• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Minggu, April 19, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

    Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

    Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

    Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

    Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

      Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

      Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

      Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

      Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

        Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

          Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

          Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

          Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

          Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

            Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

            Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

            Raih Akreditasi Unggul, IQT UMS Siap Jadi Solusi Kehidupan Umat di Era Modern

            Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang Meninggal Dunia

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

              Khatib Shalat Id Terlambat Datang, Bagaimana Menyikapinya?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Belajar pada Kata dan Peristiwa (1)

              by
              29/12/2022
              in BeritaMu
              0
              Belajar pada Kata dan Peristiwa (1)
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Belajar Pada Kata dan Peristiwa (1)

              WartaTerkait

              Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

              Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

              Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

              Pelantikan, Ta’aruf, Pelepasan Jamaah Calon Haji dan Muskerda I MUI Kota Medan

              Oleh : Mohammad Fakhrudin

               

              Menasihati dengan hati

              mencegah kemunkaran

              dengan keramahan

              bukan dengan kemarahan

              Dalam komunikasi dengan media bahasa, penyampaian maksud (pesan) dapat dilakukan secara langsung dan dapat pula secara tidak langsung. Di dalam kajian pragmatik, kedua tindak tutur itu dikenal dengan tindak tutur langsung (direct speech act) dan tindak tutur tidak langsung (indirect speech act).

              Orang menyuruh tidak selalu dengan tuturan imperatif. Dia dapat menggunakan tuturan tanya  atau berita. Orang menolak tidak selalu dengan tegas menyatakan penolakannya itu dengan kata-kata.

              Tuturan Wow! Bersih sekali lantainya! Pasti sudah disapu! dapat saja digunakan oleh penutur untuk menyampaikan maksud menyuruh mitra tutur (selanjutnya disebut petutur) agar menyapu lantai jika keadaan lantai yang sebenarnya masih kotor. Jika tuturan itu digunakan oleh ibu kepada anaknya dan anaknya dapat menangkap maksud ibu, dia mungkin menjawab, Sebentar, Bu sehingga terjadi percakapan sebagai berikut:

              (1)

              Ibu : “Wow! Bersih sekali lantainya! Pasti sudah disapu!”
              Anak : “Sebentar, Bu!”

              Berikut ini disajikan contoh lain.

              (2)

              Ibu : “Bisa ngantar Ibu ke pasar?”
              Zul : “Bagaimana kalau Tiar saja, Bu?”

              Di dalam contoh percakapan (2), penyampaian maksud, baik di dalam tuturan Ibu maupun tuturan Zul, dilakukan secara tidak langsung. Dengan tuturan (01) itu sebenarnya Ibu menyuruh Zul agar mengantarnya ke pasar. Pada sisi lain, dengan tuturan (02) Zul sebenarnya menolak atau tidak bersedia mengantar Ibu ke pasar. Kenyataan seperti pada contoh percakapan (1) dan (2) sering terjadi.

              Kadang-kadang penutur bermaksud menyuruh petutur, tetapi dia menggunakan tuturan deklaratif sebagaimana terdapat pada contoh (3) ber­ikut ini.

              (3)

              01.Ibu    :  “Wah, tas saya tertinggal.”

              02.Nur   :  “Kalau begitu, Ibu tunggu di sini. Saya akan mengambilnya.”

              Pada percakapan (3) Nur mefafsirkan maksud Ibu tidak sekadar menyampaikan informasi, tetapi juga memerintah secara tidak langsung agar Nur mengambilkannya. Oleh karena itu, Nur ber­tutur (02).

              Boleh jadi, Ibu tidak bermaksud demikian. Namun, Nur berakhlak mulia. Dia ingin berbuat kebaikan kepada Ibu.  Oleh karena itu, dia bertutur (02).

              Untuk kepentingan tertentu, misalnya kesopanan (atau kesantunan), sering penutur menyampaikan maksudnya justru dengan memilih cara tidak langsung. Pada masyarakat tertentu, berlaku pemahaman bahwa makin tidak langsung (penyampaian maksud), makin santun.

              Berikut ini disajikan contoh percakapan yang dilakukan oleh sopir bus dan penumpang pelanggan. Mereka orang Jawa.

              (4)

              Sopir Bus:  “Nuwun sewu. Jendelanipun!” (‘Maaf. Jendelanya!’)

              Tuturan sopir bus itu ditujukan kepada penumpang laki-laki yang ritsleting celananya masih terbuka. Penumpang tersebut memahami maksud sopir bus karena ibu jari sopir tidak mengarah ke jendela bus, tetapi mengarah ke ritsleting celananya. Oleh karena itu, dia langsung menutup ritsleting celananya. Hanya penumpang tertentu dan dalam jumlah yang sangat sedikit yang memperhatikan tuturan, gerak tangan sopir bus, dan penumpang tersebut.

