Muhammadiyah Sumut Rekrut Ratusan Relawan, Siapkan Tim Respon Cepat Bencana 6 Jam
INFOMU.CO | Medan – Muhammadiyah Sumatera Utara melalui Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) / Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) terus memperkuat sistem penanggulangan bencana di wilayahnya. Langkah ini diwujudkan melalui perekrutan ratusan calon relawan yang akan dihimpun dalam satu korps siap siaga bencana di Kawasan Sumatera Utara.
Sumatera Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan tingkat ancaman bencana yang tinggi, mulai dari gempa bumi, erupsi gunung berapi, hingga banjir dan tanah longsor. Peristiwa bencana hidrometeorologi yang menerjang berbagai kawasan di Sumut pada akhir November 2025 lalu menjadi catatan penting bagi Muhammadiyah untuk meningkatkan kesiapsiagaan.
Ketua MDMC PWM Sumatera Utara, dr. Elman Boy, menjelaskan bahwa saat ini MDMC dituntut memiliki response time bencana maksimal 6 jam. Artinya, tim harus sudah memberikan respon cepat dalam kurun waktu 6 jam setelah bencana terjadi.
“Pasca-Rakernas MDMC, Sumatera Utara diminta untuk lebih siap dan tanggap dalam menghadapi potensi kebencanaan,” ujar Elman.
Ia menambahkan, penanggulangan bencana di internal organisasi mengusung prinsip One Muhammadiyah, One Response (OMOR), di mana seluruh tata kelola kebencanaan terintegrasi satu pintu melalui LRB/MDMC.
Dalam pelaksanaannya, MDMC bekerja sama dengan Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) serta Majelis Pustaka dan Informasi (MPI) PWM Sumut. MDMC berfokus pada teknis penanggulangan di lapangan, Lazismu mengelola logistik serta pendanaan, sedangkan MPI menangani dokumentasi dan publikasi.

Gelar Lokakarya dan Pengukuhan Relawan
Sebagai bagian dari program penguatan kapasitas tersebut, MDMC PWM Sumut akan menggelar lokakarya sekaligus pengukuhan tim relawan bencana pada Ahad (11/11) di Gedung Dakwah Muhammadiyah Sumatera Utara.
Sebanyak 100 relawan dari berbagai latar belakang profesi dan keahlian akan diperkenalkan serta dikukuhkan secara resmi dalam acara tersebut.
Lokakarya yang mengusung tema “Sinergi One Muhammadiyah One Response (OMOR) untuk Membangun Ketangguhan Bencana di Sumatera Utara” ini juga menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain perwakilan Lazismu Jawa Tengah, MDMC Jawa Tengah, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta MPI PWM Sumatera Utara. (Syaifulh)






