ISTIQOMAH DALAM BERIBADAH KEPADA ALLAH
Oleh : Pratama Muhammad Panjaitan, S.Pd., M.Pd. – Pimpinan Cabang Muhammadiyah Medan Marelan
Khutbah Pertama :
إِنَّ الْحَمْدَ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَسْتَهْدِيْهِ وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ
يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ
فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ¸ أُوْصِيْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ¸ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
وَقَالَ تَعَالَى ; يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ
Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia
Ada satu kewajiban bagi Manusia yang tidak pernah lekang dari dirinya sebagai bentuk penghambaan kepada Allah adalah Beribadah, dan ini juga menjadi salah satu sebab mengapa allah menciptakan Manusia , sebagaimana firman allah dalam QS. Az-Zariyat [51] Ayat 56
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ ٥٦
Artinya : Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.
Namun, Salah satu tantangan yang sering dihadapi manusia dalam beribadah adalah inkonsistensi atau ketidakkonsistenan. Pada awalnya, seseorang mungkin memiliki semangat yang tinggi dalam menjalankan ibadah. Ia rajin melaksanakan salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan melakukan berbagai amal kebaikan. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat tersebut terkadang menurun sehingga ibadah mulai dilakukan tidak teratur atau bahkan ditinggalkan.
Inkonsistensi dalam beribadah dapat terjadi karena berbagai faktor. Kesibukan dalam kehidupan sehari-hari, rasa malas, kurangnya motivasi, pengaruh lingkungan, serta terlalu sibuk mengejar urusan dunia dapat membuat seseorang mengabaikan kewajibannya kepada Allah Swt. Selain itu, seseorang terkadang hanya bersemangat beribadah ketika sedang menghadapi masalah atau ketika berada dalam suasana tertentu. Ketika keadaan sudah membaik, semangat tersebut dapat kembali berkurang.
Padahal, dalam Islam, ibadah membutuhkan keistiqamahan, yaitu keteguhan untuk terus menjalankan ketaatan kepada Allah meskipun menghadapi berbagai kesulitan. Konsistensi tidak selalu berarti melakukan ibadah dalam jumlah yang banyak, tetapi mampu mempertahankan amalan secara terus-menerus. Amalan yang sederhana tetapi dilakukan secara rutin lebih baik daripada amalan yang banyak namun hanya dilakukan sesekali.
Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia
Untuk semakin menguatkan keyakinan tentang pentingnya Konsisten / Istiqomah dalam beribadah kepada Allah, dalam perspektif Alquran dan Hadits Nabi Muhammad ada 4 Alasan mengapa kita harus konsisten / istiqomah dalam beribadah kepada Allah.
- Karena Istiqomah dalam Beribadah Hukumnya Wajib
Allah Berfirman dalam Al- Quran Surah Hud [11] ayat 112 :
فَاسْتَقِمْ كَمَآ اُمِرْتَ وَمَنْ تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْا ۗ اِنَّهٗ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ
Artinya : Maka, tetaplah (di jalan yang benar), sebagaimana engkau (Nabi Muhammad) telah diperintahkan. Begitu pula orang yang bertobat bersamamu. Janganlah kamu melampaui batas! Sesungguhnya Dia Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
Pada kalimat فَاسْتَقِمْ yang artinya tetaplah/Istiqomahlah, menunjukkan tanda kalimat perintah atau (Fi’il Amar) yang mana di dalam Ushul Fiqh ada Qoidah yang berbunyi :
اَلْأَصْلُ فِي الْأَمْرِ لِلْوُجُوْبِ
Artinya : “Hukum asal dari perintah adalah wajib”
Maknanya, pada Setiap perintah (amr) dari Allah SWT di dalam Al-Qur’an pada dasarnya menunjukkan hukum wajib untuk dikerjakan.
- Karena Allah Akan Mengutus Para Malaikat Untuk Menjaga dan Menguatkan Hati
Orang Yang Istiqomah
Allah Berfirman dalam QS. Fushshilat Ayat 30 :
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ ٣٠
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap (dalam pendiriannya), akan turun malaikat-malaikat kepada mereka (seraya berkata), “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”
Kalimat تَتَنَزَّلُ عَلَيْهِمُ الْمَلٰۤىِٕكَةُ : Allah kan turunkan malaikat-malaikat kepada mereka (Yaitu orang orang yang istiqomah) Membuktikan bahwa malaikat akan senantiasa mendampingi orang yang istiqomah seraya mengatakan: اَلَّا تَخَافُوْا وَلَا تَحْزَنُوْا وَاَبْشِرُوْا بِالْجَنَّةِ الَّتِيْ كُنْتُمْ تُوْعَدُوْنَ “Janganlah kamu takut dan bersedih hati serta bergembiralah dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan kepadamu.”.
Hal ini terjadi pada orang-orang mukmin yang istiqomah dalam menjaga aqidah nya seperti Asiah istri Fir’aun yang konsisten menjaga keyakinannya walau harus berhadapan dengan siksaan bahkan mempertaruhkan nyawa , Asiah hanya bersandar kepada Allah, sebagaimana doa nya yang di abadikan oleh Allah dalam Alquran Surah At-Tahrim [66] Ayat 11
وَضَرَبَ اللّٰهُ مَثَلًا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا امْرَاَتَ فِرْعَوْنَ ۘ اِذْ قَالَتْ رَبِّ ابْنِ لِيْ عِنْدَكَ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ وَنَجِّنِيْ مِنْ فِرْعَوْنَ وَعَمَلِهٖ وَنَجِّنِيْ مِنَ الْقَوْمِ الظّٰلِمِيْنَ ۙ ١١
Artinya : Dan Allah juga membuat perumpamaan bagi orang-orang yang beriman, yaitu Istri Fir‘aun, ketika dia berkata, “Ya Tuhanku, bangunkanlah untukku di sisi-Mu sebuah rumah dalam surga, selamatkanlah aku dari Fir‘aun dan perbuatannya, serta selamatkanlah aku dari kaum yang zalim.”
