• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Rabu, Juni 10, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

    Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

    Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

    Rupiah Tertekan, Pakar FEB UMS Ungkap Peran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

    Kasus HIV di Semarang Capai 620: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya

    Gempuran Junk Food Makin Masif, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

      Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

      Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

      Rupiah Tertekan, Pakar FEB UMS Ungkap Peran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

      Kasus HIV di Semarang Capai 620: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya

      Gempuran Junk Food Makin Masif, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

          Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

          Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

          Rupiah Tertekan, Pakar FEB UMS Ungkap Peran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

          Kasus HIV di Semarang Capai 620: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya

          Gempuran Junk Food Makin Masif, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

            Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

            Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

            Rupiah Tertekan, Pakar FEB UMS Ungkap Peran Kebijakan Ekspor Satu Pintu

            Kasus HIV di Semarang Capai 620: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya

            Gempuran Junk Food Makin Masif, Nasyiatul Aisyiyah Batang Ajak Keluarga Kembali ke Pangan Lokal

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home Hukum Islam

              Tradisi Menutup Tahun di Kalangan Warga Muhammadiyah

              by
              07/12/2022
              in Hukum Islam
              0
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              TABLIGH.ID, YOGYAKARTA—Bagi sebagian Muslim, merayakan akhir tahun Masehi adalah sesuatu yang dihindari karena biasanya perayaan menutup tahun lebih banyak bersifat pesta dan hura-hura. Tapi bukan berarti kaum Muslim melewatkan momentum akhir tahun begitu saja. Sebagai alternatifnya, lahirlah tradisi menutup tahun yang khas di kalangan Muslim Indonesia. Salah satunya tampak di dalam Persyarikatan Muhammadiyah, setidaknya dalam setengah abad terakhir.

              Sejauh yang diketahui dari sumber yang ada, tradisi menutup tahun Masehi di kalangan Muhammadiyah bisa dilacak hingga ke dekade 1960an. Di era itu, Muhammadiyah tengah berusaha untuk memperkuat gerakannya sebagai gerakan kemajuan dengan sembari tetap seiring sejalan dengan semangat revolusioner yang digaungkan Presiden Soekarno. Di sisi lain, Muhammadiyah harus berhadapan dengan peta politik yang berubah drastis, mulai dari kebangkitan dan kejatuhan kaum komunis serta akhir dari rezim Orde Lama dan dimulainya pemerintahan Orde Baru di bawah Presiden Soeharto.

              WartaTerkait

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Sambutan Pimpinan Pusat Muhammadiyah pada Mu’tamar Muhammadiyah ke-36 di Bandung pada Juli 1965 menekankan bahwa “Muhammadijah mendjebol mental dan pikiran jang beku, membangun mental dan tjara berpikir jang dinamis dan madju. Mendjebol kemusjrikan dan tahajul, membangun tauhid jang murni. Mendjebol praktik keagamaan jang formil simbolis, membangun semangat mengamalkan adjaran agama mendjadi kenjataan jang bermanfaat pada kemadjuan.” Prinsip ini salah satunya tercermin dalam tradisi berkemajuan yang terbentuk di lingkungan Muhammadiyah dalam menutup tahun Masehi.

              Ada beberapa gagasan yang diutarakan dan tindakan yang diambil warga Muhammadiyah untuk menutup tahun yang akan segera berakhir. Pertama dan yang paling utama, akhir tahun merupakan saat yang tepat untuk merenungkan kembali perjalanan yang sudah ditempuh dan suka serta duka yang sudah dialami dalam setahun terakhir. Tujuannya ialah untuk mengukur sejauhmana progres berhasil dibuat dan apa saja kekurangan yang masih ada. Yang juga tak kalah penting adalah mempersiapkan diri untuk tahun selanjutnya yang selalu dibayangkan sebagai tahun penuh harapan.

              Pada Desember tahun 1968, contohnya, Muhammadiyah membuat refleksi mendalam tentang dinamika persyarikatan dalam konteks perubahan sosial-politik di Indonesia dalam setahun terakhir. Bagi Muhammadiyah, tahun 1968 adalah tahun yang berat, atau dalam istilah di zaman itu, Tahun Batas Kesabaran Rakyat, dan tahun terakhir dari Fase Stabilisasi Ekonomi. Itu adalah tahun yang sulit bagi masyarakat Indonesia pasca runtuhnya Orde Lama.

              Muhammadiyah menegaskan bahwa tahun itu juga tahun yang sukar bagi kaum Muslim Indonesia lantaran banyaknya kelemahan di internal Muslim Indonesia. Daftar kelemahan itu cukup panjang, antara lain dalam hal organisasi perjuangan, mobilisasi pengerahan tenaga untuk perjuangan serta lemahnya persatuan dan kesatuan di kalangan umat Islam. Maka, Muhammadiyah mengajak kaum Muslim agar di tahun yang akan datang (1969) kaum Muslim memberikan kontribusi lebih banyak lagi, baik untuk kemajuan umat Islam maupun Indonesia secara keseluruhan, mengingat tahun 1969 adalah tahun dimulainya program pembangunan yang dikenal sebagai Repelita. Refleksi-refleksi semacam ini masih dipertahankan Muhammadiyah di tahun-tahun selanjutnya.

              Refleksi akhir tahun Muhammadiyah tidak hanya bersifat internal, tapi juga berpandangan ke luar dengan mempertimbangkan kepentingan umat dan bangsa.

