SURAKARTA, Suara Muhammadiyah – Hanya bisa berkumpul sambil ngedumel di depan ruang Tanwir Auditorium Djazman Al Kindi UMS, puluhan awak media dari berbagai media mengaku kecewa. Mereka datang dari beberapa kota di sekitaran Surakarta, seperti dari Semarang dan Yogyakarta. Namun tidak satupun diperbolehkan masuk ke acara pembukaan Sidang Tanwir (18/11/2022), dan diarahkan untuk mengikuti acara lewat live streaming TVMu.
“Apa bedanya live streaming dengan kita liput langsung di lokasi? Kan sama saja untuk konsumsi plubik?” tanya salah satu awak media yang tak kunjung menemui kejelasan dari panitia.
“Memang apa sih yang ditutup-tutupi?” tanyanya kembali. Ia mengaku heran dengan pihak panitia yang mengundang wartawan, tetapi hanya menyuguhkan sebuah layar televisi. Syiar Muktamar dan Sidang Tanwir menjadi tertutup oleh protokoler.
Wartawan lain memprotes perihal protokoler yang berbelit dari panitia. “Ada si paling official,” katanya.
Di pagi sama, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto, sempat tidak bisa masuk ke lokasi, sebab mesin scan error. “Kamu tidak tahu saya,” kata Cak Nanto ke panitia penjaga pintu.
Sebagaimana pengalaman sebelumnya, pembukaan Tanwir biasanya bisa diliput oleh semua media. Awak media dapat mengikuti pidato iftitah Ketua Umum PP Muhammadiyah. Kali ini, media dilarang masuk, dilarang meliput langsung, tapi ditayangkan secara live streaming. “Kok lucu ya,” kata awak media lain.
(gsh/ribas/budi)
The post Awak Media: Jauh-jauh ke Solo Hanya Disuguhi Live Streaming appeared first on Suara Muhammadiyah.





