PWMJATENG.COM, SURAKARTA — Pakar manajemen dari UMS membeberkan kunci sukses memenangkan persaingan bisnis digital dalam forum internasional di Thailand. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof Kussudyarsana Ph D menegaskan bahwa peta persaingan marketplace ASEAN kini tidak hanya bergantung pada perang harga semata.
Dalam agenda Visiting Scholar Program di Shinawatra University pada Selasa (27/10/2026), ia menyajikan materi bertajuk Industrial Competitiveness and Innovation Management. Di hadapan civitas akademika Thailand, ia menekankan pentingnya membangun kepercayaan konsumen serta integrasi layanan untuk mengokohkan marketplace ASEAN.
Lima Aspek Penguat Daya Saing Marketplace ASEAN
Pakar UMS tersebut memetakan lima elemen vital yang menentukan daya saing platform digital di pasar regional. Kelima aspek tersebut meliputi keragaman produk, keandalan pengiriman, integrasi pembayaran, persepsi keamanan, dan kemudahan akses aplikasi. Kelengkapan aspek ini menjadi syarat utama bagi pengembang marketplace ASEAN.
“Kelima aspek tersebut saling berkaitan dalam membangun pengalaman dan kepercayaan konsumen. Keragaman produk memungkinkan konsumen memenuhi berbagai kebutuhan melalui satu platform,” ujar Prof Kussudyarsana, Selasa (3/11/2026).
Selain lima aspek dasar tersebut, ia menyoroti peran penting efek jejaring (network effects) dalam ekosistem digital. Pertumbuhan jumlah pengguna secara langsung menarik minat penjual untuk bergabung. Interaksi timbal balik ini menciptakan ekosistem bisnis yang solid untuk memenangkan persaingan marketplace ASEAN.
Dampak Ekonomi dan Peluang UMKM Go Digital
Pesatnya perkembangan pasar digital memberikan dampak besar bagi perekonomian domestik maupun kawasan regional. Akademisi UMS itu menilai keterlibatan pelaku UMKM dalam ekosistem digital menjadi peluang emas untuk meningkatkan kinerja keuangan. Transformasi ini menjadi momentum penting untuk mempercepat program UMKM go digital di Indonesia.
“Pembahasan tidak hanya berfokus pada strategi perusahaan, tetapi juga dampak pertumbuhan marketplace terhadap perekonomian domestik dan regional,” jelasnya saat memaparkan dampak ekonomi digital.
Pemerintah bersama pemangku kepentingan perlu menjamin iklim persaingan usaha yang sehat dan adil. Perlindungan data pribadi konsumen serta dukungan ekspor bagi produk lokal menjadi kunci utama pembentukan ekosistem marketplace ASEAN.
Strategi Produk Lokal Menuju Pasar Regional
Pelaku usaha lokal didorong untuk menciptakan keunggulan kompetitif melalui penemuan inovasi dan diferensiasi produk. Penguatan merek lokal serta hubungan erat dengan pelanggan akan memajukan posisi bisnis di marketplace ASEAN.
Visiting Scholar Program ini terlaksana berkat kerja sama SICS-Shinawatra University dengan APPSMM Indonesia. Partisipasi UMS dalam jejaring internasional ini mempertegas komitmen perguruan tinggi Indonesia dalam mendukung perkembangan marketplace ASEAN.
Kontributor: Fika
Editor: Akmal
The post Dosen UMS Paparkan Strategi Penguat Marketplace ASEAN pada Visiting Scholar di Thailand appeared first on Muhammadiyah Jateng.