              Apa yang terjadi jika sopir bus itu menggunakan tindak tutur langsung, Maaf! Itu ritsletingnya terbuka? Tentu tuturan itu membuat penumpang tersebut malu. Dalam hubungannya dengan kesantunan berbahasa, pada dasarnya kesantunan berbahasa dimaksudkan agar petutur terhindar dari rasa malu.

              Pada masyarakat lain mungkin saja justru berlaku sebaliknya. Makin langsung penyampaian maksud, makin santun.

              Bagaimana penyampaian perintah dan larangan di dalam al-Qur’an? Ada perintah yang disampaikan secara langsung misalnya perintah membaca, belajar, atau menuntut ilmu yang terdapat pada surat al-‘Alaq (96): 1, sedangkan perintah agar berilmu yang disampaikan secara tidak langsung misalnya terdapat pada surat al-Mujadilah (58): 11.

              Ada juga larangan yang disampaikan secara langsung dan tidak langsung di dalam al-Qur’an. Larangan yang disampaikan secara langsung misalnya makan dan minum berlebihan terdapat, antara lain, pada surat al-A’raf (7): 31, sedangkan larangan yang disampaikan secara tidak langsung misalnya berprasangka buruk terhadap Allah Subhanahu wa Ta’aala terdapat pada surat al-Fath (48): 6.

              Di dalam hadis Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam demikian juga. Ada perintah dan larangan yang disampaikan dengan kata-kata yang secara langsung dapat dipahami maknanya dan ada pula perintah atau larangan yang disampaikan melalui peristiwa.

              Perintah secara langsung misalnya “Salatlah kamu sebagaimana kamu melihat aku salat” (HR al-Bukhari). Perintah secara tidak langsung misalnya perintah yang ditujukan kepada seseorang yang meninggalkan tempat duduk untuk sementara, jika kembali, agar dia kembali ke tempat duduk semula dan orang lain tidak boleh menempatinya, “Apabila salah seorang dari kalian berdiri dari tempat duduknya kemudian kembali lagi ke tempat itu, maka dia lebih berhak atas tempat itu.” (HR Muslim).

              Di dalam kehidupan sehari-hari banyak kata dan peristiwa yang harus kita pahami hikmahnya, yakni makna yang terkandung di dalamnya. Agar tidak gagal paham, kita memerlukan bekal berupa hikmah sebagaimana dijelaskan oleh Allah Subhanahu wa Ta’aala di dalam surat al-Baqarah (2): 269 berikut ini.

              يُّؤْتِى الْحِكْمَةَ مَنْ يَّشَاۤءُ ۚ وَمَنْ يُّؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ اُوْتِيَ خَيْرًا كَثِيْرًا ۗ وَمَا يَذَّكَّرُ اِلَّآ اُولُوا الْاَلْبَابِ

              “Dia memberikan hikmah kepada siapa yang Dia kehendaki. Barangsiapa diberi hikmah, sesungguhnya dia telah diberi kebaikan yang banyak. Dan tidak ada yanag dapat mengambil pelajaran, kecuali  orang-orang yang mempunyai akal sehat.”

              Di dalam Belajar pada Kata dan Peristiwa (1)  ini disajikan kisah nyata yang berkenaan dengan belajar pada kata dan peristiwa. Semoga kisah nyata yang disajikan berikut ini dapat menjadi salah satu referensi yang dapat mencerahkan pikiran dan hati; juga menginspirasi.

              Gegara Celetukan

              Seperti biasanya, kuliah saya mulai dengan berdoa. Setelah itu, saya mengajak mahasiswa mensyukuri berbagai nikmat Allah Subhanahu wa Ta’aala. Sampailah pada ajakan agar mahasiswa bersyukur berkenaan dengan terpilihnya salah seorang dosen IKIP Muhammadiyah Purworejo― sejak tahun 1999 berubah menjadi Universitas Muhammadiyah Purworejo―sebagai dosen teladan Kopertis Wilayah VI Jawa Tengah.

              “Mari secara khusus kita bersyukur atas terpilihnya dosen di kampus kita ini sebagai dosen teladan tingkat Kopertis Wilayah Jawa Tengah.”

              “Nyate, Pak!” celetuk seorang mahasiswa dengan suara cukup keras.

              “Mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’aala itu tidak harus dengan berpesta. Memperbaiki yang belum baik menjadi baik; meningkatkan yang sudah baik menjadi lebih baik itu pun mensyukuri nikmat Allah Subhanahu wa Ta’aala!” saya menimpalinya.