Dan kisah kisah Mukmin yang istiqomah lainnya seperti Mush’ab Bin Umair bin Hasyim yang rela meninggalkan segala fasilitas kemewahan hidup dari ibunya Khunas binti Malik Seorang bangsawan yang terpandang dikalangan Quraisy dan Mush’ab tetap konsisten menjaga aqidahnya, sehinngga allah balas untuk Mush’ab kematian yang dinantikan seluruh mukmin yaitu syahid, beliau syahid pada peperangan Uhud. Contoh lain juga ada pada Sosok Bilal Bin Rabbah Seorang budak yang telah menerima kebenaran islam dam memeluk agama islam kemudian istiqomah dijalan itu , maka tantangan yang dia hadapi adalah ancaman dari tuannya yang bernama Umayyah bin Khalaf salah seorang pemuka kafir Quraisy yang sangat membenci ajaran yang dibawa oleh nabi Muhammad , siksaan demi siksaan dia rasakan demi mempertahankan aqidahnya sampai ketika Abu Bakar Shiddiq membebaskan Bilal bin Rabbah dari seorang Budak dan puncakknya Allah berikan kesanggupan bagi Bilal bin Rabbah untuk Membunuh Umayyah Bin Khalaf pada peperangan Badar.
Dan masih banyak sekali kisah kisah mukmin yang istiqomah dalam aqidah dan beribadah kepada allah yang dapat kita ambil pelajaran dan menguatkan semngat kita untuk teteap istiqomah beribadah kepada allah.
- Karena Istiqomah Adalah Amalan yang paling dicintai Allah
Diantara amal sholih yang dilakukan manusia adalah amal yang yang dikerjakan secara kontiniu atau berkelanjutan, karena allah melihat konsistensi hambanya dalam beribadah kepada allah serta melihat kesungguh sungguhan hamba dalam melaksanakan ibadah tersebut.
Hal ini disebutkan Rasulullah dalam Sabdanya:
أَحَبُّ الأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ
Artinya : ”Amal (Kebaikan) yang paling dicintai oleh Allah Subhanahu wata’ala adalah Amalan yang berkelanjutan/Kontiniu walaupun sedikit (HR. Bukhori & Muslim)
4. Karena Orang yang Istiqomah dalam beribadah adalah Para Penghuni Syurga
Allah Berfirman dalam Al-Quran Surah Al-Ahqaf Ayat 13-14
اِنَّ الَّذِيْنَ قَالُوْا رَبُّنَا اللّٰهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوْا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ ۚ ١
Artinya : Sesungguhnya orang-orang yang berkata, “Tuhan kami adalah Allah,” kemudian tetap istikamah, tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak (pula) bersedih.
اُولٰۤىِٕكَ اَصْحٰبُ الْجَنَّةِ خٰلِدِيْنَ فِيْهَا ۚ جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ١
Artinya : Mereka itulah para penghuni surga (dan) kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan.
Dari ayat diatas menjelaskan bahwa orang orang yang istiqomah dalam beribadah kepada allah maka allah akan masukkan mereka ke dalam Syurga dan mereka kekal di dalam syurga itu. Salah satu orientasi kita dalam beribadah adalah untuk mendapatkan Ridho dari Allah agar kita dimasukkan kedalam syurganya Allah.
Hadirin Jamaah Jum’at yang berbahagia
Istiqomah dalam beribadah kepada Allah adalah hal yang sangat penting bagi setiap Muslim. Istiqomah berarti tetap teguh dan konsisten dalam menjalankan perintah Allah serta menjauhi larangan-Nya, meskipun menghadapi berbagai ujian dan kesulitan. Istiqomah menjadi kewajiban, mendapatkan pertolongan dan bimbingan dari Allah melalui para malaikat, serta termasuk amalan yang dicintai oleh Allah. Selain itu, Allah menjanjikan surga bagi orang-orang yang istiqomah dalam keimanan dan ketaatannya.
Oleh karena itu, kita hendaknya selalu berusaha menjaga ibadah dengan konsisten, memperbaiki diri, dan tidak mudah menyerah dalam menjalankan ketaatan kepada Allah, agar memperoleh ridha, pertolongan, dan balasan terbaik dari-Nya di akhirat.
فَاعْتَبِرُوا يَا أُولِي الْأَبْصَار
Khutbah Kedua :
الحمدُ للهِ، نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا
مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، أُوصِيْكُمْ وَإِيَّايَ نَفْسِيَ الْخَاطِئَةَ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلَامَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَالْمُشْرِكِينَ، وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّينِ
اللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِينَ فِي كُلِّ مَكَانٍ، وَخُصُوصًا فِي فِلَسْطِينَ وَغَيْرِهَا
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
وَ الْـحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ
تَذَكَّرُونَ
فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ، وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُون



