MUHAMMADIYAH.OR.ID, JAKARTA– Sambut Pimpinan Redaksi (Pimred) dan perwakilan media-media masa nasional di Kantor Pimpinan Pusat (PP) di Jakarta, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti ajak media untuk menyemarakkan agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah, sebab media ini menjadi pilar untuk mencerahkan dan mencerdaskan bangsa.
“Melalui ini semoga bisa membuat kita semakin akrab dalam rangka membangun literasi dan mencerdaskan bangsa sebagai bagian penting dalam pilar kehidupan demokrasi dan pilar keadaan dan peradaban bangsa,” ucapnya.
Guru Besar Pendidikan Islam ini menuturkan, bahwa dikumpulkannya pelaku media di acara Media Gathering, Senin (7/11) ini dalam rangka menyambut Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah di Surakarta 18-20 November nanti.
Mu’ti menjelaskan di Muktamar 48 ini dibahas empat materi. Materi ini, imbuhnya, telah dikirim ke peserta Muktamar 48 sejak tiga bulan sebelum muktamar. Namun pada kesempatan ini, Mu’ti hanya menyinggung materi isu-isu strategis tentang keutamaan, kebangsaan dan kemanusiaan universal.
Dirinya mengajak kepada seluruh media masa baik nasional maupun lokal untuk meramaikan agenda Muktamar ke-48 Muhammadiyah-‘Aisyiyah 18-20 November mendatang.
“Tentu saja kami juga terbuka untuk nanti mendapat masukan dari rekan-rekan pimpinan media, wartawan, isu-isu apa saja yang sekiranya perlu diangkat jadi kontribusi Muhammadiyah dalam kehidupan keumatan, kebangsaan dan kemanusiaan universal,” ucapnya.
Di hadapan awak media ini Mu’ti juga menyampaikan bahwa di Muhammadiyah itu dikelola berdasarkan sistem, bukan sinten atau perorangan.
“Oleh karena itu kondisi Muktamar yang oleh sebagian orang disebut, ini muktamar kok adem-adem saja. Dipancing-pancing juga tidak terpancing, namun ketika ditanya program semua semangat,” imbuhnya.
Turut hadir di acara ini, Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir secara online, Ketua PP Muhammadiyah Prof Muhadjir Effendy, Prof Anwar Abbas dan Ketua PP ‘Aisyiyah Prof. Masitoh Chusnan.
Sementara itu, Masitoh Chusnan menyampaikan bahwa, ‘Aisyiyah pada Muktamar ke-48 ini membahas isu yang memang menjadi concern di ‘Aisyiyah, yang tidak masuk dalam materi pembahasan Muhammadiyah, yaitu isu stunting.
“Dari ‘Aisyiyah kami juga mengangkat isu strategis, ada yang sama dan ada juga yang berbeda dengan yang diangkat oleh Muhammadiyah. Saya melihat yang tidak diangkat Muhammadiyah itu isu strategis tentang stunting,” ucapnya.
Menurutnya isu ini menjadi perjuangan semua pihak, lebih-lebih kaum perempuan. Masalah stunting ini menjadi fokus yang diangkat oleh ‘Aisyiyah selain Risalah Perempuan Berkemajuan. Konsep dari risalah tersebut tidak jauh berbeda dengan yang dimiliki Muhammadiyah, namun hanya lebih pada masalah-masalah perempuan.
The post Gelar Temu Pimpinan Redaksi, PP Muhammadiyah Ajak Semarakkan Syiar Muktamar 48 appeared first on Muhammadiyah.



