• Tentang
  • Sumber
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Kamis, Mei 28, 2026
  • Login
  • Home
  • BeritaMu

    Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

    Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

    Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

    Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

    Post Title

    Post Title

    LEGACY 2026 Jadi Simbol Penguatan Pendidikan Generasi Masa Depan

    Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

    Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

    Trending Tags

    • Kabar PTMA

      Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

      Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

      Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

      Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

      Post Title

      Post Title

      LEGACY 2026 Jadi Simbol Penguatan Pendidikan Generasi Masa Depan

      Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

      Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

      Trending Tags

      • Hukum Islam

        Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

        Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

        Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

        Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

        Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

        Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

      • SekolahMu
        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

        Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

        Trending Tags

        • Majelis Virtual
        No Result
        View All Result
        Virtumu - Muhammadiyah All Channel
        Advertisement
        • Home
        • BeritaMu

          Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

          Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

          Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

          Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

          Post Title

          Post Title

          LEGACY 2026 Jadi Simbol Penguatan Pendidikan Generasi Masa Depan

          Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

          Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

          Trending Tags

          • Kabar PTMA

            Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

            Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

            Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

            Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

            Post Title

            Post Title

            LEGACY 2026 Jadi Simbol Penguatan Pendidikan Generasi Masa Depan

            Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

            Muhammadiyah Kota Medan Berkurban : 764 Sapi dan 271 Kambing

            Trending Tags

            • Hukum Islam

              Mengalihkan Penyembelihan Dam ke Tanah Air, Bagaimana Hukumnya?

              Qiyamul Lail 4 Rakaat, Apakah Pakai Tahiyat Awal?

              Shalat Sunnah Rawatib Apa Saja?

              Shalat Dhuha Secara Berjamaah, Apakah Dituntunkan?

              Lafal Takbir Hari Raya Sesuai Tuntunan Rasulullah SAW

              Khutbah Idul Fitri dan Idul Adha 1 Kali atau 2 Kali, dan Haruskah Diawali Takbir?

            • SekolahMu
              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              SD Mugeb Menggelar Tasmik Tahfidh Excellent

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Siswa SMK Muhlibat Mengikuti Sosialisasi Bahaya HIV/AIDS

              Di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Kemenko PMK Luncurkan Gerakan Tanam 10 Juta Pohon

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Kepala Sekolah Muhammadiyah Ikutilah Kaidah Persyarikatan, Jangan sak Karepe Dewe

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Sekolah Muhammadiyah Sosialisasikan Muktamar 48 Ke Para Siswa

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Serunya Lomba Tarik Tambang di Sekolah Ini

              Trending Tags

              • Majelis Virtual
              No Result
              View All Result
              Virtumu - Muhammadiyah All Channel
              No Result
              View All Result
              Home BeritaMu

              Muhammadiyah Pengendali Mizan Sosial

              by
              26/10/2022
              in BeritaMu
              0
              Muhammadiyah Pengendali Mizan Sosial
              744
              VIEWS
              Share di FacebookShare di TwitterShare di WA

              muhammadiyah.or.id –

              Muhammadiyah Pengendali Mizan Sosial

              WartaTerkait

              Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

              Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

              Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

              Post Title

              Oleh: Emha Ainun Nadjib

              Transformasi kebudayaan atau (sebut saja) proses “hijrah” nilai-nilai dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, bukanlah tema yang disadari, diniati dan didisain atau diijtihadi secara sungguh-sungguh oleh mereka yang dibayar untuk bertanggung jawab terhadapnya, yakni Pemerintah. Sebab orang-orang di dalamnya memiliki konsentrasi yang lebih lokal, parsial dan subyektif, terutama untuk keperluan pribadi, keluarga dan kelompoknya masing-masing — jauh dari gagasan yang orisinal mengenai eksistensi Negara dan keharusan institusi yang disebut pemerintah.

              Tetapi Indonesia hidup terutama karena ketangguhan rakyatnya dan kreativitas lembaga-lembaga sosial yang hidup sangat kreatif di dalamnya. Lembaga yang saya maksud adalah satuan-satuan enerji aktivisme hidup, dari wilayah ekonomi sampai kebudayaan, spiritual dan apapun saja. Muhammadiyah adalah salah satu institusi sejarah yang besar yang bersama semua individu rakyat dan lembaga-lembaga sosialnya menjadi tulang punggung dan poros baja kendaraan eksistensi Indonesia. Boleh dikatakan rakyat Indonesia dan Muhammadiyah bisa hidup tanpa ada Negara Republik Indonesia, sementara NKRI tak punya kemungkinan untuk ada dan kekuatan untuk hidup jika tak ada rakyat Indonesia, Muhammadiyah dan sesama “swasta” lainnya.