              Sejak itu, dia tidak pernah mau berbicara dengan saya. Kalaupun mau, kiranya merasa terpaksa karena saya mengucapkan salam. Dia juga tidak mau lagi bertemu dengan saya.

              Sementara itu, saya tetap berusaha sering menemuinya dan mengucapkan salam. Saya bertekad tidak akan marah apalagi mendiamkannya.

              “Kalau saya mendiamkannya, apa beda saya dengan dia. Saya kan dosen. Dia mahasiswa.” saya menasihati diri sendiri.

              Setelah hampir satu bulan hubungan kami kurang sehat, tiba-tiba dia menemui saya.

              “Boleh minta waktu, Pak?” tanyanya agak ketus.

              “Boleh! Silakan!” jawab saya dengan penuh semangat dan bahagia.

              “Saya ingin bicara, tapi em … bagaimana kalau tidak di sini?”

              Waktu itu kami berada di ruang dosen. Rupanya dia merasa tidak nyaman jika ada teman dosen yang ikut mendengar pembicaraan.

              “Boleh. Baik! Mari kita cari ruang yang tidak dipakai untuk kuliah.”

              Hampir satu jam dia curhat. Diceritakannya bahwa dia menyatakan takluk pada saya karena saya tidak pernah memarahinya dan tetap saja menyapanya dengan salam dan mengajak bicara walaupun diperlakukan tidak baik.

              Saya berusaha menjadi mitra curhat yang baik. Saya dengarkan curhatnya dengan sesekali meresponnya, baik dengan ucapan maupun dengan gerak-gerik air muka. Dia menceritakan antara harapan dan kenyataan yang dihadapinya dengan penuh kejujuran dan semangat. Saya mulai menangkap sebagian masalahnya. Namun, waktu tidak cukup lagi untuk melanjutkan curhatnya karena hari sudah sore.

              “Em … boleh nggak, Pak saya dan teman-teman main ke rumah Bapak?”

              “Tentu! Silakan! Kapan?”

              “Nanti akan bicara dulu dengan teman–teman.”

              “Baiklah! Silakan!”

              Di Balik Kata dan Air Mata

              Dua hari kemudian dia dengan dua orang temannya jadi datang ke rumah saya. Kami berempat naik bus umum. Dia duduk di sebelah saya. Sepanjang jalan Purworejo-Magelang dia melanjutkan curhatnya. Saya pun kembali menjadi mitra curhat yang baik.

              Sampai di rumah, istri saya sudah siap menyambutnya karena sudah saya kabari. Tiga orang mahasiswa diciumnya satu per satu setelah berjabat tangan.

              Mereka bermalam. Selepas salat duhur berjamaah di musala rumah, ketika saya akan menyampaikan nasihat, dia mengusap kelopak matanya. Rupanya butir-butir air matanya mengalir pelan di pipinya. Beberapa kali dia menghela nafas.

              Saya menyuruh anak-anak dan pembantu rumah tangga (waktu itu belum populer istilah asisten rumah tangga) untuk meninggalkan kami. Tinggal saya, istri saya, dia, dan dua orang temannya yang ada di musala. Semua terdiam. Hening.

              “Suasana seperti ini sesungguhnya yang saya harapan” dia mulai bicara pelan memecah keheningan setelah beberapa kali menghela nafas. “Salat berjamaah dan ayah menjadi imam. Namun, apalagi salat berjamaah dengan ayah sebagai imam, makan bersama pun tidak pernah” dia melanjutkan dan sesekali mengusap kelopak matanya. Juga hidungnya dengan tangannya.

              Kami semua khusyuk mendengarkannya. Makin banyak lagi informasi yang saya ketahui: tentang ayah dan ibunya dan hubungan antara dia dengan orang tuanya.

              “Ayah saya sangat sibuk dengan tugasnya sebagai penatar nasional. Ibu saya sering menemaninya. Ya, sih, kebutuhan materi dapat saya peroleh dengan mudah. Tapi, lama-lama … saya merasa …” mulai tidak lancar dia berbicara.

              Dia merasa ku­rang mem­peroleh perha­tian dari orang tuanya. Ayah dan ibunya sangat sibuk. Mereka sering pergi ke luar kota.

              Sementara itu, dia sendiri tidak tahu cara yang sangat baik untuk men­dapatkan perhatiannya yang utuh. Masa­lah itu dibawanya ke kampus.

              Dalam usahanya memperoleh perhatian dari dosen dan temannya di kam­pus, berbagai cara di­lakukannya meskipun aki­batnya kadang-kadang me­rugikan diri­nya. Dia menjauhi dosen yang dirasa membuatnya tidak nyaman. Bahkan, dia me­mi­lih nong­krong di warung atau  basecamp Unit Ke­giatan Mahasiswa daripada mengikuti kuliahnya. Saya pun menjadi sasaran keti­daksukaannya karena dianggap mempermalukannya di kelas.

