142 Mahasiswa Ikuti KKNI, 6 Mahasiswa FAI UMSU Bagikan Cerita dari 4 Negara
INFOMU.CO, MEDAN – Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) terus memperkuat program internasionalisasi melalui Kuliah Kerja Nyata Internasional (KKN Internasional).
Wakil Dekan III FAI UMSU, Dr. Muhammad Ruslan, M.Pd, mengatakan KKN Internasional menjadi salah satu program unggulan fakultas yang telah berjalan secara konsisten sejak 2017.
“FAI UMSU merupakan fakultas pertama di UMSU yang menginisiasi KKN Internasional. Program ini terus berjalan dan berkembang, meskipun sempat terhenti karena pandemi Covid-19,” ujar Muhammad Ruslan dalam Podcast InfoMu di Studio Gedung Dakwah Muhammadiyah. Rabu, 7 Oktober 2026.
Menurutnya, KKN Internasional menjadi salah satu dari beberapa bentuk KKN yang dilaksanakan FAI UMSU, selain KKN reguler dan KKN 3T yang dilaksanakan di berbagai daerah, termasuk Nias.
Untuk KKN Internasional, mahasiswa FAI UMSU telah dikirim ke sejumlah negara, seperti Malaysia, Thailand, Kamboja, Arab Saudi, dan Mesir. Khusus Arab Saudi, program tersebut dilaksanakan melalui kerja sama dengan Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Arab Saudi.
“Untuk Malaysia dan Thailand sudah berjalan sejak awal program. Tahun 2026 ini juga menjadi momentum perdana untuk KKN Internasional di Mesir,” jelasnya.
Ruslan menyebutkan, perkembangan program tersebut terlihat dari meningkatnya jumlah mahasiswa yang berpartisipasi. Pada 2026, tercatat 142 mahasiswa FAI UMSU mengikuti KKN Internasional.
“Angka ini menunjukkan bahwa minat mahasiswa sangat antusias untuk mengikuti program KKN Internasional,” katanya.
Ketua pelaksana KKN Internasional FAI UMSU, Dr. Isra Hayati, M.Si, menjelaskan bahwa mahasiswa tidak langsung diberangkatkan ke luar negeri. Mereka menjalani proses panjang mulai dari perekrutan, wawancara, seleksi, pembekalan hingga pendampingan setelah kembali ke Indonesia.
“Perekrutan biasanya dimulai sekitar November. Setelah itu mahasiswa diwawancarai dan diseleksi. Khusus tujuan Arab Saudi, ada tambahan wawancara dan tes Bahasa Arab,” jelas Isra.
FAI UMSU juga membantu mahasiswa dalam proses persiapan keberangkatan, termasuk pengurusan paspor. Selain itu, mahasiswa mendapatkan berbagai pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dan kemampuan akademik.
Sebelum berangkat, mahasiswa terlebih dahulu menjalani kegiatan magang di sekolah-sekolah mitra FAI UMSU. Mereka kemudian kembali ke kampus untuk mendapatkan pembekalan mengenai teknis, etika, serta tugas selama mengikuti KKN Internasional.
Pendampingan bahkan terus dilakukan selama mahasiswa berada di luar negeri. Selain menjalankan kegiatan pengabdian, mahasiswa diwajibkan membuat laporan dan melakukan penelitian yang berkaitan dengan aktivitas mereka.
“Setelah pulang pun belum selesai. Mereka tetap wajib membuat laporan yang didampingi dosen pembimbing. Tidak hanya laporan, tetapi juga diarahkan sampai menghasilkan jurnal,” ujar Isra.
Dengan demikian, proses KKN Internasional tidak berhenti setelah mahasiswa kembali ke Indonesia, tetapi berlanjut hingga penyelesaian tugas akademik.
Mahasiswa Belajar Mandiri dan Mengatur Keuangan
Salah satu peserta KKN Internasional FAI UMSU, Dina Hasanah, menceritakan pengalamannya mengikuti KKN Internasional selama satu bulan di Penang, Malaysia.
Menurut Dina, proses mengikuti program tersebut dimulai sejak tahap pendaftaran hingga persiapan keberangkatan yang cukup panjang. Mahasiswa juga didorong untuk belajar mempersiapkan biaya keberangkatan secara mandiri.
“Dosen memberikan motivasi dan mengajarkan bagaimana mahasiswa bisa mengumpulkan biaya dalam waktu sekitar satu tahun. Kami diajarkan untuk menabung dan mempersiapkan keberangkatan,” kata Dina.
Selama berada di Malaysia, Dina bersama mahasiswa lainnya menjalankan kegiatan sebagai relawan di sekolah, termasuk membantu kegiatan pembelajaran di tingkat taman kanak-kanak.
Menariknya, bagi Dina, pengalaman tersebut juga menjadi pengalaman pertamanya menaiki pesawat terbang.
KKN di Malaysia, Mahasiswa Diberi Pengalaman di Tiga Unit Usaha
Pengalaman serupa disampaikan Zainuri, mahasiswa yang mengikuti KKN Internasional di Malaysia.
Selama berada di Malaysia, Zainuri mendapatkan pengalaman bekerja dan belajar di sejumlah unit usaha milik mitra FAI UMSU, Hasanah Group.
Ia menjelaskan, peserta tidak hanya ditempatkan pada satu lokasi. Mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di beberapa unit usaha, mulai dari toko buku, bakery, hingga travel.
“Jadi kami berpindah-pindah. Ada yang di toko buku, bakery, dan travel,” ungkap Zainuri.
Selain mendapatkan pengalaman kerja, kebutuhan tertentu mahasiswa selama berada di Malaysia juga mendapat dukungan dari pihak mitra, termasuk konsumsi dan uang saku.
Menurut Zainuri, pengalaman tersebut membuat mahasiswa tidak hanya belajar tentang pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga memperoleh wawasan mengenai dunia kerja, pengelolaan usaha, serta kehidupan masyarakat di negara lain.
Program KKN Internasional FAI UMSU pun menjadi bagian dari upaya fakultas memperluas pengalaman akademik dan sosial mahasiswa sekaligus memperkuat jejaring kerja sama internasional.
Selain Dina dan Zainuri, ada empat mahasiswa lainnya yang bercerita tentang pengalaman mereka mengikuti KKN Internasional, yakni Nur Laila Nasution yang KKNI di Arab Saudi, Hasbi Maulana KKNI di Mesir, Faturrahman Khair KKNI di Thailand, serta Nadia Amanda yang KKNI di Malaysia. Untuk pengalaman lengkapnya dapat disaksikan di youtube channel Muhammadiyah Sumut. (AH/Bess)