              Hanya saja, posisi itu kurang benar-benar disadari oleh Muhammadiyah dan oleh rakyat Indonesia pada umumnya. Sehingga di dalam majlis-majlis kepemimpinan Muhammadiyah kurang tampak inisiatif-inisiatif untuk lebih matang mendisain peran-peran nasionalnya. Sebagaimana konteks yang lebih eksternal: “Indonesia bisa hidup tanpa yang non-Indonesia. Dunia butuh Indonesia, bukan Indonesia yang butuh dunia”.

              Dengan demikian, dalam ijtihad pemikiran dan tajdid sikap yang lahir dari Muhammadiyah boleh saja muncul, misalnya, sejumlah pertanyaan: “Kenapa kok tiba-tiba kita bikin Negara Indonesia? Itu dulu karena Bapak-Bapak kita memang berniat bikin Negara, ataukah merespon momentum kemerdekaan untuk secepat mungkin diproklamasikan sesudah Nagasaki Hiroshima dibom Amerika, sementara sebenarnya belum ada perdebatan atau rembug yang matang apakah bentuk Negara adalah satu-satunya alternatif? Mungkin ada yang berpikir meneruskan Kerajaan dan memperbaiki sejumlah prinsipnya?

              Atau tak usah Negara tak usah Kerajaan, “small is beautifull” saja, satuan kecil-kecil masyarakat di sana sini yang punya MOU untuk saling melindungi di tengah masing-masing bikin ‘Baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur”? Atau kita teliti lebih seksama dulu Rasulullah SAW itu hidup dalam system dan formula Negara atau Komunitas Sipil saja? Atau dekat-dekat sajalah, pilih transformasi budaya seperti Brunei, Malaysia, Thailand, Inggris, Spanyol, Jerman dll, bukan seperti sekarang ini: Kita sibuk membuang masa silam dan tidak pernah berhasil meraih masa depan…”

              Di tengah situasi seperti itu kita juga melihat gejala yang cukup serius. Kita saksikan bhwa interval antara radikalisme dengan liberalisme, atau idiomatik sosial dan stigma kebudayaan apapun, sesungguhnya terjadi pada semua satuan sosial. Ummat Islam, Ummat Kristiani dan agama-agama lain, atau semua satuan yang tidak berkonteks Agama, sesungguhnya memang sedang asyik-asyiknya berpolarisasi, bahkan multipolar di sejumlah hal.

              Dari yang paling berpikir sempit dan dangkal hingga yang berpikir terlalu luas tanpa batas. Dari yang ultra-konservatif hingga yang berpikir manusia adalah segala-galanya sehingga boleh berbuat apa saja. Polarisasi itu tampak formal pada sejumlah gejala kasat mata dan simbolik, tapi juga berlangsung secara Kristal di berbagai wilayah, sehingga banyak kumpulan-kumpulan manusia yang merasa satu hati satu pikiran tapi sesungguhnya mereka diam-diam terbelah di antara dua kutub ekstrem.

              Muhammadiyah berada pada posisi yang ideal untuk menjadi poros penyeimbang dari seluruh kecenderungan itu. Muhammadiyah berada pada titik koordinat sejarah yang sangat strategis untuk memegang kendali “mizan” sosial. Muhammadiyah bisa aktif memoderasi berbagai kecenderungan, bisa mengakomodasi situasi antara yang sempit dengan yang terlalu luas, antara yang padat dengan yang bukan hanya cair tapi uap, antara yang sangat langit dengan yang terlalu menancap ke bumi, atau antara apapun saja yang dewasa ini saling berada pada tegangan-tegangan sejarah yang kalau tidak dimaintain bisa akan menimbulkan bukan hanya letusan-letusan kecil seperti selama ini sering terjadi, tapi juga ledakan-ledakan besar.

              Dalam hal ini ada baiknya Muhammadiyah “jangan terlalu tenang” dan menyangka semua akan “baik-baik saja” di Negeri ini. Majlis Ilmu Muhammadiyah diperlukan oleh masyarakat Indonesia untuk secara simultan menyebar panduan-panduan langkah dalam menjalani sejarah. Termasuk dalam memahai kepemimpinan dalam Muhammadiyah sendiri.