              Saat menutup tahun 1972, umpamanya, Muhammadiyah mengevaluasi tahun itu dengan memberi perhatian pada tiga problem besar di sepanjang tahun itu, yakni yang bersifat nasional, yang berkenaan dengan umat Islam, dan yang menyangkut Muhammadiyah sendiri.

              Muhammadiyah menyebut tahun 1972 itu tidak menggembirakan. Secara nasional, tahun itu ditandai oleh naiknya harga beras— baik karena kemarau panjang maupun buruknya penanganan urusan besar—sehingga tidak terjangkau oleh masyarakat umum. Berkaitan dengan umat Islam, tahun 1972 muncul gagasan tentang fusi partai Islam, namun realisasinya belum berjalan.

              Yang juga kurang menggembirakan bagi Muhammadiyah di tahun itu adalah surat dari Ketua Badan Pembina Korpri Pusat pada Ketua PP Muhammadiyah yang melarang keanggotaan rangkap di kedua organisasi tersebut. Menanggapi kesemua persoalan ini, Muhammadiyah di akhir Desember 1972 itu berharap agar segera dicarikan solusi terbaik untuk mengatasinya sehingga tahun 1973 yang akan datang akan menjadi tahun yang cerah baik bagi warga Muhammadiyah, umat Islam maupun masyarakat Indonesia.

              Di luar refleksi atas situasi yang dialami warga Muhammadiyah, umat Islam, dan masyarakat Indonesia, Muhammadiyah juga menutup tahun dengan berbagai tindakan yang sifatnya praktis. Tahun yang lama dijadikan sebagai pertanda berakhirnya sebuah konsep dan praktik lawas dan awal dari dimulainya suasana yang baru. Ini tampak dari bagaimana Majalah Suara Muhammadiyah menutup tahun 1965 dan menyambut tahun 1966 serta Hari Raya Idul Fitri 1385 H (jatuh pada tanggal 3 Februari 1966).

              Kala itu, Redaksi Suara Muhammadiyah menjadikan momentum akhir tahun 1965 untuk meninggalkan beberapa format yang sudah menjadi ciri khas majalah ini, antara lain hurufnya yang terlalu besar dan jumlah halamannya yang sedikit. Direncanakan di tahun 1966 hurufnya sudah lebih kecil dan jumlah halamannya lebih banyak demi apa yang oleh Redaksi Suara Muhammadiyah waktu itu disebut sebagai “langkah2 penjempurnaan jang kita kehendaki bersama.”

              Sementara itu, di penghujung tahun 1972, Suara Muhammadiyah menunjukkan kepuasannya karena dalam setahun terakhir berhasil meningkatkan kualitas penerbitannya.

              Di rubrik Jalan Pinggir, tokoh jenaka majalah ini, Bung Santri, mengutarakan empat hal positif yang berhasil dicapai Suara Muhammadiyah pada tahun itu dibanding tahun sebelumnya, yakni jumlah penerbitan yang lebih banyak, penerbitan yang lebih teratur, distribusi yang lebih cepat serta isinya yang lebih enak dibaca. Bung Santri berharap agar di tahun selanjutnya perkembangan Suara Muhammadiyah akan lebih baik lagi.

              Tradisi menutup tahun semacam ini masih bertahan hingga di dekade-dekade selanjutnya bahkan hingga kini. Bagi Muhammadiyah, akhir tahun adalah momentum untuk mengevaluasi sejauh mana target yang mereka canangkan di awal tahun telah tercapai. Di samping itu, momentum tersebut juga dipakai untuk membaca ulang perubahan sosial-politik penting yang memengaruhi Muhammadiyah dan bagaimana Muhammadiyah meresponnya.

              Keberhasilan yang dibuat diberi apresiasi. Kekurangan, kelemahan maupun kesempatan yang hilang di tahun yang hampir lewat direnungkan agar ada pelajaran yang bisa diambil sehingga suasananya bisa lebih baik di tahun yang akan datang. Muhammadiyah memang organisasi yang berpandangan ke depan, tapi ada pula masanya mereka memandang ke belakang. Tradisi menutup tahun di kalangan Muhammadiyah ini adalah salah satu cara Muhammadiyah untuk melihat kembali sejauhmana mereka sudah bergerak, yang kemudian dijadikan sebagai landasan untuk menentukan ke arah mana mereka akan bergerak di tahun berikutnya.

              Tulisan ini pernah dimuat di Majalah SM Edisi 23 Tahun 2017

              The post Tradisi Menutup Tahun di Kalangan Warga Muhammadiyah appeared first on tabligh.id.

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              RKUHP Disahkan

              Next Post

              Menjaga Prasangka Baik Kepada Allah Ketika Bencana Melanda

              InfoLain

              Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              26/04/2026
              Hukum Islam

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              19/04/2026
              Hukum Islam

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              19/04/2026
              Next Post
              Menjaga Prasangka Baik Kepada Allah Ketika Bencana Melanda

              Menjaga Prasangka Baik Kepada Allah Ketika Bencana Melanda

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

                10/06/2026

                Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

                10/06/2026

                Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

                10/06/2026

                Kasus HIV di Semarang Capai 620: Kenali Faktor Risiko dan Cara Pencegahannya

                10/06/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,375)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,786)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Sinergi UPZ Permata Bank Syariah dan Lazismu Salurkan Rp 3,37 Miliar untuk Kemandirian Ekonomi Penyandang Disabilitas

                10/06/2026

                Harga Pertamax Naik Jadi Rp. 16.250 perliter

                10/06/2026

                Adab Murid terhadap Guru: Kunci Keberkahan Ilmu dan Rahasia Sukses di Era Digital

                10/06/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In