maka seperti pepatah “apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai.”
Itulah dua ayat yang menggambarkan betapa pentingnya membuat resolusi menurut perspektif Al-Quran. Pertanyaan selanjutnya bagaimana membuat resolusi yang ideal? Sebelum pada penjelasan atas pertanyaan itu, apa sebenarnya ideal itu?
Ideal dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) memiliki arti ‘sangat sesuai dengan yang dicita-citakan atau diangan-angankan atau dikehendaki’. Dengan demikian untuk menjadi resolusi yang ideal hal yang sangat diperlukan adalah mempunyai tujuan (yang dicita-citakan). Untuk itu, mari ikuti langkah-langkah dibawah ini.
Memiliki tujuan
Memiliki tujuan merupakan poin yang paling penting dan utama. Lalu bagaimana jika tidak memiliki tujuan? Tentu bisa saja, tetapi akan menjadi resolusi yang tidak ideal.
2. Membaca dan mempelajari kondisi
Membaca dan mempelajari kondisi diambil dari ayat pertama di atas. ‘Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki’. Penggalan ayat ini membuat penulis menyimpulkan kata ‘untuk menghadapi mereka’ menjadi sebab perlunya melihat situasi kondisi yang akan dihadapi secara menyeluruh.
Dalam kaitannya dengan membuat resolusi adalah misal dengan melihat kondisi lingkungan dimana seseorang bertempat, dan apa yang benar-benar cocok untuk ia bisa mencapai tujuannya. Lalu bagaimana mengenal diri sendiri, apa yang dibutuhkan dan lain sebagainya.
3. Melakukan evaluasi
Evaluasi dilakukan secara sadar atas dasar untuk memperbaiki diri, meningkatkan kualitas serta mempertajam orientasi yang menjadi tujuan seseorang. Hal ini berkaitan dengan ayat kedua di atas, ‘hendaklah seseorang melihat apa yang dipersiapkannya untuk esok hari’. Kata ‘melihat’ menjadi dasar dari bagaimana agar seseorang dapat melihat, yakni salah satunya dengan melakukan peninjauan kembali atau evaluasi.
Demikianlah tips membuat resolusi yang ideal. Semoga bermanfaat. (RN/KSU)
Artikel Resolusi dalam Perspektif Al Qur’an pertama kali tampil pada Universitas Muhammadiyah Jakarta.