              Saya juga yakin Muhammadiyah lebih dari “sekedar” Gerakan Kebudayaan, ia adalah Gerakan Sosial. Kebudayaan itu “output”. Ia munculan-munculan perilaku pada kehidupan masyarakat. Ia selalu berubah dan berkembang. Dari perspektif lain bisa kita temukan kebudayaan itu sangat relatif dan inkonsisten. Sedangkan Muhammadiyah didirikan dengan akar “kepastian-kepastian” nilai tertentu dan eksistensinya berbanding lurus dengan konsistensi Muhammadiyah terhadap kepastian-kepastian itu. Kalau Muhammadiyah melanggar “TBC”, maka batal dengan sendirinya keMuhammadiyahannya, bahkan “najis” bagi prinsip dan ideologi Muhammadiyah itu sendiri, meskipun secara organisasional Muhammadiyah “berhak” mengandung kekurang-waspadaan terhadap kemungkinan itu terjadi di salah satu bagian dari tubuhnya yang besar dan luas.

              Maka besar cita-cita dan keyakinan saya bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Sosial dengan peran yang jauh lebih mendasar, luas dan dalam, di dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa di Negeri ini. Secara sosiologis, tidak masuk akal kalau tidak ada suatu era di mana Republik ini dipimpin oleh seseorang yang kelahiran dan pendidikan sejarahnya dari kawah Muhammadiyah. Indonesia tidak “berkewajiban” untuk terus menerus dipimpin oleh tokoh yang asal usul sosiologisnya “liar” dan tak menentu sebagaimana organisasi besar seperti Muhammadiyah yang sanggup menyediakan proses pengkaderan kepemimpinan yang lebih tertata dasar nilai-nilainya, terkelola pelatihan sosialnya serta terkontrol tradisi budayanya. Suatu saat Muhammadiyah harus tampil di Indonesia untuk mengakhiri kebiasaan hadirnya pemimpin yang “antah berantah” seperti selama ini.

              Sebab Muhammadiyah adalah Gerakan Sosial. Ia bukan identifikasi output-output dalam sejarah. Ia juga bahkan sangat mengutamakan input-input. Gerakan Kebudayaan adalah dinamika kreativitas manusia, personal maupun kolektif. Sedangkan Gerakan Sosial lebih luas dari itu karena ia juga mengakomodasi bahkan mendasari langkahnya dengan input-input dari “kreativitas Tuhan”. Gerakan Sosial Muhammadiyah bahkan berpijak pada antara lain pemaknaan Surah “Al-Ma’un”, berangkat dari pemaknaan, penghikmahan dan pengarifan terhadap firman-firman Allah dan sunnah Rasulullah. Gerakan Kebudayaan itu “mengarang” sendiri, sedangkan Gerakan Sosial membuka ruang untuk justru memperkaya sejarahnya dengan “karya” Allah. Gerakan Kebudayaan mungkin bersentuhan dengan output fiqh Agama, tapi Gerakan Sosial Muhammadiyah sejak awal “berakad nikah” dengan Aqidah, Tauhid, Ilmu, Teologi dan Teosofi, bahkan sampai detail pada Ushulul Fiqh dan keluaran Fiqh.

              Gerakan Kebudayaan berporos dan bangga pada kemerdekaan manusia, egalitarianisme perilaku dan demokrasi sistem. Muhammadiyah tahu bahwa manusia tidak akan pernah sanggup mengandalkan hanya dirinya sendiri, maka ia bernama Muhammadiyah. Muhammadiyah saya artikan sebagai kebersamaan orang-orang yang mencitacitakan dirinya berwatak Muhammad (Rasulullah SAW), berkepribadian Muhammad, berakhlaq Muhammad, dengan kecerdasan dan komprehensi strategi kepemimpinan Muhammad, berakal bermental berjiwa berhati Muhammad.

              Manusia teragung selama ada kehidupan dunia ini berdiri, berlaku dan berperilaku merangkum seluruh fungsi kekhalifahan. Ia berperan kultural, ia memimpin pengelolaan politik tanpa jabatan, ia pendekar kanuragan dan khusyu rohaniah, ia profesional dalam periekonomi sampai digelari “Al-Amin”, trusted. Seluruh pekerjaan yang di masa modern dibagi-bagi melalui prinsip “division of labour”, pembidangan, fakultas-fakultas, departemen-departemen, hampir seluruhnya dilakukan oleh Muhammad di dalam kelengkapan “Insan Kamil” beliau. Secara keduniaan Rasulullah tidak kurang suatu apa ada membuktikan berbagai supremasi fungsi, tapi beliau bersujud tiap malam dan mengucurkan airmata kepada Allah.