              “Anda harus mulai. Apa yang seharusnya dikerjakan oleh anak, lakukan! Misal­nya, menyapu lantai dan halaman rumah, mencuci pa­kaian sendiri dan pakaian orang tua, dan menyiapkan minum untuk mereka. Jika dapat memasak, masaklah kesukaan mereka. Jika da­pat membuat cemilan kesukaan mereka, buatlah. Jika mereka, apalagi ibu, tampak lelah, tawarkan ke­siapan untuk memijitnya. Jika ibu duduk sendirian di ruang tamu atau di teras, mintalah izin untuk me­nemani. Ja­ngan lupa juga: berbica­ralah dengan sopan! Pendek kata, lakukan yang sebanyak-banyaknya dan yang sebaik-baiknya untuk mereka.” Saya menasihatinya.

              Tampak dia merasa menghadapi tantangan yang sa­ngat berat. Namun, tam­pak juga dia siap me­mu­lainya.

              “Baik, Pak. Insya-Allah saya akan melaku­kan­nya.”

              .“Bagus! Mulailah dari yang ringan-ringan dulu. Ja­ngan lupa, lakukan de­ngan niat ibadah, ya! Pasti Allah Subhanahu wa Ta’aala membuat Anda se­nang me­lakukannya.”

              Komunikasi kami pada hari-hari berikutnya sangat intensif. Kejadian sekecil apa pun diceritakannya ke­pada saya. Diceritakannya bahwa komunikasi dengan urang tuanya mulai berjalan cu­kup baik. Orang tuanya mulai sadar bahwa yang dibu­tuhkan oleh anak­nya bukan hanya uang.

              Ada perubahan perilaku dan bicaranya yang cukup signifikan di kampus. Kuliah diikutinya cukup se­rius. Ti­dak ada lagi perasa­an ter­pak­sa. Tidak merasa terpaksa harus taat pada pe­raturan. Akhlaknya pun ber­ubah. Dia berusaha hijrah secara total!

              Ti­ba saatnya wisuda. Se­per­ti kisah di sinetron. Pe­ris­tiwanya terjadi sebelum dia dan kedua orang tuanya naik ke auditorium untuk mengikuti pro­sesi wisuda.

              “Pak!” teriaknya.

              Saya hafal betul suara­nya. Saya menoleh. Dia men­­­ggan­deng kedua orang tuanya.

              “Bapak dan Ibu saya mau ke­temu sama Bapak!”

              Saya menemui mereka. Ini pertemuan pertama saya dengan orang tuanya. Perke­nalan yang sangat hangat.

              “Terima kasih, Pak Udin. Terima kasih, Pak.” Kedua orang tuanya secara bergantian mengucapkannya. Mereka tampak se­nang se­kali.

              “Sama-sama, Pak. Bu.”

              “Anak saya cerita ba­nyak tentang Bapak.”

              Lalu, kami foto bersama.

              Alhamdulillahi rabbil’aalamiin

               

              Mohammad Fakhrudin, warga Muhammadiyah, tinggal di Magelang Kota

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              FTK IBM Bekasi Lakukan Giat Bazar Murah dan Santunan Panti Asuhan Aisha Jena Bekasi

              Next Post

              Semakin Inovatif, Paragon Raih Penghargaan Bergengsi di Penghujung 2022

              InfoLain

              BeritaMu

              Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

              19/04/2026
              BeritaMu

              Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

              19/04/2026
              BeritaMu

              Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

              19/04/2026
              Next Post
              Semakin Inovatif, Paragon Raih Penghargaan Bergengsi di Penghujung 2022

              Semakin Inovatif, Paragon Raih Penghargaan Bergengsi di Penghujung 2022

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025
                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                Berkemajuan, Wisuda SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Siswa Diterima Kuliah sebelum Lulus

                16/04/2023

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026

                Guru Besar Unmuh Jember Kembangkan Beton Bambu Berstandar Internasional untuk Konstruksi Berkelanjutan

                19/04/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (27,832)
                • Hukum Islam (1,415)
                • Kabar PTMA (3,522)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Dihadiri Ketum DPP FOKAL IMM Sumut Gelar Halalbihalal di UMSU

                19/04/2026

                Muhammadiyah Kembangkan Industri Kesehatan, Pabrik Infus Berteknologi Italia Segera Dibangun

                19/04/2026

                Menghadirkan Islam Secara Kaffah dalam Seluruh Dimensi Kehidupan

                19/04/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In