PWMJATENG.COM, BEKASI — Lembaga Seni Budaya dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (LSBO PDM) Kota Bekasi membedah manfaat sujud untuk kesehatan otak dan jiwa melalui program Podcast Pekanan. Diskusi interaktif ini menghadirkan pendiri Klub Otak Bugar (KOBAR), Ir H Zen Zainul HP CWC CHt, yang mengupas rahasia medis di balik gerakan salat umat Islam.
Zen Zainul menjelaskan bahwa gerakan sujud menjadi bentuk terapi anatomis alami yang sangat efektif bagi tubuh manusia. Posisi kepala yang berada lebih rendah dari jantung saat sujud membantu menyalurkan pasokan darah kaya oksigen secara maksimal menuju sel-sel otak.
“Aktivitas harian membuat posisi kepala selalu berada di atas jantung. Padahal, otak memerlukan asupan nutrisi dan oksigen yang melimpah saat seseorang berpikir keras,” ujar Zen Zainul dalam tayangan tersebut.
Aliran Darah Gravitasi dan Pemulihan Fisik
Posisi kepala di bawah jantung memanfaatkan gaya gravitasi untuk melancarkan sirkulasi darah ke area kepala secara langsung. Mekanisme alami ini memberikan dampak positif dalam meredakan migrain, pusing, hingga gangguan tidur seperti insomnia.
Selain memperlancar sirkulasi darah ke kepala, gerakan sujud mengaktifkan kontraksi otot di area bahu, dada, leher, punggung, serta perut. Aktivitas fisik ringan dari gerakan ini turut merangsang kelancaran organ pencernaan sekaligus menjaga sistem kekebalan tubuh melalui aliran cairan getah bening.
Berbagai efek fisik tersebut membuktikan bahwa manfaat sujud untuk kesehatan tubuh bekerja secara menyeluruh dan berkesinambungan.
Merawat Kesehatan Mental dan Kejernihan Pikiran
Gerakan sujud yang khusyuk juga berperan aktif dalam merawat kesehatan otak dan jiwa. Sikap kepasrahan saat bersujud efektif menenangkan sistem saraf parasimpatis sekaligus menurunkan kadar hormon stres atau kortisol dalam tubuh.
Penurunan hormon stres tersebut membantu menstabilkan gelombang otak secara bertahap. Efek relaksasi ini mampu memperjernih pikiran, meningkatkan konsentrasi, serta meredakan beban overthinking akibat tekanan pekerjaan harian.
LSBO PDM Kota Bekasi menegaskan bahwa gerakan salat untuk kesehatan ini telah menjadi bagian rutin dari kehidupan seorang Muslim. Lewat ibadah salat fardu lima waktu, seorang Muslim secara otomatis melakukan minimal 34 kali sujud setiap hari untuk mendapatkan manfaat sujud bagi otak dan kebugaran tubuh.
Rangkaian ibadah rutin ini menjadi sarana terapi medis alami salat yang sangat murah dan mudah. Dengan menjalankan salat secara rutin dan khusyuk, umat Islam memperoleh ruang perawatan kesehatan gratis yang ampuh menenangkan pikiran sekaligus menguatkan fisik setiap hari.
Kontributor: Zenza
Editor: Akmal
The post Bukan Sekadar Ibadah, LSBO PDM Kota Bekasi Bedah Manfaat Sujud untuk Kesehatan Otak dan Jiwa Secara Medis appeared first on Muhammadiyah Jateng.