              Jangankan kita, Muhammad SAW yang kekasih Allah, yang dijamin sorganya, yang difasilitasi olehNya melebihi siapapun lainnya: merasa tidak cukup dengan dirinya sendiri jika harus membereskan dunia. Muhammad memberi teladan sangat kongkret kepada ummat manusia bahwa kita sangat tergantung kepada Allah, sehingga memerlukan tema yang namanya patuh atau taat.

              Maka kalau Muhammadiyah itu gerakan, ia bergerak tidak semata-mata karena dirinya berkehendak untuk bergerak. KHA Dahlan pasti memiliki kesadaran yang tersimpan di lubuk akal dan hatinya bahwa untuk apa diri kita ini bergerak kalau gerakan kita itu bukan kehendak Allah agar kita bergerak. Kalau Muhammadiyah bergerak, tentu karena bersyukur atas bimbingan Allah yang menganugerahkan metodologi sosial, umpamanya “Amanu wa Hajaru wa Jahadu”.

              Sumber: Majalah SM No 14 Tahun 2010

              –Read Moremuhammadiyah.or.id

              Share98Tweet62Send
              Previous Post

              Diundang ke Korea, Urifah Bawa SD ‘Aisyiyah ke Kancah  Internasional 

              Next Post

              Agus Taufiqurrahman Sampaikan Kunci Menjadi Mahasiswa yang Sukses

              InfoLain

              BeritaMu

              Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

              28/05/2026
              Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing
              BeritaMu

              Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

              28/05/2026
              BeritaMu

              Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

              28/05/2026
              Next Post
              Agus Taufiqurrahman Sampaikan Kunci Menjadi Mahasiswa yang Sukses

              Agus Taufiqurrahman Sampaikan Kunci Menjadi Mahasiswa yang Sukses

              Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

              Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

              Stay Connected

                • Trending
                • Comments
                • Latest

                Kaprodi MPI SPs UMJ Hadiri Muktamar Hidayatul Qur’an di Makkah

                05/09/2024

                Kepemimpinan IMM: Dari Nilai Hingga Transformasi Gerakan

                03/10/2025

                MPI PWM Jateng Gelar Pesantren Digital Ramadan, Siapkan Jurnalis Muda Andal!

                18/03/2025

                Gebrakan Baru! Nasyiatul Aisyiyah Luncurkan 10 Program Unggulan di Tanwir II

                05/09/2025

                Perkuat Internasionalisasi Muhammadiyah, PCIM Arab Saudi Kuatkan Kelembagaan

                0

                Cerita Perkembangan dan Corak Beragam Islam di Amerika

                0

                Ngaji on the Street Makin Asyik saat Belajar Qiroah

                0

                Kompak, Walikota Melton dan Orang tua Siswa Takjub dengan Muhammadiyah Australia College

                0

                Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

                28/05/2026
                Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

                Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

                28/05/2026

                Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

                28/05/2026
                Post Title

                Post Title

                28/05/2026
                Virtumu – Muhammadiyah All Channel

                Virtumu adalah kumpulan ragam informasi muhammadiyah dari berbagai kanal internet, dengan harapan akan menjadi wahana warta terpadu.

                Follow Us

                Kategori Info

                • BeritaMu (28,245)
                • Hukum Islam (1,416)
                • Kabar PTMA (3,748)
                • KesehatanMu (70)
                • Majelis Virtual (6)
                • Muktamar48 (7)
                • ortomMu (15)
                • sekolahMu (10)
                • Uncategorized (7,428)

                Info terbaru

                Muhammadiyah Sibolga Potong 27 Ekor Sapi

                28/05/2026
                Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

                Muhammadiyah Pematangsiantar Berkurban, 45 Sapi dan 24 Kambing

                28/05/2026

                Mojtaba Khamenei Ajak Negara Muslim Membangun Tatanan Baru Tanpa AS

                28/05/2026
                • Tentang
                • Sumber
                • Advertise
                • Privacy & Policy
                • Contact

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                No Result
                View All Result

                © 2025 VM - Virtual Muhammadiyah by Virtumu1912.

                Welcome Back!

                Sign In with Facebook
                Sign In with Google
                OR

                Login to your account below

                Forgotten Password?

                Retrieve your password

                Please enter your username or email address to reset your password.

                Log In